-->
Menu
/

 

Bagi anak-anak, setiap waktu adalah bermain. Mereka akan mengenal aturan, proses, dan belajar bijak. Ketika bermain bukan hanya mementingkan diri sendiri juga menghormati lawan main. Banyak permainan anak yang tak kalah serunya. Mulai dari permainan yang sederhana, permainan tradisional, hingga permainan modern. 


Di kelas menulis cerita anak bersama penerbit ini, para penulis mengasah cerita permainan dengan sangat menarik. Yuk, simak cerita-cerita seru lainnya!

Review Buku Asyiknya Bermain 



Wayang Suket Buatan Kakek

Karya: Dwi Rahmayanti


Liburan sekolah telah tiba. Ayah dan Bunda mengajakku bertamasya ke kampung halaman Kakek dan Nenek yang ada di pedesaan. Aku merasa senang karena liburan kali ini kami tidak di rumah saja. Kata Bunda, di desa itu sangat menyenangkan karena banyak hal menakjubkan yang tidak bisa ditemui di kota.
“Memang di tempat Kakek dan Nenek ada apa aja, Bun? Kok sampai bisa membuat kita takjub?” tanyaku penasaran sambil menatap Bunda yang sedang tersenyum.
Bunda tersenyum, kemudian berkata, “Lea lihat saja nanti kalau sudah sampai.”
Mendengar ucapan Bunda, aku mengangguk dan kembali menikmati perjalanan yang terasa mengasyikkan. Aku menikmati pemandangan pepohonan di kanan dan kiri jalan sambil bermain gim di ponsel.



Hujan

Karya: Esti


Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Kumandang azan memecah keheningan pagi itu. Suara yang saling bersahutan dari musala dan masjid sekitar rumah Ara memang cukup ampuh membuat Ara terjaga. Bergegas Ara bangun, memaksakan duduk meski dengan mata yang masih terpejam.
 Dingin sekali. Enaknya selimutan lagi, nih. Tapi aku harus bangun, kata Ara dalam hati sambil menjejakkan kakinya di lantai.
Aku tidak boleh terlambat! kata Ara lagi, masih di dalam hati. Dipaksanya melangkah dan menyalakan lampu. Ara tersenyum menatap ke sudut kamar. Yes, segala sesuatunya sudah disiapkan dengan baik dan rapi.
Ara keluar kamar diikuti Rana, adiknya. Dengan mata masih terpejam, Rana berjalan mengekor seraya memegang ujung baju kakaknya itu. Tadi Ara memang memaksanya agar segera bangun.



Yuk, Bermain Jajangkungan!

Karya: Rizky Amallia Eshi


Minggu pagi yang cerah ternyata tidak mengubah suasana hati Ardi yang sedang bingung. Wajah Ardi juga terlihat sangat kusut. Melihat hal itu, Ayah yang baru selesai mencuci mobil menghampirinya.
“Kenapa, A?” tanya Ayah sambil duduk di samping Ardi.
Anak kelas enam SD itu segera menjawab, “Aa bingung, Pa.”
“Bingung kenapa? Cerita, dong. Siapa tahu Apa bisa bantu,” tawar sang Ayah.
“Jadi gini, Pa. Aa kan kelas enam, ya, bentar lagi mau lulus. Nah, minggu depan itu udah masuk pekan ulangan. Selain ujian dalam bentuk tulisan, ada juga ujian dalam bentuk praktik




Bermain Hujan Bersama Ayah

Karya: Dita Aledina


Aku berdiri di depan pintu rumah karena hari ini Ayah akan pulang. Sudah seminggu Ayah pergi bekerja. Kata Bunda, Ayah pergi untuk tugas negara. Ayahku memang seorang tentara. Ia bekerja menjaga negaraku, Indonesia. Aku bangga padanya, meskipun terkadang Ayah harus pergi berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Aku rindu bermain bersama Ayah.
Suara klakson mobil Ayah mengagetkan. Aku menunggu mobilnya berhenti, lalu berlari menghampirinya.
“Ayaaah!” teriakku, begitu bahagia melihat kedatangan Ayah.




Tuk-Tuk Ubi

Karya: Izza Aini Rosyidah


Di Jakarta, hari Sabtu merupakan hari libur sekolah. Fatah dan teman-temannya selalu menunggu hari Sabtu untuk bermain bola. Terlebih mereka mendapat teman sekolah pindahan dari Purwokerto yang jago bermain bola bernama Dika. Mereka berjanji untuk bermain bola Sabtu pagi pekan ini.
Pukul 07.00 WIB, Ranu, Bani, Wisnu, dan Dika sudah datang menjemput Fatah untuk bermain bola. Tapi sayang, ia bangun kesiangan.
“Fatah, ayo cepat!” ucap Bani.
“Iya, bentar,” sahutnya sambil menenteng bola plastik.
Mak yang sedang berada di dapur pun berkata, “Fat, sarapan dulu. Mak sudah masak nasi goreng, nih.”
“Enggak sempat, Mak. Fatah buru-buru, nih.”




Teman Bermain Lila

Karya: Ernawati Lilys


Sejak pindah rumah, Lila selalu mengurung diri di kamar, membuat Ayah dan Ibu sedih sekali. Ibu membujuk Lila untuk berbaur dengan teman barunya, tetapi Lila menggeleng. Tak kalah dari Ibu, Ayah juga mengajak Lila berkeliling desa. Desa ini memang indah, banyak sawah dan sungai yang jernih.
“Lila mau di rumah yang dulu, Bu!” Suara Lila terdengar sendu sambil menekuk wajahnya.
“Iya, Lila, Ibu juga paham. Tapi ....” Ibu melirik Ayah.
“Lila, Ayah sekarang sudah dipindahtugaskan ke sini.” Ayah mencoba menjelaskan dengan sabar.
Ibu memeluk Lila dan mengusap wajahnya. “Besok Ibu ajak main, ya, di sini banyak permainan seru.”


Blurb

Salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari anak-anak adalah bermain. Bagi mereka, bermain merupakan hal menyenangkan yang harus dilakukan setiap hari. Terkadang, anak-anak akan lupa waktu saking asyiknya bermain. Selain itu, bermain juga dapat membuat anak-anak yang tadinya bersedih, menjadi lebih ceria lagi. 


Buku berjudul Asyiknya Bermain memberikan gambaran tentang hakikat bermain bagi anak-anak. Di dalam buku ini terdapat berbagai permainan yang membuat anak-anak kembali ceria, Mulai dari permainan yang sederhana, permainan tradisional, hingga permainan modern yang mengesankan.
Yuk, kita menyelami dunia bermain anak!

Penulis: Dwi Rahmayanti, dkk
Penyunting : Yuli Triyuliani
Ilustrator : Ernawati Lilys  
Penata Letak: Ernawati Lilys
Desain sampul : Ernawati Lilys
Cetakan I :  Agustus 2021
Penerbit : YPI Attaqiy
Halaman : 64 halaman
ISBN : 978-623-97107-4-3
Tahun : 2021

 

Buku Asyiknya Bermain mengajak anak untuk memilih permainan yang menyenangkan. Bisa bermain dengan keluarga, dengan alam, juga permainan tradisional. Buku ini menarik dan ilustrasi berwarna akan membuat anak-anak menyukai buku ini. Bagi yang ingin memesan buku ini silakan kontak ke 081310832071

 

 

Salam Inspirasi 

Powered by Blogger.