Menu
/
Club Novel - Keluarga FLP Bekasi

Ketika Aku Mengenalmu Di FLP 


Inilah sebuah awal kisah pertemuan aku dan kamu serta dia (FLP). 2008 menjadi tahun aku mulai merekam gerakmu, menyimpannya rapat dalam kekaguman dan hingga saat ini menjadi magnet semangatku untuk bergerak terus.


Aku yang kekanakan dan kamu yang penuh panutan. Aku yang manja dan kamu yang bijak. Aku yang introvert dan kamu yang ekstrovert. Aku yang senang di pojokan dan kamu yang humble di setiap pertemuan. Awalnya aku tak pernah yakin akan memiliki seorang teman. Karena aku tak tahu mulai dari mana cara berkenalan dengan orang lain. Bisu! Ya, aku ini tak bisa berbicara banyak. Hanya berdiam diri menyaksikan jalinan persahabatan teman-teman yang lainnya. Lirikan dari matamu serta senyuman ramahmu mampu menembus dinding es yang telah aku bangun.

Waktu berlalu, pertemuan demi pertemuan di FLP hanya jadi saksi bisu antara aku dan kamu. Ya, kamu yang ternyata sosok kakak yang ramah. Kakak yang hangat dan selalu membuatku kuat. 

Ketika aku merengek ingin menyerah dalam berkarya, kau peluk aku dan membimbingku dengan kelembutan hatimu. Aku nyaman dan merasakan hadirku ada yang menerima, itulah kamu, Bunda Aprilina Prastari. 

Pertemuan aku dan kamu adalah sebuah takdir, satu lingkaran dalam barisan calon angkatan V FLP Bekasi pada tahun 2007. Aku dan kamu pun telah melewati 9 bulan wajib militer versi FLP Bekasi. Alhamdulillah, aku dan kamu lolos dan ikut inaugurasi di situ gintung. 10 tahun waktu berlalu, kamu masih saja sama membersamaiku dalam satu group dan kitalah sisa-sisa puing pasukan angkatan V yang bertahan.

Terkadang aku malu, tak banyak berkarya sepertimu, Bunda. Tetapi engkau selalu memberiku kejutan-kejutan yang membuatku luluh dan kembali menapakai jembatan karya yang begitu panjang.

Bedah buku - dalam satu karya antologi bersama


Aku dan Kamu?



Bunda Aprilina Prastari, angkatan V FLP Bekasi. Penulis buku dan pemerhati komunikasi keluarga. Founder Mother On Mission ini memberi warna baru untuk para ibu dan komunitas perempuan. Menjadi jembatan untuk ibu-ibu yang ingin mendapatkan ilmu seputar parenting, dunia wanita, melek internet bahkan juga membuka peluang usaha. Banyak sekali kegiatan yang telah berlangsung seperti yang telah diliput pada Dream.co.id

Sumber foto : Dream.co.id 
Community marketing agency bernama Mothers on Mission menggelar sebuah acara bertemakan “ Menjadi Ibu Bahagia dan Produktif di Era Digital” pada Sabtu, 16 Desember 2017.

“ Sebagai perusahaan yang peduli pada ibu dan komunitas perempuan, kami ingin agar ibu merasa bahagia dalam menjalankan tugasnya sehari-hari dan produktif dari rumah. Karena jika seorang ibu tidak bahagia, dampaknya tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga ke anak dan suaminya,” papar Aprilina Prastari, salah satu Founder dari Mothers on Mission. (sumber : 1).

Luar biasa sekali kiprah Bunda April ini. Aku begitu salut, diantara kesibukannya sebagai working mom, ibu dua putri, dosen, aktif di berbagai komunitas, mentor kepenulisan bahkan memiliki dua blog yang inspiratif sekali.

Blog pertama yaitu http://aprilinaprastari.blogspot.co.id/ berisi tentang parenting, komunikasi, dunia menulis, serta keseharian dari bunda April. Aku senang membaca blog bunda April ini bagaimana emosi aku yang sedang belajar bertahap melepas anak ke dunia sekolah, belum tahap masuk pondok pesantren atau boarding school seperti putri pertama bunda April. Setidaknya baca postingan dari bunda April membuatku tenang dan belajar berdamai dengan hati agar menjadi ibu yang bijak untuk mendukung pendidikan terbaik anak-anak.



Blog kedua ini super romantis, karena suami istri saling posting dan berbagi informasi di blog http://www.komunikolog.com/. Banyak info tentang jurnalis, media serta ilmu komunikasi tercium kental untuk duo pasangan keren ini.


Karena Kamu Itu Baik dan Perhatian.....

