Menu
/

www.ernawatililys.com - Ada yang sudah baca novel Embun di Atas Daun Maple? Novel yang begitu indah baik puisinya maupun jalan ceritanya. Kini, novel tersebut ada sekuelnya berjudul Ketika Embun Merindukan Cahaya. Membaca dua novel ini nggak bakalan rugi karena penulis mampu menyihir pembacanya dengan puisi, diksi sekaligus menyisipkan ilmu tanpa menggurui.

Bocoran dari Novel Embun Di Atas Daun Maple yang berkisah tentang pemuda muslim asal Teluk Kuantan - Riau, bernama Sofyan atau Fyan. Fyan ini mendapatkan beasiswa ke Kanada. Fyan yang berhati lembut ini membuat orang disekelilingnya menyukainya. Bahkan teman-teman Fyan yang berbeda negara dan agama pun mereka menyukai sosok Fyan.  Fyan dan sahabat-sahabatnya yaitu Felix, Fritz, Kiara, Olivia dan Eva, saling mengisi dan berdiskusi banyak hal termasuk keyakinan. Fyan selalu saja bijak dan menjawab dengan pengetahuannya tentang Islam yang ia pelajari sejak kecil. 

Sikap Fyan yang santun dalam bergaul dan berdiskusi ramah tentang lintas agama ini membuat teman-temannya yang berbeda agama sekalipun selalu menghormati Fyan. Hal ini pula yang menyebabkan sahabat Fyan yang kritis dalam berdiskusi ternyata memiliki niat memeluk agama Islam. Bukan hanya itu sosok Fyan pun selalu dibayang-bayangi oleh secret admirer yang setia. Kira-kira siapa ya? 

Penasaran dengan kelanjutan kisah Sofyan dan Kiara dalam Embun di Atas Daun Maple? Novel ini jawabannya. Novel yang membuka cakrawala tentang agama Islam dan Kristen Ortodoks dengan sangat luas, bjak, dan indah tanpa terjebak jadi jumawa dalam keislaman. Hadis Mevlana pantas saya idolakan. Salut! saya sangat berminat memfilmkannya. [Aditya Gumay, penulis skenario, sutradara, dan produser film]

Saya setuju sekali dengan testimoni dari Bang Aditya Gumay. Novel Ketika Embun Merindukan Cahaya begitu luarbiasa, penyajian diskusi yang apik, puisi yang cantik, serta novel ini menceritakan dengan bijak serta runut yang akan membuka wawasan baru bagi para pembaca tentang Islam dan juga Kristen Ortodoks. 

Informasi terkait dengan novel Ketika Embun Merindukan Cahaya :


  • Judul : Ketika Embun Merindukan Cahaya
  • Penulis : Hadis Mevlana 
  • Penerbit : Tinta Medina, Creative Imprint Of Tiga Serangkai
  • Genre Novel : Religi Islami
  • Tebal : 340 + xi halaman
  • ISBN : 978-602-0894-97-3
  • Terbit : 2018 

Searif Malam

Bisakah kita searif malam
Mendingin sejenak
Meregang saraf
Menakar rindu bersama setaman embun

Dengan sesekali lirih melagukan CINTA
Sejenak mencelupkan diri dalam bejana-Nya
Menyusun kembali perasaan yang berserakan 
Merangkai rindu yang berantakan


Puisi Searif Malam ini menjadi pembuka manis pada bab 1  novel Ketika Embun Merindukan Cahaya. Dilanjutkan pada sepertiga malam oleh sosok utama Fyan yang melaksanakan sholat sunnah tahajud. Setelah barisan doa yang Fyan panjatkan, ia pun melipat sajadah marunnya. Tak lama sahabat sekamarnya yang berbeda keyakinan yaitu Felix menyapanya dan kemudian kembali menarik selimutnya.

Dua tahun perpisahan Fyan dengan emak dan Aini membungkus rindu yang begitu berat pun dengan kampung halamannya. Terbayang sosok Abah, lelaki yang mengajarkan nilai keislaman kepadanya. Sosok Abah yang juga jago mendawai biola dengan suaranya yang merdu yang kini kelihaiannya turun pada adiknya Aini.

Rindu akan bayang keluarga di Indonesia yang sebentar lagi akan berjumpa, Fyan pun ada satu rindu lagi yang meruak pada Kanada, teman-temannya di Kampus dan orang-orang Kanada yang ramah. Rindu yang saling tarik menarik ini selalu memberi warna pada hati Fyan.



