Menu
/

www.ernawatililys.com -  7 Tipe Penulis, Kamu Tipe Penulis Yang Mana? Sore friends, ngeri-ngeri sedap nih postingan kali ini membahas tentang tujuh tipe penulis. Ini berdasarkan saya ikut berpuluh-puluh komunitas dan juga menjadi tim bagian penerbitan. Boleh donk curhat sendirian di blog sendiri, biar menghilangkan lelahnya deadline hari ini. Yuk dengerakanlah curhatku.


1. Penulis Yang Tidak Mudah Menyerah


Selama menjadi mentor menulis saya sering banget dapat japrian. Dari ribuan pertanyaan yang mampir saya sangat suka tipe penulis nomor 1 ini, dia bukan hanya banyak tanya lho, tapi juga praktek trial error sampai ia mampu jadi penulis. Horeeee, konsultasi naskah nggak sia-sia! Kenapa? Karena ia langsung menerbitkan karyanya, jagoan nggak tuh penulis tipe ini. Walau pertanyaannya dari step awal menulis, menyusun outline, mengembangkan ide, sampai daftar acuan. Lalu cara mengirim email ke penerbit dan lain sebagainya. Pokoknya baterainya full banget. Dan tipe ini tidak mudah menyerah dengan penolakan. Langsung move on lagi , kirim lagi dan sampai ketemu jodoh naskahnya.

2. Penulis Yang Bilang Kangen Terus 



"Diiih, memang ada?" Ada lho, buanyak banget. Sering curhat sama saya, ia bilang kangen sama naskahnya. Bagaimana ya caranya ketemu dan bisa mengetik dan melanjutkan ide tulisannya jadi buku. Ya, dia kangen sama naskahnya sendiri dan nggak pernah ketemu-ketemu alias nggak ngetik-ngetik, walhasil naskahnya nggak kelar-kelar. Kangen tapi nggak ada itikad buat ketemu dan menyelesaikan masalah berdua dengan naskahnya. Kalau dikasih hukuman jerawat berdasarkan lama ia tidak mengerjakan naskah, kira-kira segede bom atom Hiroshima kali ya ledakannya. Saking kangennya awet banget, kayaknya tipe ini penulis yang punya stock formalin banyak, jadi kangennya aja dipakein pengawet. 



3. Penulis Yang Manjah


"Kayak Incess saja sih manjah-manjah begitu." Lanjut, "Memang seberapa manjahnya sih, Nyah?" Jadi begini ia akan bertanya apa yang bisa ditemukan jawabannya lewat searching, atau pertanyaan itu sudah berulang kali ia tanyakan. Banyak pertanyaan yang sudah ada jawabannya dibuku. Misal ia tanya contoh daftar isi,kan bisa lihat buku yang sudah terbit. Ada berbagai macam daftar isi. Kata pengantar bagaimana, daftar acuan bagaimana,cara mengutip buku bagaimana, setelah bertanya ujung-ujungnya nggak ada kabar tentang naskahnya. Semua materi sudah diberikan. Alasannya sibuk nggak sempat nulis-nulis lagi. 

4. Penulis Palugada 


Pernah bertemu dengan penulis pemula awalnya belum bisa nulis apa-apa. Saking takut nulisnya, nulis statuspun tidak. Saking nggak ngerti nulis huruf besar kecil pun nggak ngerti kegunaannya. Namun, ia tiba-tiba meroket dengan belajar otodidak, dengan belajar lewat private, dengan belajar melalui kursus menulis akhirnya ia menjelma bisa menulis apa saja dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Nulis artikel ia bisa, nulis buku anak ia jago, nulis buku nonfiksi oke,apalagi fiksi mau novel, cerpen, puisi, semua oke. Penulis multitament ini memiliki semangat belajar yang tinggi. Ini yang pernah saya dapatkan di kelas menulis waktu saya ajarkan beberapa waktu lalu. Penulis berbakar yang bisa semua genre. Penulis yang mau belajar dan tentu saja praktek, karena menulis tanpa pernah ada karya itu, nothink! Karya adalah bukti nyata menjadi seorang penulis. Karya juga adalah jejak prasastinya para penulis. 

Tiga tipe lagi nanti saja ya kapan-kapan saya lanjut sekarang sudah sore, saatnya bikin laporan kerja dulu. Semoga menjadi refleksi sejenak untuk para penulis ya. 

Salam Inspirasi 

2 comments:

Powered by Blogger.