Menu
/

www.ernawatililys.com - Assalammualaikum bunda-bunda semua. Akhirnya update lagi blog ernawatililys.com. Yuhu banget di bulan Maret ini penuh drama dan harus ekstra sabar sekali. Kenapa? Karena proses menyapih anak ketiga ini perjuangan banget. Ya, namanya perjuangan pastinya nggak semulus pipi bayi ya, banyak sekali pengorbanan yang harus dilakukan. Jadi, baca sampai tuntas ya, drama apa saja menyapih anak ketiga kali ini.


Story Menyapih Anak 


Sebelum membahas cara menyapih anak ketiga, yaitu Dek Fifi. Mau ceritakan juga ya pengalaman menyapih kedua abangnya F1 dan F2, yang pasti keduanya ini di stop asi ketika usia mereka belum 2 tahun. Lho kok begitu? Baik kita simak penjelasannya di bawah ini ya


Story Menyapih Anak Pertama


Seperti di atas telah disebutkan abang F1 menyusu hanya 20 bulan saja. Bukan menyapih dini namana ya, ini karena mommy nya hamil lagi. Jadi sebagai ibu yang punya riwayat keguguran, tentu saja nggak bisa nekad, hamil plus menyusui. Jadi mengikuti kata dokter saja, untuk si abang F1 ini harus di stop. Mau gimana lagi, masih menurut dokter kandungan,walau mommynya sudah diberi obat penguat kandungan, tapi lebih aman si abang F1 juga distop ASI saja deh. Tega nggak tega harus dilakukan. 


Drama di mulai ketika setiap malam merengek nggak mau tidur. AC sudah dinyalain, badan diusap-usap, sebelum tidur dikasih sebotol susu jadi sambil ngedot dan digendong-gendong. Maklum anak pertawa, bawaannya nggak tegaan  terus. Setiap malam penuh drama, ngambek terus. Dari mulai nggak mau tidur, maunya naik motor muter-muter, merengek, ngambek, serta aksi lainnya. 

Akhirnya, semua yang dilakukan sia-sia, anaknya terus berontak. Sampai nangis setiap malam bikin tetangga juga ikut-ikutan nggak nyaman. Duh, maafin ya. Akhirnya tetangga mulai mengetuk pintu dan membawakan 'daun ajaib' yaitu samiloto, katanya daun paling jahat sedunia, karena rasa pahitnya nggak ada yang nandingin. Suami pun eksperimen dengan dia sendiri yang merasakan pahitnya, testimoninya memang warbiasa pahit. Akhirnya saya pun searching via internet, ada beberapa kisah di media sosial menurut penuturan seseakun anak kecil  meninggal karena ibunya  mengoleskan daun pahit itu kebanyakan dan tidak mencuci lagi payudaranya, si dede yang sudah ngantuk, nangis dan berontak,akhirnya dikasih ASI dan tak sadarkan diri. Duh, baca gitu kok tambah horor, jadi ingin nangis. Kok SUSAH BANGET MENYAPIH BAGI IBU BARU. 

Akhirnya dioleskan sedikit saja, anaknya nyoba dan reaksinya langsung terkezut, terkezut, ea terkejut. Oh may baby boy, i'm sorry, ngantuk dan lelah yang menggelayut setiap malam,  ini membuat kami terpaksa menempuh jalur yang tak menyenangkan. Langsung ia diam, peluk bantal dan tetap kami usap-usap badannya, kipasin biar nyenyak bobonya, serta berharap ia baik-baik saja. Tak lupa payudara pun segera dicuci bersih khawatir lupa dan ada grebek ASI dadakan Si abang F1. Ternyata sampai pagi ia tertidur pulas. Nggak ada drama ngambek, nangis, guling-guling hingga, tarik-tarik minta ASI. Sepertinya sudah trauma dengan daun terpahit itu. Walau banyak yang nggak menyarankan banget lho pakai ini. Terlalu memutus dengan kejam.