Sosok Kiara, gadis bermata biru berkerudung ungu. Bukan hanya begitu taat pada ajaran Kristen Ortodoksnya, Fyan mengakui Kiara gadis yang cerdas. Selama mengajarkan private bahasa Indonesa, Kiara mampu menulis puisi indah dalam bahasa Indonesia yang di tulis di blognya. Aini salah satu pengagumnya dari Indonesia yang menyukai tulisan Kiara di blog. Kiara juga menjadi urutan wanita inspirasi Aini nomor dua setelah sosok emak.

Kiara masih merahasiakan keislamannya pada teman dan keluarganya. Kiara memakai kerudung diantara sebagaian orang memandangnya menjalankan pakaian yang biasa digunakan oleh perempuan pemuka agamanya. Sebenarnya, sebagian orang lagi sudah tahu bahwa Kiara berbeda, ia telah berpindah keyakinan.

Pada bab 11 tentang kitab Einstein, diskusi Fyan dengan sahabatnya Fritz, Eva, Kiara. Fritz yang masih meragukan kisah Ashabul Kahfi yang tak terjangkau dengan logika manusia. Di sini Fyan menjabarkan dengan detail.

"Iya...Einstein," Jawab Fyan menegaskan,"hari ini kita mengenalnya dengan teori relativitas Einstein. Sebuah teori yang sebenarnya sudah ada jauh sebelum Einstein merumuskanya. Seorang ilmuwan muslim bernama Yusuf ibu Ishaq Al Kindi, telah meletakkan dasar-dasar teori relatvitas ini terlebih dahulu. Teori tersebut ia tuliskan dalam kitabnya, al-Falsafa al-Ula, pada abad kesembilan masehi."

Eva dan Kiara takjub, sedang Fritz  masih kebingungan. Fyan dengan sabar menerangkan dengan penjelasan detail, rumus dan juga beberapa ayat Al-Quran yang terkait.


Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka. [Al-Kahfi : 18]


Ingat teman sekamar Fyan, Felix. Pada awal bab sosok Felix telah hadir. Pun dalam perjalanan novel ini diskusi Fyan dengan roommate-nya Felix yang bertanya ramalan tentang Nabi Muhammad dalam Taurat dan Injil. Felix penasaran tapi Fyan mengulurnya.

"Apakah ada manfaatnya bagimu? Atau, jangan-jangan pembahasan ini nantinya hanya membuat persahabatan kita menjadi renggang. Aku tak mau terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Ini masalah sensitif, Fel."

Fyan mengamankan persahabatan, namun karena Felix butuh pembuktian. Dialog panjang pun terjadi hingga Fyan dan Felix saling beragumen berdasarkan kitab suci mereka. Fyan pun menjelaskan dari sudut kitab yang diimani felix. Justru ini memiliki nilai plus dimata Felix, yang dalam hatinya dan masa lalunya membenci Islam. Namun, sosok Fyan jadi sahabat satu kamarnya menutup kebenciann yang selama ini ia sembunyikan.

Konflik menegang ketika ayah Kiara mengetahui putri semata wayangnya berpindah keyakinan.
"Tidak ada yang hilang Ayah. Tidak ada yang berubah dariku kecuali perbedaan iman diantara kita. Aku masih putrimu yang dulu. Aku akan selalu berbakti kepada Ayah dan Ibu, meski saat ini berbeda jalan yang kita tuju." [halaman 301].

Ayah Kiara terus meminta anaknya untuk kembali keajaran Kristen Ortodoks. Ibu Kiara terus menangis. Begitu berat bagi Kiara mendapati keadaan seperti ini. Bukan hanya  orangtua Kiara, tunangannya Hezron pun selalu membujuk untuk segera menikah dan kembali pada keyakinannya yang lama.

"Dan dengan iman yang baru saja tumbuh iini, sungguh masih sangat rawan bagiku. Apalagi Hezron begitu intens mengajakku kembali pada keyakinanku yang lama. Dia masih terus berusaha keras membujukku agar aku menikah dengannya.Please... jangan diam saja. Selamatkan aku, Fyan,kumohon."


Siapa yang mau baca novel ini? Mendebarkan sekaligus banyak sekali wawasan yang didapatkan setelah membaca novel ini.

Seru kan novel Ketika Embun Merindukan Cahaya, mau memiliki novel ini. Ikutan giveawaynya yuk, dapatkan SATU buah novel Ketika Embun Merindukan Cahaya ini.



