Menu
/

“Apa yang kamu lakukan itu jahat, Rangga!” Cinta menundukkan kepala, jatuh bulir bening membasahi wajahnya.

“Kalau jelek ya bilang jelek, Fakta! Bukan cari muka apalagi sensasi belaka!” Rangga mendingin. 
“Nggak ada yang sempurna, semua provider itu sama! Blackcampaign banget nanti kamu jatuhnya.” Cinta perhatian.
“Nggak kok, itu memang gayaku, bukan brieft atau ada yang memaksa atau mengikuti gemuruh suara konsumen berkasta rendah yang mengeluarkan cacian.” Rangga melempar pandangannya ke jendela. 

Desah nafas beratnya sebenarnya ingin mengakhiri percakapan yang tanpa ujung ini. Namun terkadang perbedaan pola pikir antara pria dan wanita hanya akan terjadi gesekan pendapat yang menyakitkan. 


Erna melirik ke arah sahabatnya Cinta. “Cin, sudahlah jangan bersedih lagi, itu pilihan Rangga!” Tangan kanan Erna mengusap punggung Cinta, “Tetap posting-posting saja kita mah, terus menebar kebaikan lewat tulisan, seperti Blogger FLP.” Tutup Erna. Cinta mengangguk dan mengusap pipinya. Kemudian bediri dan pamit meninggalkan Rangga. 
Rangga terlihat tidak suka dengan akhir percakapan ini sambil melirik tajam ke arah Erna dan berkata, “ Er, kamu bilang apa sih?” 
Erna bergegas bediri dan kembali mengulang pekataannya “Blogger FLP itu menebar kebaikan lewat tulisan, yuk jadi blogger yang syar’i. Rangga mau gabung?”
“Er, kamu kok mirip nenek-nenek bijak sih?”
Kini giliran wajah Erna yang terlihat ditekuk, mendengar Rangga yang menyamakannya dirinya dengan nenek-nenek. Apa ini bawaan Rangga dari lahir ya, setiap berkata selalu menyebalkan. Pantas aja Cinta korban perasaan terus. 
“Duh, kamu mending ikut jadi Blogger FLP, biar susunan kalimat maupun percakapanmu enak dibaca dan didengar, Rangga!” Tegas Erna.
Bibir Rangga menyungging, karena hari ini dia dapat dua protes dari Cinta dan Erna. Terlalu lama memberi jawaban, Rangga pun ditinggal Cinta dan Erna sendirian di Taman. 
****

Cinta memasuki Kedai Bakso Syar’i yang semua interiornya bernuansa hijau mulai dari cat, bangku, meja, sendok, garpu, mangkuk, gelas, jus, sampai baksonya dan mienya pun hijau. Mungkin inilah pilihan Cinta dan Erna untuk menghilangkan gemuruh emosi terhadap sosok Rangga yang menyebalkan. 
Di pojokan, ada gadis bermata sembab dengan tiga jus dan dua mangkok bakso, sendirian. Pesanannya cukup banyak di mejanya untuk seorang gadis. Ternyata lebih banyak lagi gumpalan tisu yang diremas-remas sekitar mejanya. Menanti adalah pekerjaan melelahkan dan mubazir. 
“Itu seperti seleb twitter, Milea. Sering muncul di berandaku. Kita gabung ke mejanya yuk?” Ajak Erna 
Cinta ‘lupin’ alias lupa-lupa ingat. Wajah gadis muda itu tak seceria di sosial medianya. Tetapi Cinta pun mengiyakan, karena tak tega melihat linangan airmata gadis muda itu. 
“Hai aku Cinta dan ini Erna sahabatku, boleh satu meja?” 
Gadis muda mengangguk dan beriringan dengan derai airmatanya. Suasana semakin sedih. 
“Kayaknya aku kenal kamu deh, Milea ya?" Erna membuka percakapan. 
“Ya, aku Milea.” 
Ternyata benar gadis bermata sembab itu Milea, seleb twitter yang aktif. Cinta dan Erna saling berpandangan. Seharusnya Milea ini wanita bahagia yang selalu digombalin Dilan. Apalagi Milea dan Dilan aktif di twitter dan saling kompak bagi cerita. “Milea ada yang bisa Kak Cinta bantu?” Cinta penasaran.
“Begini Kak Cinta, aku dilarang Dilan jadi Blogger!” Milea kembali menangis, kata Dilan, “Jangan jadi Blogger, Berat! Terus Dilan Menghilang nggak ada kabar hingga aku pesan bermangkok-mangkok bakso.
Hmmm berat sih, tapi kalau dibawa happy, terus nulis dan jalani pasti bisa juga. Blogger itu harus merawat blog, naikin DA dan PA, kalau ada yang mampir ke blog harus dikunjungi kembali atau BW balik agar silaturahmi semakin berjalan!” Erna menjelaskan. 
“Gapapa sih, blogger itu keren. Blog aja dirawat, apalagi kamu!” Cinta menunjuk ke arah Milea.
Sontak membuat Milea tertawa bahagia. Ternyata kali ini ada yang lebih gombal dari Dilan. 



