Menu
/

Aku, tak ada yang mengenal aku sebelumnya. Kehadiranku selalu diibaratkan batu dalam semak, atau seperti angin yang tak terlihat. Di rumah, di sekolah, sosok aku ini hanyalah berteman buku. Tak ada teman-teman yang mengingatku dan ingin menjadi sahabatku. Kenapa aku begitu dingin bagai angin yang berhembus dari gunung es? Lebay memang, tapi itulah aku, introvert sejati dan pemalu, tak pandai berkomunikasi dengan orang lain, bahkan di keluargapun aku selalu dibilang anak pendiam. Aku lebih banyak menulis di buku harianku, semua masalahku, kenangan, dan impian.

Setelah SMA aku pergi merantau untuk kuliah dan bekerja serta dalam pencarian jati diri untuk mengenal bakat terpendamku, apakah menulis atau lainnya. Tekad sudah bulat untuk keluar dari zona nyaman keluarga.

Merantau Dalam Kesepian dan Bertemu Keluarga Baru


Di tanah kelahiran saja tak ada teman, apalagi di tanah rantau. Sunyi senyap setiap harinya. Kerja dan hanya menghabiskan waktu dengan bekerja, serta aku juga tak bisa kuliah karena jam kerja yang padat. Aku tulis kesendirianku dalam buku harian. Aku jadi sedih, ingin belajar menulis yang baik namun tak tahu dimana.

Hingga suatu hari, aku pindah tempat kerja. Di tempat kerjaku yang baru aku bisa kuliah. Hari-hariku sebagai mahasiswi yang sambil bekerja cukup padat, Jawaban dari doaku disebuah taklim muslimah, ada seorang ukhty yang menyebutkan FLP, Ukhty tersebut memberikan sebuah nomor ponsel dengan sebuah nama Kak Wiek.

Langsung kuraih handphone dan mengetik SMS ke nomor yang diberikan. Bagai gayung bersambut, smsku dibalas cepat. Kebetulan juga sedang buka pendaftaran angkatan 5. Aku segera mendaftarkan diri.

Kak Wiek ini begitu baik hatinya, tak pernah bertemu tetapi selalu memberi info lewat sms, dari jadwal pertemuan, tempat acara, rute naik angkot. Bagi pendatang sepertiku yang memang belum hapal jalan, ada sosok Kak Wiek ini ternyata seperti memiliki kakak peri yang baik hati dan penolong.


modul pelatihan FLP Bekasi, kliping, serta file-file lain yang masih aku simpan rapi, termasuk buku catatan sejak gabung FLP Bekasi tahun 2008

Metamorfosis Yang Indah Bersama FLP 


Setelah menjadi anggota muda FLP Bekasi, ternyata banyak program luarbiasa di FLP Bekasi, diantaranya club novel, kelas skenario, kelas peminatan fiksi atau nonfiksi, dll.


Perdana Launching Buku Bersama FLP 

Ternyata jadi penulis itu bukan hanya menampilkan sebuah tulisan menjadi sebuah buku, tetapi juga mampu mempublikasikan kepada para pembacanya. Di FLP Bekasi, aku perdana sekali belajar launching buku walau ini masih dalam bentuk antologi ternyata disini aku belajar banyak bersama teman-teman FLP Bekasi yang sudah terbiasa launching buku solonya.

Foto sebelum acara dan foto ketika sesi tanya jawab bersama para kontributor penulis :)

Club Novel FLP Bekasi Dari Jendral Yang Sakti Hingga Pasukan Dodolers


Di sinilah aku semakin instens dengan anggota FLP Bekasi. Bertemu teman-teman penuh inspirasi dan juga bertemu sosok guru yang penuh semangat. Guru di club novel ini bernama Mas Sakti Wibowo, lelaki penuh talenta dan prestasi, tak pelit ilmu, sosok yang ramah namun jika belajar super serius dan disiplin. Tak ikut aturan maka ditendang keluar dari club novel, itulah suhu alias guru atau jendral kepenulisan yang serius tapi santai. Aku dan teman lain memanggilnya Sang Jendral Sakti, suhu Sakti.

Wajah lelah jadi sumringah selesai pelatihan Club Novel, ada photografer yang mendokumentasikan :)

personil club novel 

Kekompakan semakin terlihat ketika club Novel ini mempersiapkan penampilan terbaik untuk acara Buka Sahur Sastra (BBS) yang akan diadakan di Depok. Disela-sela latihan menulis novel, club novel berlatih pertunjukan drama. Aku yang paling gak mau tampil, ternyata dapat peran juga, sebagai istri Meidi San bernama Chiki San (Ceritanya keturunan Jepang, yang rumahnya kelak dijadikan tempat musyawarah untuk menuju kemerdekaan RI).