Berkibar dan di posisinya yang bersinar, tak membuat bunda April lupa akan teman-teman seperjuangannya. Hal inni terbukti, bahwa ketika acara Munas waktu lalu, ia sempat satu group yang ingin berangkat ke Munas. Namun sayang, aku tak jadi berangkat karena ketiga anakku sakit dan selanjutnya diriku.

Ketika sakit aku tidak banyak bercerita atau memberi tahu teman-teman. Namun senang sekali ketika disapa oleh Bunda via whatsapp dan pembicaraanpun mengalir. Tak terduga kami berdua masuk nominasi terpuji. Dalam kondisi sedang sakit sekeluarga, kemudian pembayaran jasa menulis goshwriter yang nyaris tidak dibayarkan, serta sekelumit ujian kehidupan yang bertubi. Semua ku pendam sendiri. Namun, kesabaran selalu menemukan muara yang Indah. Dapat kabar masuk nominasi salah satunya yang membuatku bahagia,walaupun tidak menang.

Sumber Bekasi Media 

Bunda April masuk nominasi kategori penulis Esai Terpuji dan kategori buku non fiksi terpuji. Sedangkan aku masuk nominasi kategori penulis resensi terpuji. Berbicara resensi buku, aku sebenarnya belajar otodidak, bermodal keberanian ingin memberitahukan bahwa buku temanku (bunda April yang berjudul 77 Kesalahan Orang Tua Yang Membahayakan Kesehatan dan Keselamatan Anak). Aku beli di Gramedia, lalu mencoba mengirimkannya ke koran Jakarta. Ternyata tayang baik versi online dan koran. Senang sekali, resensi perdanaku tembus ke Koran Jakarta.Kemudian semacam ketagihan menulis resensi maka dalam kurun tahun 2015 aku membaca 100 buku serta mengirimkannya ke berbagai media, baik koran, majalan, website online,bahkan menuliskannya di blogku sendiri. Tak disangka dari resensi inilah salah satu menuju jalan ke dalam Anugerah Pena 2017.

Ketika aku sedang masa pemulihan, masih lemas dan tidak menulis nyaris 20 hari lamanya.Biasanya aku tidak pernah meninggalkan kecintaanku pada dunia tulis menulis ini, sekedar nulis status, update di dua blogku baik di www.ernawatililys.com maupun di www.momsinstitute.com. Entah seperti kehilangan gairah.Namun paketan sore dari seorang kurir membuat genangan air bening membasahi wajahku. Dadaku pun ikut menghangat dengan sepucuk surat yang membuatku kuat.


Dear Erna, satu-satunya teman di angkatan V yang terus bertahan bersamaku di FLP Bekasi. Untuk semangat berkarya dan persahabatan yang tulus. Terima kasih. Love-April. Dri Munas, 4 April 2017.

Bukan kali ini saja genangan bening di kelopakku mendadak banjir. Kebaikan hati bunda April membuatku kuat selalu dalam menanjaki jejak karya ini. Bahkan ketika bunda April pulang dari Aceh. Tak lupa oleh-oleh kembali diberikan lagi kepadaku.

Bros cantik Aceh dari bunda April

Terima kasih untukmu, kakak yang membuatku kuat.
Terima kasih untukmu, sahabat yang memelukku erat.
Terima kasih untukmu, kenangan indah yang terus berjejak.

Inaugurasi Angkatan V - 2008



Referensi :
(1) https://www.dream.co.id/community/mothers-on-mission-jadi-ibu-bahagia-produktif-di-era-digi-171219c.html
http://bekasimedia.com/anggotanya-masuk-nominasi-anugerah-pena-2017-ketua-flp-bekasi-mengaku-bangga/




Salam Inspirasi

6 comments

Masya Allah emang hangat persahabatan dengan Mbk April ya, aku pertama ketemu langsung ngefans.

Reply

Senangnya punya sahabat yang perhatian dan menguatkan, di mana pun berada jadi ada semangat dan selalu bahagia.

Reply

selalu terharu dengan kisah persahabatan. Apalagi mereka yang selalu memiliki karya dan bermasyarakat. Sukses untuk keduanya ya.

Reply

Iya Mba Naqy, teman seperjuangan yang masih tetap bertahan dan terus berkarya. Semoga dilanggengkan persahabatan ini. Amiin.

Reply

Huum sahabat ssalah satu jejak-jejak teman seperjuangan yang akan selalu dikenang.

Reply

Amiin, terimakasih sudah berkunjung dan terima kasih juga untuk doanya. Doa yang terbaik juga untukmu.

Reply

Powered by Blogger.