Menu
/

Ghost Writer atau si penulis bayangan, penulis hantu yang bisa ngetik tapi tidak diketahui siapa namanya dalam buku yang ia kerjakan. Ghost writer  bisa dipilih oleh penulis atau disediakan dari pihak penerbit.  Tugasnya adalah  mengeksplorasi ide, lalu menuliskannya, hingga naskah yang dikerjakannya selesai dan siap terbit. Tugas Ghost Writer membantu orang-orang yang ingin memiliki buku tetapi tidak memiliki kemampuan menulis, sedangkan namanya ingin tetap ada di cover buku. Maka ghost writer membantu menuliskan naskah tanpa ada namanya. Konon katanya bayaran ghost writer ini mahal. Yuk ikuti curhatku sebagai ghost writer, suka dan dukanya.
"Keren, dapat proyekan nge ghost writer terus" 
"Mantaf full deh diem-diem kalem isi rekeking mah dalem (berisi)"

Gitulah komen-komen orang terdekat saya, kalau tiba-tiba saya yang punya banyak group di whatsapp ini tiba-tiba menghilang dan tenggelam dalam deadline-an nge-ghost writer. Di satu sisi teman-teman saya ini senang banget, karena pikiran mereka saya ini dapat penghasilan yang pastinya gede lah, sesuai namanya GHOST WRITER. Di kalangan teman-teman penulis sudah pasti paham istilah ini dan tahu banget soal harga. Namun, memang semua terkadang harus mengakui realita yang terjadi bahwa nge-ghost writer itu nggak selalu dapat bayarannya super mahal. Malah ada juga yang nyaris sama dengan kita jual putus naskah kita ke penerbit (ini lebih manusiawi karena nama kita tercantum dalam buku). 

Kini saya mau berbagi pengalaman menjadi ghost writer suka dan dukanya :


Sukanya Jadi Ghost Writer


Bagi emak-emak penulis freelance kayak saya ini, sebenarnya dapat job itu sebuah rezeki banget. Mantan pekerja kantoran yang telah resign sejak anak pertama lahir dan sekarang lagi asyiknya menjadi Mama tiga anak balita, bisa hobi menulis sambil ngasuh itu luarbiasa. Maka sukanya dapat tawaran nge-ghost yaitu :


1. Ada job ada rezeki

Ini sih saya banget, yang selalu mengiyakan rezeki yang datang. Jarang nolak asal bisa dikerjakan di rumah. Kalau undangan event yang dapat fee besar sekalipun masih mikir panjang kalau harus boyong semua anak, nggak kuat diperjalanannya. Hidup merantau jauh dari saudara dan tidak mau bisa melepas anak tenang di daycare. Mending numplek-numplek di rumah. Rezeki kecil besar tetap disyukuri. 

Pun dengan tawaran ngeghos writer, yang konon katanya bayarannya mahal selangit. Iya in aja deh, semoga aja kapan-kapan saya mampu menyicipi indahnya dunia nge-ghost writer. Memang sekarang dapat berapa teh? Bisikin apa bocorin ya?

2. Cuma nulis, nulis, nulis.

Yang pernah jadi penulis pasti tahu gimana perjuangan menawarkan naskah ke penerbit satu, dua dan tiga. Menunggu naskah diterima. Royalti pun besar kecilnya tergantung penerbit dan penjualan buku juga sih. Nah nge-ghost writer ini kita cuma hanya nulis, nulis, nulis, kembangkan naskah hingga selesai. No mikir menawarkan penerbit. Oiya, kalau kita ngetiknya sesuai deadline, disukai agensi atau memuaskan klien bisa jadi dapat lagi, lagi, lagi orderan nge ghost writernya.

Baca juga : Membahas form pengajuan naskah ke penerbit

3. Tetap jadikan portofolio

Walau nge ghost itu nama kita nggak ada yang tercantum. Tetapi tidak ada salahnya kita tetap mencantumkan pada portofolio bahwa kita pernah nge ghost writer. Inilah yang kemudian akan menjadi bahan pertimbangan kita dan klien dalam menentukan harga jasa penulisan berikutnya.

Baca juga : Branding penulis


Segitu dulu ya sukanya, sekarang kita bahas dukanya. Yah, sama saja dengan hidup yang tak selalu manis. Kerja apapun pasti ada suka dukanya. Hadapilah, hadapilah (gaya lagu Agnes Monica...)

Dukanya Jadi Ghost Writer


1. Konon katanya feenya mahal, tetapi hidup itu berdasarkan realita 

Masih beberapa sahabat yang menganggap jadi ghost writer itu kece, karena bayarannya aji gile, gede! Hehehe, aminkan saja deh. Nyeseknya kalau mereka minta traktir (waduwww). Jadi kalau sebenarnya hitungan tenaga kita pas-pas'an jadinya gimana ya.  

