Menu
/


Penulis saat ini menjadi pilihan profesi yang banyak digemari. Selain bisa dilakukan secara jam kerja penuh maupun freelance. Menjadi penulis pun bisa dengan latar belakang pendidikan, dari SD, SMP, SMA, S1, bahkan S3. Pelajar, ibu rumah tangga, pekerja kantoran, guru, dosen, dokter semua bisa jadi penulis. Usia pun tak jadi masalah, mulai dari usia anak-anak (yang sudah bisa menulis) hingga orangtua lanjut usia sekalipun yang tetap produktif menulis. 


Salah satu tumbuh menjamurnya penulis adalah dengan banyaknya organisasi kepenulisan baik yang berbayar maupun gratis, baik pertemuan offline maupun online. Dan selalu diminati dengan antusias dari para calon penulis. 

Lahirnya penulis-penulis baru membuat penerbit selalu banjir serbuan naskah. Sehingga untuk menembus penerbit mayor saat ini menjadi banyak pertimbangannya dan juga syarat yang harus dilewati. Bagi penulis yang naskahnya berhasil dipinang penerbit mayor maka kemungkinan akan mudah kembali diterima di penerbit lainnya, namun kualitas naskah tetap jadi pertimbangan nomor satu. Baca juga disini tentang 7 langkah mengenal penerbit.



Disini, saya ingin membahas kedekatan yang dibangun antara penerbit dan penulis, salah satunya adalah writer's gathering. Tidak semua penerbit mengundang penulis untuk berkumpul dalam satu acara. Ketika ada penerbit yang begitu mengapresiasi penulis dengan memberikan undangan acara, bisa dikatakan penerbit tersebut menyayangi penulisnya.



undangan writer's Gathering

Selain diundang, pastinya ada bingkisan, pastinya ada menu menjamu untuk para undangan. Serta yang paling penting adalah penerbit berusaha membangun kedekatan dengan para penulisnya. Membagi info apa saja yang dibutuhkan penerbit saat ini dan kedepannya, serta informasi lainnya yang sangat berguna untuk penulis. Seperti mengetahui direksi penerbit, visi misi, target, dan pencapaian penerbit. 
Salah satu pematei di acara Writer's Gathering BIP

Hal yang menyenangkan lainnya dari writer's Gathering adalah bertemunya dengan editor. Disinilah tatap muka secara nyata dan berbicara dari hati ke hati, karena hampir setiap naskah kita akan berbicara dengan editor by email. Ketika kekeluargaan telah tercipta maka urusan pekerjaan menjadi lancar, loyalitas terjaga, kemudahan lainnya pun bisa terjadi. Misalnya penulis bisa langsung menawarkan naskahnya ke editor ataupun editor menawarkan job menulis dari penerbit. Semua bisa terjadi, dengan kedekatan yang tercipta. 

Writer's Gathering bukan saja mempertemukan antara penerbit, penulis dan editor. Tetapi juga berkumpulnya para penulis. Tadinya hanya kenal nama penulis dari namanya yang tercantum di cover buku, dengan writer's gathering bisa menyapa penulis lain dan bersilaturahmi dengan penulis-penulis yang karyanya sudah luarbiasa. 

Saya sendiri, ikut acara writer's gathering salah satunya ingin "reuni cantik" dengan teman-teman saya yang saat ini sudah jauh-jauh tempat tinggalnya. Seperti Bunda April yang tinggal di Pondok Gede, Miyo yang saat ini berdomisili di Balikpapan, dan Tia yang datang dari Bekasi. Bertemu dalam satu acara writer's Gathering membuat kerinduan menjadi cair. Suasana cinta dan yang pastinya membagi resep bumbu semangat untuk menulis. 
Bersama editor dan teman penulis

Semoga Anda pun demikian, menjadi penulis yang dekat dengan penerbit dan juga saling kenal dengan penulis lainnya. Silaturahmi terjaga dan terus berkarya. 

Terima kasih untuk Penerbit Buana Ilmu Populer (Penerbit BIP), yang sudah tahun kedua selalu mengundang saya. Semoga 2016 salah satu naskah saya terbit dan satu naskah laginya juga terbit di BIP. Terima kasih juga untuk Bu Editor saya Mba Marina yang mempercantik naskah saya, berbaik hati bila saya hubungi ketika akan promosi di radio dan Penerbit BIP mengirimkan merchandise untuk penelpon di radio. Terima kasih pembaca setia yang telah membeli buku-buku karya saya. 
Berfoto bersama 


Salam Menulis.