Caranya :


  • Memiliki alamat di Indonesia untuk pengiriman novel ini
  • Wajib follow akun instagram @ernawatililys dan @hadismevlana
  • Enggak wajib, follow juga instagram @momsinstitute.
  • Share link postingan Blogtour dan Giveaway Novel Ketika Embun Merindukan Cahaya ini di twitter dengan mention @ernawatililys beri tagar #KetikaEmbunMerindukanCahaya dan mention atau tag tiga orang temanmu. Apabila nggak punya twitter, boleh share di facebook, mention Ernawati Momsintitute jangan lupa pakai tagar juga ya #KetikaEmbunMerindukanCahaya.
  • Tulis  pernyataan di kolom komentar postingan ini : Alasan kamu ingin novel Ketika Embun Merindukan Cahaya?
  • Tulis juga data diri seperti :

1. Nama
2. Akun Facebook
3. Akun Instagram
4. Akun twiter

Contoh ya : "Aku mau novel Ketika Embun Merindukan Cahaya, karena suka puisi-puisinya."
Nama : Ernawati Lilys
FB : Ernawati Momsinstitute
Twitter : @ernawatililys 
Instagram : @ernawatililys. 


Giveaway ini berlangsung dari tanggal 29 April hingga 5 Mei 2018. Pemenang giveaway akan diumumkan di sini juga pada tanggal 10 Mei 2018. Yuk  ikutan teman-teman dapatkan novel Ketika Embun Merindukan Cahaya ini, rekomended banget novelnya.


***Pengumuman Pemenang Giveaway***

Rasanya ingin semuanya mendapatkan novel keren ini, namun hanya satu yang jadi pemenangnya. Doakan ya semoga next ada giveaway lagi yang hadiahnya lebih banyak.

Pemenangnya adalah Musabbiha El Abwa.

Terima kasih untuk para peserta yang telah ikut berpartisipasi. Untuk pemenang jangan lupa DM ke instagram @ernawatililys ya untuk alamat pengiriman novel ini.

Salam Inspirasi


40 comments

Novelnya bikin penasaran, bagus sekali untuk referensi bacaan islami. Konfliknya terasa berat antara orangtua dan anak apalagi beda keyakinan.

Reply

Jadi ini squel dari yang pertama ya, hm. Aku juga belum baca yang seri awal, Mbak. :D

Reply
avatar
Emmi yunidar

Sy ingin skali mndapatkn novelnya, tp sy tdk paham mngenai giveaway, sy jg tdk punya twitter n instagram, sy cm pnya fb,
Sy ingin skali mmilki novel "ketika embun merindukan cahaya" karna sy yakin novel ini tdk kalah bagus dr novel sblmnya "embun diatas daun maple" yg sdh sy bc.

Reply

Aku ingin novel Ketika Embun Merindukan Cahaya karena suka bahasa puitis dan sangat kaya diksi. Jadi belajar bahasa sekaligus menikmati cerita. Benar-benar surga dunia.
Nama: sakifah
Akun Facebook: Sakifah Ismail
Akun Instagram: kifa_sakifah
Akun twiter: @sakif4h

Reply

Aku mau novel "Ketika Embun Merindukan Cahaya" karena saya suka dengan novel dengan latar luar negeri ditambah genre religi islami (salut sama penylisnya, bisa syiar islam lewat tulisan) dan satu lagi aku penasaran sama ceritanya karena judulnya.

Nama: Nur Musabikah
Akun Facebook: Musabbiha el Abwa
Akun Instagram: @musabbihaabwa
Akun twitter: @N_Musabikah

Reply

Novel yang menggugah hati dan keimanan, bergenre lengkap. Semoga bisa menulis novel yang seindah ini. Amin

Reply

Aku mau novel Ketika Embun Merindukan Cahaya, penasaran sama isi bukunya secara lengkap
Nama: Eliya Yusda
FB: Eliya Yusda
Instagram: @eliyayusda27
Twitter:@eliyayusda

Reply
This comment has been removed by the author.

Saya ingin novel "Ketika Embun Merindukan Cahaya" karena saya suka baca novel.
Nama: Khoirunnafi'ah
Instagram: @khoirunnafiah_
Facebook:Khoirunnafi'ah
Twitter: @zahrazizi55

Reply

Saya mau novel "Ketika Embun Merindukan Cahaya" karena saya suka dengan novel islami dan suka puisi"nya

Nama:Yuli uswatun hasanah
Akun Facebook:Yuli uswatun hasanah
Akun Instagram:yulihasanah

Reply

Saya mau novel "Ketika Embun Merindukan Cahaya" karena saya suka novel bergenre islami dan settingnya berada tidak hanya di satu negara. Oleh karenanya saya dapat mengambil hikmah serta wawasan didalamnya.
Nama : Bella Cristiana Dewi
FB : Bella Cristiana
IG : @bella_cristiana

Reply

Dari ulasan singkat ini sepertinya novel ini latak dibaca. Banyak sisi rahasia hidup dan keberagaman agama yang terpecahkan di novel ini sepertinya.

Suka nih sama genre begini. Di toko buku masih ada kan Mba? Penasaran mau beli langsung di Gramedia, biar cepet baca hehe..