Kenapa sih konon beredarnya ghost writer itu terkenal fee nya mahal? ya karena nama ia, pemikiran ia, dan jasa ia menyelesaikan naskah akan melebur saat dibayarkan. Nama ia hilang, tidak dicantumkan. Jadi kalau nggak dapat fee yang lumayan, jadi banyak penulis yang bilang mending jadi penulis dan jual putus aja ke penerbit. Yess, boleh. Silahkan semua ada pada pilihan hidup masing-masing. Kalau bagi saya karier itu berproses, dan kerja keras tidak pernah berkhianat pada hasil. Yuk, ah kerja lagi.

2. Nulis dan Mikir 

Terkadang dapat pesanan naskah tanpa wawancara, tanpa draf naskah. Cuma disebutkan namanya si Anu, profesinya Anu, bukunya mau tema Anu. Yowes, kembangkan ya. Cari semua data via internet. Baik si biografi pemesan, kesehariannya, meresapinya dan juga menuliskannya. Harus terbiasa yang sering review profil, saya termasuk mudah karena terbiasa review kawan-kawan blogger (jadi terbiasa dengan bahan seadanya dan mengembangkannya).

Jadi kalau nggak bisa kreatif mengembangkan naskah pasti nggak jalan. Bayangkan aja naskah sendiri aja nggak kelar, apalagi naskah pesanan yang deadlinenya nggak panjang-panjang pokoknya nulisnya ngebut. Jadi salah satu tantangan jadi ghost writer kita harus selalu punya stock ide kreatif. Cari sisi unik dan harus banyak baca juga. 

3. Modal di awal

Pernah dapat pesanan naskah tentang ilmu kesehatan? bisnis? atau jadi palugada alias apa yang elo minta gue ada. Yup, ghost writer ini kadang seperti ini. Darimana ia harus bisa menuliskan sesuai dengan referensi terpercaya. Beli buku, searching dan kadang wawancara orang lain yang berkaitan dengan naskah yang ditulisnya. Syujur-syukur yang pesan naskah mau diwawancarai. Kalau orang sibuk, ya wassalam. 

Jadi nge Ghost writer ini semacam jasa penulisan yang bikin modal di awal. Beli buku, searching-searching, wawancara. Semua pakai modal sendiri, nanti ketika naskah selesai baru deh cair pembayaran jasa kepenulisan tersebut. 

Nah, segitu dulu aja ya curhat dari saya. Semoga memberi semangat teman-teman dalam menulis. Bahawa proses yang baik akan selalu memberikan hasil yang terbaik. 



Salam Inspirasi
25 comments

Mengingat hasilnya lebih banyak, lebih suka jadi ghost writer. Tapi kadang diprotes sama penulis lain. :'D

Reply

Belum pernah jadi ghost writer. Pnegen sih dapat kesempatan itu.

Reply

Katanya sehalaman aja bisa puluhan ribu ya, Mbak, feenya?

Reply

wah baru tau mba isitilah ghost Writer mba, sebelumnya hanya tahu co-writer.
Keren banget ya bisa nulis semua bidang dan tema sesuai pesanan. keep writing mba, enaknya pekerjaan penulis ya itu bisa sambil jagain anak di rumah ya hehe

Reply

Pingin jadi ghost writer. Nunggu tawaran nih, hehe.
Yang penting harus tetap semangat menulis ya mbak :)


Reply

iya Mba, pilihan kebutuhan ya :)

Reply

Nulis di blog aja belum konsisten, baca ini kok malah tergiur pengen jadi ghost writer. Hadeh.

Reply

makasih sharingnya , jd tahu deh suka dukanya

Reply

Ga enaknya jadi ghost writer itu, nama kita nggak muncul

Reply

Bisa menulis dari rumah dan tetap berkarya. Menginspirasi.

Reply

semoga bisa ya mba, seru-seru sedap pokoknya :)

Reply

iya, bisa puluhan bisa ratusan ribu per halaman.

Reply

huum, itu juga alasan yang saya ambil. Bisa dekat dengan anak-anak.

Reply

iya, kuncinya adalah menyelesaikan deadline. nanti akan dapat job terus. sama tebar-tebar portofolio juga. :)

Reply

gapapa mba,mencoba hal baru. sambil menemukan passion juga.

Reply

sama-sama. terimakasih juga sudah mampir :)

Reply

iyup bener, kalau mau muncul maka nulis buku sendiri. Hehehe. Makasi mba kunjungannya :)

Reply

Amiin,makasi kunjungannya :)

Reply

Baru denger jenis pekerjaan ini. Wah... semoga sukses terus yah sama kerjaannya, dan penghasilannya terus bertambah dari sini. Amin.

Reply

Amiiin , terima kasih sudah berkunjung :)

Reply

Ga suka jadi GW, bukunya siapa, namanya siapa yang dicantumin. Kejam!

Reply

hahaha iya Nda, ini lagi buat nambah modal usaha :)

Reply

Wah semangat ngeghost writer ya mbak, saya dari dulu pengen tapi belum pernah dapat tawaran, hahahaa

Reply

Moga cepat dapat tawaran ya Mba,hehehe jadi asyik ada hal baru lagi.

Reply