Menu
/

www.ernawatililys.com - Menulis bagi saya sudah kegiatan sehari-hari. Bahkan hari libur pun, saya menulis. Sekalipun hanya di blog atau dibuku tulis. Nggak harus mantengin laptop atau hp. Buku tulis, kertas hvs, bisa jadi media kedua saya untuk tetap menulis.


Mau menulis fiksi atau non fiksi
cerita anak atau umum
artikel atau resensi
Bagi saya yang penting adalah BERANI MENULIS.

Karena kalau saya amati, banyak penulis yang sudah takut duluan? 
Ketakutan akan tulisannya jelek. 
Nggak percaya diri.
Belum bisa bagi waktu untuk menulis (setiap jam sibuk) 
Bingung mau menulis dari mana? 
Tidak mengenali minat menulis di mana?

"Teh Erna, saya mau nulis blog. Tapi malu takut ada yang baca",  kata sesembak.
Namanya di blog sendiri, editornya sendiri, klik tombol publish sendiri, lalu takut akan tulisan sendiri. Padahal sekecil apapun yang kita tulis bisa sangat berarti bagi orang lain.



Saya ambil materi dari buku Ubah Tulisan Jadi Trasferan ya :
Kalau ada yang sudah punya buka halaman 5
Menurut Alif Danya Munsyi dalam bukunya "Jadi Penulis Siapa Takut?" (2012, halaman : 2), karya tulis dibagi menjadi beberapa genus : 
1. Fiksi : cerpen, novel, drama, puisi
2. NonFiksi : Berita, kritik, esai,kolom.

penjelasan :
  • Cerpen adalah karya fiksi yang jumlah halamannya terbatas. 
  • Puisi : bait yang memiliki makna 
  • Drama : perbaduan cerita yang dibuat dengan gerak para lakon. 
  • Novel : Karya fiksi yang jumlah halamannya tak terbatas

Untuk non fiksi sudah pasti semua yang ditulis harus berdasarkan sumber yang jelas, narasumber yang dapat dipertanggung jawabkan. Pembagian ini pun akan bertemu kelas lagi, yaitu sesuai usia pembaca. Tapi semua bisa jadi penulis berbagai genre, asal mau belajar dan tak bosan berlatih.

Menulis buku yang paling sempurna itu butuh waktu panjang. 
Jadi jangan takut pada ketidaksempurnaan dalam menulis. 
Jadilah penulis yang terus belajar.

Saya harap teman-teman di sini mampu mewujudkan ikrarnya semua ya. 
#2019punyabukusolo . Bagaimana caranya bisa japri saya. Asal mau menulis dan menyelesaikan naskah.

Jangan mau punya karya, tapi tidak mau berusaha.

Bagaimana menulis buku anak? Mudah, ada tekniknya
Bagaimana menulis artikel dan tembus media? Ada caranya.
Sebelum kita memilih satu bidang penulisan, usahakan taaruf, dekati, kenalan terlebih dahulu. 
Mau menulis buku anak islami, baca minimal 10 buku anak. 
Mau kirim artikel ke media A, baca media A, minimal 10 artikel.
Boleh sesi tanya jawab
Silakan, dipahami dan jika ada yang ditanyakan, ajukan ke moderator malam ini ya.

Nurrohmah Hidayati
Kelompok 6
Mau mengajukan pertanyaan ke Mbak Erna.
Bagaimana caranya agar blog saya banyak pengunjungnya? Saya sudah punya blog cuma masih belum rapi tampilannya, gaptek banget soal blog. Jadi kalau ada kompetisi bloger saya merasa belum pantas berpartisipasi.
Nurrohmah Hidayati Kelompok 6 Mau mengajukan pertanyaan ke Mbak Erna. Bagaimana caranya agar blog saya banyak pengunjungnya? 

Jawab : kalau saya sering menulis gaya curhat. Kenapa? Pengunjungnya lebih murni. 
Ketika saya menulis HPL (lahiran saya telat) itu pembacanya sampai puluhan ribu pengunjung. Baik bapak-bapak atau ibu-ibu yang sedang berjuang melahirkan. Gaya curhat itulah yang setiap hari viewnya ribuan. Jangan pikirkan tulisan saya jelek, masa nulis cerita keluhan sih. Nggak apa-apa. Asal bagi tipsnya juga. Atau cara mengatasi. Untuk tampilan blog. Sekarang banyak template gratisan yang bagus. Tinggal unduh, tempel, asal rajin atur lagi tataletaknya. Kalau sibuk, banyak yang menawarkan jasa desaign.

ana queen kelompok 8:
ijin tanya :
Menulis itu buat sy bukan hal yg mudah , lantas apakah dalam menulis selalu  dituntut kesempurnaan? dari  semua sisi ?

Jawab : Menulis buku yang paling sempurna itu butuh waktu panjang. 
Jadi jangan takut pada ketidaksempurnaan dalam menulis. 
Jadilah penulis yang terus belajar.

Nama: Qiana Arlantia
Kelompok : 12
Bagaimana cara  mengetahui sebenarnya tulisan kita lebih condong kemana?
ana queen kelompok 8: ijin tanya : Menulis itu buat sy bukan hal yg mudah , lantas apakah dalam menulis selalu dituntut kesempurnaan?

Jawab : Banyak penulis senior yang harus berjuang mengedit naskah berulang kali. Hingga naskah itu layak diterbitkan. Lalu bagi penulis pemula, yang tak memoles naskahnya, langsung menjudge tulisannya jelek, memangnya pemula lebih hebat dari penulis senior? Semua sama butuh proses panjang. Hargai proses menulis. Berjalannya waktu akan mampu mengolah kata dengan baik dan bijak.

Kelompok 17 Nama: Heni Kurniawati Apakah seorang penulis harus bisa menguasai semua genre? Kalau hanya fokus di salah satunya bagaimana?

Jawab : Satu saja lebih bagus. Untuk personal branding. Contohnya: Heni Kurniawati - penulis buku anak. Itu brandingnya langsung dapat


Nama: Qiana Arlantia Kelompok : 12 Bagaimana cara mengetahui sebenarnya tulisan kita lebih condong kemana?

Jawab : Biarkan menulis setiap hari. 
Tulisan mana yang membuatmu merasa jadi dirimu. Merasa bahagia ketika menulis. Merasa bebas tanpa ada tekanan. 
Jangan paksa dirimu menulis artikel, namun dirimu malah otot pegal2 
Memaksa menulis buku anak, malah bikin dada sesak. 
Menulislah terus dan kenali dirimu sendiri lewat tulisan-tulisanmu.


Nama: Ana Anggraini Kelompok: 6 Tanya: Saya sedang ada proyek menulis cerpen genre teenlit bersama. Namun, tulisan saya belum selesai. 

Jawab : Refreshing dahulu. Sebelum menulis tenangkan diri, lakukan hal yang disukai. Masukkan imun bahagia dalam tulisan. 

((Ini sebagian pertanyaan yang diupload, semuapertanyaan sudah dijawab di channel dan via japri saat konsultasi))


Salam Inspirasi 

1 comment:

Powered by Blogger.