Menu
/ /
Repost : Pelajaran Sukses dari Wanita Tokoh Dunia
Resensi Buku 
Judul      : Inspiration for Woman
Penulis   : Robert Junaidi
Penerbit : Diva Press
Terbit     : 2015
ISBN      : 978-602-7695-83-2


 Wanita adalah makhluk multitalen yang dapat memposisikan diri sebagai istri, ibu, politikus, aktivis, atau pengusaha  Kesuksesan para wanita direkam dalam buku  Inspiration for Woman Rahasia kesuksesan para pendekar wanita dunia. 

Buku mengisahkan  perjalanan  wanita sukses dunia yang menginspirasi. Di antaranya,  Aung San Suu Kyi, Benazir Bhutto, Bertha Von Suttner, Bette Nesmith Graham, Bunda Teresa, Cher Wang, dan Corazon Aquino.  Aung San Suu Kyui seorang pejuang demokrasi  Myanmar selalu menyuarakan  tanpa kekerasan.

Demokrasi tanpa kekerasan adalah sistem yang harus diperjuangkan (halaman 12). Kemudian tahun 1991 Aung San Suu Kyi dianugerahi nobel perdamaian atas usahanya. 
Benazir Bhutto melihat,  posisi  pria dan wanita  sama. Keduanya sama-sama memiliki peran untuk menjaga keutuhan rumah tangga dan aktif di tengah masyarakat serta mengambil peran dalam jabatan pemerintahan. Pria dan wanita di hadapan Tuhan juga berkedudukan  sama (halaman 17).

Di kalangan aktivis perdamaian, tak asing dengan nama BerthaVon Suttner. Bertha menjadi wanita pertama penerima Nobel Perdamaian (1905).  Bertha mewarisi  optimis dalam memandang hidup. Meski gagasannya melawan arus zaman, dia percaya  bahwa perang harus diakhiri.

Dia juga memiliki tradisi membaca yang tekun. Ketika tinggal  di Rusia, misalnya, Bertha rajin membaca literatur-literatur politik dan budaya Eropa, sehingga sampai pada kesimpulan,  perang menghancurkan peradaban manusia (halaman 27-28).

Ada juga wanita cerdik yang mampu memanfaatkan kelemahan menjadi lumbung kreativitas sehingga mengantarkan dirinya menjadi orang yang sukses, ia adalah Bette Nesmit Graham. Wanita kelahiran kota Dallas, Texas, Amerika Serikat ini awalnya menjadi juru ketik di sebuah perusahaan. Ia sering salah ketik. Bette  mulai berpikir dan mencari cara  menutupi kesalahannya. Ia  menemukan cara  cairan  liquid paper, yang kelak menjadi tip ex (halaman 30).

Di Indonesia, Dewi Sartika dikenal sebagai tokoh pendidikan nasional di saat tabu bagi  wanita. Perempuan   menjadi golongan nomor dua untuk  pendidikan. Dewi sartika berjuang  mengembalikan hak-hak tersebut.  Pada tahun 1904 Dewi Sartika mendirikan sekolah untuk  wanita “Sakola Istri.” 

Wanita yang menginspirasi berikutnya  Ratu Elisabeth I yang  memerintah selama 45 tahun (1558-1603). Dia  ratu terkemuka yang telah membawa banyak perubahan dalam bidang ekonomi, militer, dan kesusastraan Inggris. Di bawah kepemimpinannya, Inggris menjadi negara yang cukup disegani dunia. Wanita yang selama hidupnya tidak menikah ini  dijuluki  Virgin Queen,  penguasa monarki  keenam.
Salah satu keberaniannya,  menolak perang meskipun terkadang   sangat dibutuhkan.   Elisabeth  lebih mengedepankan diplomasi daripada  konfrontasi (halaman 154).

Buku  bisa menginspirasi para wanita untuk berjuang menjadi inspirator  untuk mengubah  diri, keluarga, masyarakat, dan dunia. Semoga banyak wanita Indonesia mau belajar dari mereka. 

Diresensi Ernawati Lilys 

Link terbit di Koran Jakarta 


Alamat email media : opinikoranjakarta@yahoo.co.id
Syarat : Diketik rapi, tidak banyak salah ketik, jumlah tulisan : 4000 karakter. Mencamtumkan alamat, data diri dan pendidikan terakhir, nomor rekening dan nomor hp.
/ /
www.lisojungchan.blogspot.com ganti menjadi ernawatililys.blogspot.com
Baru buka laptop dan mulai mengunjungi blog ini, yang awalnya memiliki alamat www.lisojungchan.blogspot.com kemudian berubah atas inisiatif sendiri dengan menganti menjadi www.ernawatililys.blogspot.com dan menjadi www.ernawatililys.com. Tadinya senang banget karena bisa dirubah, niatnya mulai mau branding menjadi penulis. Tetapi ada kejutan yang luarbiasa. Beginilah kisah kronologisnya. 
/ /
Menjadi Penulis dan Penyakit Penulis
Mau jadi penulis, tapi gak nulis-nulis itu seperti seorang penjahit yang tidak bisa menjahit baju, tetapi maksa menyebut dirinya seorang penjahit. Menurut saya ini seperti penjahat yang tidak mau mengakui kesalahannya. Mau menjadi penulis, harus suka nulis. Menulis tidak perlu menunggu hari esok datang. Sedangkan dihari ini ribuan penulis sedang menuliskan naskahnya.

/ /
Satu panggung bersama bunda Pipiet Senja di IBF Bogor dan sensasi bawa dua balita aktif
Bagi seorang ibu bisa menyalurkan hobi menulis adalah anugerah tersendiri. Memang tidak se'power' ketika masih gadis yang bebas menerobos waktu dan juga menuruti deadline. Setelah menjadi ibu ada focus yang utama yaitu anak-anak. Apalagi sudah memiliki dua balita aktif, perhatian sudah terbagi rata kepadanya. Menulis, masih tetap dijalani penuh cinta dengan sisa kekuatan yang ada. Memang sejak Sekolah Dasar sudah suka menulis walaupun menulis dengan gaya sendiri. Sampai pada saat kuliah baru mendalami dengan berguru dan juga ikut berbagai komunitas menulis serta mengikuti kelas menulis. Sehingga semakin cinta sama dunia menulis.

Powered by Blogger.