“Terus gimana donk aku sama Dilan?”
“Memangnya Milea sama Dilan sudah menikah? Jika belum menikah berarti Milea cukup taat sama Allah dan orangtua.” Erna tegas.
“Belum, cuma happy-happy aja berdua. Saling jaga dan saling perhatian.” Milea tersipu. 
“Jawaban singkatnya pacaran.” Skak Mat Cinta kepada Milea.
Gadis bermata sembab itu menganggukkan kepala, kemudian tersipu. Sesaat rona merah diwajahnya tersapu lagi dengan kesedihan yang dikenangnya. 
***
Handphone cinta berdering, ada panggilan masuk dari Rangga. Ternyata lelaki berambut gimbal itu tidak menyerah mengajak Cinta untuk keluar Kedai Bakso Syar’i dan kembali mengajak bertemu di Taman. 
Cinta ternyata tak meresponnya. Kemudian ia sibuk membuka laptopnya dan men’conect’kan dengan wifi serta memulai menulis di blog dengan judul postingan “Blogger Penuh Cinta?” tentang curhatan pekerjaan blogger dan santun bermedia. Memang Cinta itu penuh cinta hatinya. 

Milea ikut membuat blog baru bersama Erna. Memulai step by step hingga akhirnya Milea punya blog untuk curhatnya. Wajahnya cerah dan senyumnya mengembang. Postingan perdana dari Milea yaitu “Yang Paling Berat Itu Timbangan Dosa!”

Sontak Erna dan Cinta terkejut. Tetapi isi tulisannya “ngena” banget untuk para remaja tak perlu lah merasa ini itu berat, karena jalan Jihad itu juga berat. Cukup ringankan langkah dan niat karena Allah by Milea.
“Subhanallah, adem.” Erna berkomentar. 
“BloggerFLP keren paling keren nih, baru daftar aja langsung action!” Cinta ikut berkomentar. 

Milea pun menuliskan status di Twitternya dan menyematkan link perdana blogpostnya tanpa caption apapun, banyak sekali yang merettwet, berkomentar mendukung tulisan-tulisan Milea berikutnya. Ada juga yang tidak suka dengan perubahan Milea dan dibilang aneh-aneh. Tetapi Milea tetap tersenyum lega, kini jalan yang dipilihnya membuatnya nyaman. Apalagi satu tulisan kebaikannya dibaca ribuan orang dan pahala kebaikan mengalir. Milea senang jadi blogger yang dapat berbagi tulisan yang positif. 

“Aku happy kamu telah menemukan kehidupan baru mu yang menyenangkan. Semoga kamu bahagia dengan keluarga Blogger FLP dan semakin sukses. Aku akan menghilang karena tak mampu membuatmu bahagia.” Dilan menuliskannya di kolom komentar Blogpost perdana Milea.

Tak hanya Dilan yang ingin menghilang dari Milea, ternyata Rangga sudah tenggelam dari Cinta entah kemana. Mungkin akan kembali beredar beberapa purnama lagi. 


Sampai berjumpa di Blogger FLP, tebarkan kebaikan lewat tulisan.




Sumber foto: keceh.com, casidah meme al occasion,google. 


Salam Inspirasi.

23 comments

Keren ini, juara deh juara! Mantap idenya.

Reply

aku gagal fokus ama fotonya yaaak

Reply

mileaaa kok kita samaan... kalo galau makannya banyak, hahaha
semoga menang ya ernaa. tulisannya keren :)

Reply

Blog aja dirawat apalagi kamu, wkwkwk. Quote on point nih :D

Reply

Kok sery ya, keren juga jadi blogger, blog aja dirawat apalagi kamu. mantap!

Reply

Ngena banget bacanya berasa lagi baca novel Bidadari Untuk Dewa 😊

Reply

Amiin, terimakasih doanya Mba Naqy.

Reply

Enyaknya Bobe ini bisa aja. Fotonya unyu-unyu semua ya :)

Reply

Dedek Naura terima kasih, kecup sayang untuk Dek Naura ya :)

Reply

Kakak kembar kesayang akuh, makasih banyak doa dan supportnya. Virtual kiss , muah :)

Reply

Makasi banyak Mba Anisa AE senang sekali mba mampir di cerpenkuh ini. #ketcup :)

Reply

Thank you sudah mampir :)

Reply

Terimakasih Dek Aisyah Putri. :) Semoga bisa nulis novel juga setebal Bidadari Untuk Dewa :)

Reply

Wah seru banget bacanya, ada-ada saja idenya. Milea,cinta kekinian ya

Reply

Aku pikir Milea ini bakal ngabisin bakso dan jus semua, perempuan di mana-mana kesel larinya makan ya. Ceritanya jleb.

Reply

Terima kasih telah membaca, semoga suka. :)

Reply

Iya, makan dan belanja adalah pelarian yang lumayan bikin mood kembali baik. :) Terimakasih sudah mampir dan membaca kisah ini.

Reply

keren bisa banget ni mba sambung2in dan kekinian banget heehee 😉 blog aja dirawat apalagi kamu tp nunggu halal y mba 👍

Reply

Terima kasih Mba Herva sudah mampir, iyes kekinian and HALAL its must. :)

Reply

Seperti baca novel,kereenn mba

Reply

Keren kak, kaya baca novel singkat hihi

Reply

dah lama banget gak jadi blogger. Rasanya seperti kaku, asing tapi gak asing, bingung, takut, aneh, menyenangkan... lumayan. jujur aja, kangen. Perjalanan blog saya seperti Kisah cinta yang belum kelar. heheheeh selamat pagi say

Reply

Powered by Blogger.