Akhirnya selesai sudah menyapih anak pertama di usia 20 bulan, dan fokus pada kehamilan kedua. Lalu kenapa anak kedua juga disapihnya usia 20 bulan? Hamil lagi? Apa kebobolan? #ups


Story Menyapih Anak Kedua


Pengalaman memang guru yang paling berharga buat orang tua. Nggak akan ada salahnya deh, kita sebagai orang tua mengasuh anak sendiri, karena inilah pengalaman yang tidak bisa terulang. 24 jam membersamainya, menjaganya dengan penuh cinta. Tentu saja, minim resiko jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan dari orang lain. Anak-anak jadi dekat dengan orangtuanya, mengenal kebaikan langsung dari orangtua mereka. Jadi, ketika anak kedua lahir dan ASI berjalan lancar, hingga usia mencapai 20 bulan, dan ternyata positif hamil. Nggak mau mengulangi pengalaman pertama, dengan daun ajaib yang super pahit. Akhirnya cari ilmu dengan beli buku dan baca-baca di internet.

Anak kedua inilah yang sukses disapih dengan bahasa cinta, jadi anak nomor dua ini MENYAPIH DENGAN CINTA. Bagaimana caranya?


Hal pertama yang dilakukan adalah menyapih anak kedua ini dengan penuh cinta. Berbeda dengan pengalaman pertama yang menyapih dengan penuh drama maka anak kedua ini dibilang mudah karena benar-benar dengan bahasa cinta.

Berikut menyapih dengan bahasa cinta ala saya :

  1. Bicarakan kepada anak bahwa stop ASI ini karena ia telah sudah cukup usia (walau sebenarnya usia sampai 2 tahun) anak saya masih kurang 4 bulanan lagi, maaf ya nak.
  2. Beri tahu kehadiran adiknya di perut dan beri kedekatan emosional misal dengan memperbolehkan mengusap perut mamanya atau menciumnya. Anak pasti lama-lama akan paham
  3. Berikan perhatian ekstra selama tiga hari masa STOP ASI. peluk selalu, cium selalu, ajak senang-senang atau jalan-jalan, becanda bersama, bermain bersama.
  4. Perutnya harus kenyang, berikan makan yang teratur, minum yang banyak dan camilan sehat yang banyak stock jangan sampai kosong. 
  5. Ketika mau meminta ASI kembali, alihkan perhatiannya dengan makanan dan minuman. Ajak sambil bermain.
  6. Selain perhatian mamanya, juga ayahnya, agar anak tidak merasa sedih ketika stop ASI. Bangun kedekatan bersama anak setiap harinya.
  7. Stop ASI dengan cinta ini sukses tanpa drama, alhamdulillah. Abang F2  mudah sekali berhenti minta ASI nya dan asyik dengan kegiatan barunya. 

Menyapih anak ketiga


Sedih, itulah yang terjadi. Pertengahan Maret lalu di tahun 2019 ini seharusnya sudah stop ASI, namun berkali-kali sounding stop ASI dengan bahasa cinta gagal total. Mulanya anaknya mau, tapi kembali lagi merengek. Kemudian mengalami kemajuan, siang hari tanpa ASI, tapi malam seperti balas dendam ASI sepanjang tidur dan badan mamanya seperti makin remuk redam. Duh, lelah pastinya. Ditambah merawat 3 anak juga yang usianya berdekatan. Kadang ada drama berantem, kadang saling usil, apalagi tambah drama minta ASI.

Akhirnya pakai metode yang pahit lagi, karena nggak punya daun sepahit samiloto, akhirnya pakai pare. Apa yang terjadi bunda-bunda? Pahit pare  nggak mempan, anak tetap menikmati ASI walau puting sudah dibalur pare. What! 

Pare gagal, akhirnya pakai bahasa cinta lebih halus lagi. Yaitu sering ajak ia bicara bahwa sekarang sudah besar. Sudah waktunya stop ASI ya, agar tambah sehat, tambah kuat dan jadi nafsu makannya juga bertambah. 

