Menu
/
Setiap penulis memiliki impian bahwa naskahnya kelak akan diterbitkan di penerbit idaman. Penulis pun mendekati dan mencari tahu criteria naskah apa saja yang diinginkan oleh penerbit. Maka selain belajar teknik penulisan dengan benar, penulis pun harus tahu cara mengetuk pintu penerbit. Berikut adalah :

7 langkah mengenal penerbit 

1. Penerbit Menyukai naskah yang orisinal, unik dan menarik

Naskah yang dicari penerbit tentu yang unik dan menarik. Dari pengemasan ide yang luarbiasa, judul yang menarik minat pembeli dan tentu buku tersebut memiliki manfaat yang bisa dibagikan. Orisinal karya dari penulis juga sangat diperhatikan. Hati-hati dengan plagiasi karya milik orang lain. Menulislah dari hasil perenungan sendiri. 

2. Penerbit menyukai penulis yang mengirim naskah lengkap

Jika memiliki naskah yang sudah tersusun rapi, segera ajukan naskah Anda. Jangn pernah minder dengan naskah sendiri. Terus maju untuk mengetahui naskah Anda bisa diterima atau tidak. Biasanya jikalaupun ditolak aka nada review naskah sehingga Anda bisa memperbaiki naskah Anda lagi.

3. Penerbit menyukai penulis yang jujur dan setia dalam pengajuan naskah

Pengajuan naskah ke penerbit membutuhkan waktu konfirmasi yang berbeda-beda, ada yang satu sampai tiga bulan bahkan ada juga yang lebih lama lagi. Jika kita sudah mengirim naskah maka berusahalah untuk jujur ke penerbit dengan mengirimkannya kepada satu penerbit. Tidak mengirimkan ke penerbit lain, tetaplah setia hingga datang kabar ditolak atau naskah di terima. 

4. Penerbit menyukai penulis yang aktif di media sosial

Salah satu nilai lebih adalah penulis selalu berinteraksi dengan pembaca setianya. Minimal di sosial medianya sering berseliweran dan dikenal sebagai penulis yang produktif sekalipun hanya postingan-postingan di sosmed. Apalagi bisa promo karya juga dan bisa jualan juga.

5. Penerbit menyukai penulis yang memiliki komunitas

Ini memang bukan point besar. Namun komunitas ini pun bisa dijadikan acuan bahwa penulis itu aktif dalam dunia kepenulisan maupun event-event kepenulisan. 

6. Penerbit menyukai penulis yang dapat memasarkan hasil bukunya

Memang banyak yang menyerang penulis baru, minder disetiap kegiatan bedah buku, launching karya, dll. Penulis merasa ilmunya tak seberapa dan karyanya tidak bagus. Padahal mindset itu harus dirumah. Memang naskah yang telah diterima penerbit sampai diterbitkannya tidak lewat beberapa penilaian terlebih dahulu? bukankah hasil tulisan seorang penulis hingga terbit itu nyatanya diterima. Jadi jangan minder, segera promo-promo karya terbaik Anda. Baik launching di bookfair, seminar, on air, dan lain sebagainya. 

7. Penerbit menyukai penulis yang memiliki loyalitas

Maksudnya penulis yang telah diterbitkan bukunya di penerbit tersebut, kemudian buku barunya diterbitkan dalam penerbit yang sama. Lalu sering mendatangi undangan dari penerbit seperti acara gathering penulis, dll. Hubungan baik ini akan menjalin kerjasama yang baik juga. Siap-siap dapat tawaran job nulis. 

Jadi siapkan diri menjadi penulis yang percaya diri. Upgrade terus ilmu menulis dengan mengikuti kelas kepenulisan. Buat kagumlah penerbit dengan profil dan prestasi Anda. Salam Menulis.

2 comments

Terimakasih sharingnya :)

Penting banget nih

Reply

sama-sama Tian. Makasi juga sudah berkunjung.

Reply