Reply

Pastinya pertarungan batin yang kuat saat mengetahui ada seseorang yang dekat berubah keyakinan.Semoga novelnya banyak menginspirasi orang untuk berbuat lebih baik lagi

Reply

Bukunya nampak wajib di baca.. semoga dapat menginspirasi banyak orang..

Reply

Saya ingin novel " ketika embun merindukan cahaya " karena ada beberapa hal
1. Settingan Latar yg berada di Kanada tentu menarik dan memberikan pengetahuan baru tentang kondisi muslim di negeri muslim sbg minoritas.
2. Bahasanya yg puitis memperkaya kosa kata bahasa saya.
3. Penasaran bagaimana penulis mengemas isu agama yg sekarang menjadi pembahasan sensitif dalam sebuah novel.

Ig/ twitter :@anis_khoir01
Fb : Anis Khoir

Reply

Iya konflik lainnya juga tak kalah seru antara Fyan dan teman-temannya yang berdiskusi lintas agama

Reply

Walau nggak baca yang awal, penulis mampu menceritakannya dengan apik di novel keduanya. Jadi masih tetap nyambung :)

Reply

Semoga beruntung ya Mba. Tunggu pengumuman berikutnya. Terima kasih telah berpartisipasi.

Reply

Semoga beruntung ya Mba. Tunggu pengumuman berikutnya. Terima kasih telah berpartisipasi.

Reply

Semoga beruntung ya Mba. Tunggu pengumuman berikutnya. Terima kasih telah berpartisipasi.

Reply

Amiin, semangat menulis Mba, ketika kita mampu menuliskannya pasti bisa.

Reply

Semoga beruntung ya Mba. Tunggu pengumuman berikutnya. Terima kasih telah berpartisipasi.

Reply

Semoga beruntung ya Mba. Tunggu pengumuman berikutnya. Terima kasih telah berpartisipasi.

Reply

Semoga beruntung ya Mba. Tunggu pengumuman berikutnya. Terima kasih telah berpartisipasi.

Reply

Semoga beruntung ya Mba. Tunggu pengumuman berikutnya. Terima kasih telah berpartisipasi.

Reply

Masih ada Mba, baru launching. Bisa juga hubungi penulis atau sosial media penerbitnya di instagram. :)

Reply

Iya Mba, terkadang justru pesan kebaikan itu sampai dari kita membaca buku fiksi atau novel karena kita sebagai pembaca terbawa emosional para pemain sehingga lebih peka dan memahami keadaan orang lain.

Reply

Amiin,terim kasih BangDoel sudah mampir.

Reply

Semoga beruntung ya Mba. Tunggu pengumuman berikutnya. Terima kasih telah berpartisipasi.

Reply

Wah sepertinya menarik ya ceritanya. Ada nilai2 keberagaman kebhinekaan dalam balutan religi. Saya ga suka baca novel tp akan merekomendasikan nih kalau ada yg nanya.

Reply

Novelnya kayanya bagus nih, belum terasa bagus kalau belum saya miliki ��.
Apalagi ada cerita keberagamannya, pasti lebih seru

Reply

Aku dah punya kedua novelnya, ngarep ada yang ketiga hehe. Biar tahu akhirnya si Fiyan ngapain hahaah spoiler dah.Sukses ya mbak buat GA-nyaaaaa :D

Reply

Dan aku belom baca dari buku pertamanya. Kudet amat yak. Kasih aku referensi buku-buku bagus dong mbak.

Reply

Save dulu. Nanti balik lagi buat ikutan giveaway nya ah

Reply

Nama dari tokoh tokohnya itu unik, menurut saya benar benar Islami banget. Saya penasaran sekali, dengan genre dari buku tsb. Penasaran akhir cerita dari mereka itu akan seperti apa nantinya. Saya kira ini buku puisi & buku sejarah islami yang dipadu padankan dengan sejarah ilmuan gitu ternyata bukan, saya sempat gagal fokus ternyata hehe

Nama : Zakiah Nur Zalzilah. NamaPena: Qia Nur Mala
FB : Zakiah Nur
Twitter : -
Instagram : @kiah_n

Reply

Baik,terimakasih mas Unggul. Novel rekomendasi ini bacaannya penuh ilmu juga.

Reply

Sama Mba, aku juga punya kedua novel ini dan penasaran dengan yang ketiga :)

Reply

Salah satunya buku ini, buku yang bagus fiksi tapi banyak fakta yang menarik. Bisa beli kedua novel karangan Mas Hadis Mevlana ini.

Reply

Oke terima kasih sudah mampir dan mau ikutan giveaway menarik ini.

Reply

Semoga beruntung ya Mba. Tunggu pengumuman berikutnya. Terima kasih telah berpartisipasi.

Reply

Powered by Blogger.