Selama masa stop ASI ini, tidur malam terus, anaknya maunya main. Gapapa kita ikuti saja. Besoknya pagi-pagi ajak jalan, sore hari ajak apa yang ia mau, misal hobinya naik ayunan di taman, naik kereta keliling, apa yang ia sukai pokoknya ikuti selama masih bisa dijangkau dan wajar. 

Karena kebetulan lagi beli persiapan sekolah abang F1, jadi anak ketiga ini minta dibelikan juga. Dari mulai sepatu, tas, pensil warna, baju tayo. Sebenarnya anak ketiga ini tidak suka tayo. Yang Tayo holic itu anak kedua, tapi karena sering berantem bareng karena masa STOP ASI ini bawaannya mau ribut terus anak ketiga ini, jadilah mereka sering beli sesuatu yang samaan. Ini pun bertengkar karena anak ketiga selalu cari cara gara-gara dengan abang-abangnya. Akhirnya beli baju tayo, cuci kering pakai, begitu terus walau belinya sudah beberapa baju. Belum lagi mainan tayo, sudah aneka model dari bus besar hingga bus mini. 

Setiap mau minta ASI kembali dialihkan dan terus dipeluk, digendong, beri ia minum air putih, beri susu, atau gendong terus, sambil ia diberi snack atau camilan, juga jika waktunya sudah makan, harus makan. 

Akhirnya anak ketiga pun stop ASI di usia 2 tahun 2 minggu. Penuh drama yang panjang akhirnya selesai juga menyapih anak ketiga. Pasca stop ASI, tidurnya juga mandiri, tidur siang ia sendiri langsung masuk kamar, lalu makannya lahap, minumnya banyak, senang sekali. Kalau malam juga tidurnya nyenyak. Walau sekali-sekali bangun dan minum, itupun sudah saya siapkan botol minuman air putih yang tinggal ia minum di kamar juga. 


Moms ada pengalaman tentang menyapih? Sabar ya Moms, bahagiakan anak dahulu, perhatian yang ekstra kalau sedang menyapih, serta terus sounding anaknya. Nah, kalau ada pengalaman menarik bunda tentang menyapih, yuk bagikan di kolom komentar ini. 


Oiya, bagi moms yang lagi cari gendongan hipseat untuk ananda boleh hubungi saya ya ke email : lisojungchan@gmail.com. Saya ada dua gendongan yang tak terpakai. Satunya lagi kondisinya masih baru, boxnya masih lengkap, bungkusnya juga lengkap. Harga suka-suka mom's lah ya, yang penting saya tidak menyetok gendongan karena mubazir.

Salam Inspirasi

4 comments:

  1. Saya juga lagi masa drama nih mbak. Awalnya mau menyapih dengan cinta, tapi nggak mempan. Cobain pakek lipstik, ga mempan juga. Kalau yang pahit pahit belum sih. Saya masih coba ngurangin dulu. Siang nggak nyusu, malam pas mau tidur aja. Paling sudah menyapih ini saya dan suami nggak kuat harus begadang karena dia rewel tengah malam karena besoknya kami harus kerja. Ooh indahnya drama menyapih ini. Do’ain sebentar lagi anak kami benar benar bisa lepas dar menyusu ibunya 😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya benar banget, tiap malam begadang buat menenangkan yang tantrum minta ASI. Pasti badan sudah remuk redam. Semoga dedeknya juga lepas ASI dengan damai. Keep strong Mak

      Delete
  2. Huwaaa
    Bermanfaat bangetss
    Seru y masing2 anak ada ceritaa
    Serem tuh yg anak meninggal krn daun pahit deuh ya Allah
    Taka kurang 3 mingfu lg nih ceu
    Doain y
    Sejauh ini masih ngobrol2 biasa aj kubilang kan yg g bisa cuma nyusu aj yg lainny masih bisa sama bunda, tp doa kekeuh bilang tidak
    Ah entah nanti kalau dah 2 th prsis
    Moga2 bisa yes

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, semangat bunda Taka, memang butuh kesabaran. Pokoknya pasca ASI, anak malah makan tambah lahap :) makin aktif, kudu ektra sabar saja pas lagi masa-masa stop ASInya, banyak drama.

      Delete

Powered by Blogger.