-candid camera- Sesi latihan drama, mencairkan gunung es yang beku karena gak biasa tampil, tapi takut dimarahi suhu Sakti juga :P  teman-teman pada usil dibuat status komedi

Disinilah terbentuk karakter Chiki San (karakter yang diciptakan mas Sakti) sebagai wanita yang ramah, ceria dan lucu. Ternyata memang benar, sosok Chiki-San inilah yang menarik perhatian para peserta BBS. Belum tampil drama kelompok saja, Chiki-San sudah diminta untuk membaca sebuah puisi dengan logat Jepang-Jepang'an. Duh, nambah seribu keberanian lagi buat maju sendirian ke depan penonton (dalam hati teriak #tolooooong).

Chiki San Baca Puisi

Setelah melewati sesi acara baca puisi yang bikin bergetar kaki hingga hati, untuk penampilan drama FLP Bekasi dijadwalkan nanti malam (*alhamdulillah  istirahat dahulu).
Penampilan drama FLP Bekasi sesi Chiki San dan Meidi San 

Inilah Personil Wanita Club Novel FLP Bekasi yang dikenal dengan sebutan 7 Bidadari :)
Kedekatan antar personil FLP di Buka Sahur Sastra tak hanya dalam acara saja, ada yang ketika di jalan, di dapur, dan macam-macam perkenalan bersama anggota FLP lainnya.

Pertama kenalan denganMba Qonita Musa di dapur BSS

Lokakarya Cerpen di Unisma

Masih ingat sosok Chiki San, ternyata setelah tampil diacara Buka Sahur Sastra (BSS) di Depok, sosok inilah yang setiap acara FLP selalu banyak yang menanyakan kehadirannya. Walau aslinya, aku sendiri masih pemalu untuk tampil di depan umum (pengen ngumpet rasanya). Tetapi karena Chiki San ini pembawaannya selalu bikin orang tersenyum dan kembali fresh makanya kehadirannya selalu dirindukan. Maka hadir kembali sosok Chiki San di FLP Bekasi, aku pikir hanya untuk acara di BSS saja, ternyata berlanjut.

Diantara dua MC Kece yaitu Bu Dosen Bunda April dan Kak Sudi, Chiki San Beraksi di tengah-tengah acara di Unisma Bekasi
Ternyata ada saja yang percaya bahwa Chiki San ini mualaf dari Jepang, xixixixix lucu ya, padahal mah asli produk dalam Negeri blasteran Bogor dan Minang.

Kelas Skenario FLP Bekasi

Setelah berakhirnya kelas novel FLP Bekasi kini melanjutkan sesi kelas skenario. Disini jelas lagi aturan mainnya menjadi super ketat, tugas-tugaspun semakin banyak.

Begini kalau Sang Guru Murka, xixixi lagi contoh adegan skenario

Pokoknya walaupun deadline ketat dan banyak tugas, bukan namanya pasukan dodolers deh yang langsung stress. Di tempat latihan tetap serius, selesai latihan tetap aja ada sesi seru-seruan melepas otot kaku dan tegang.

Keseruan setelah belajar Kelas Skenario 

Bukan Suhu Sakti namanya jika tak memberi ilmu yang luarbiasa  dan juga nasehat yang membangkitkan semangat.

Semangat dari Sang Suhu Sakti Wibowo

Mengudara Bersama FLP 


Sejak menjadi anggota FLP Bekasi, entah mengapa aku semakin eksis dimana-mana (Hasyiik). Sebenarnya sudah pada tahukan dari awal bahwa aku ini pemalu, jangankan buat tampil mengeluarkan suara saja susah. Sepertinya di mulut ini memang selalu terkunci rapat. Tetapi FLP Bekasi mengubahku berbeda, menjadi berani berkarya, tampil dimuka umum dan ternyata merambah mengudara.

Bersama Kak Risalah Husna (ketua FLP Bekasi), ulfiana Laraasati (Penyiar Radio Dakta) dan aku (bedah buku Kuliah VS Kuli-ah buku Nonfiksi Remaja)
Dengan patrner lainnya juga di FLP Bekasi, pokoknya di FLP Bekasi bukan hanya sekedar teman tetapi juga keluarga yang sangat dekat.

Aku dan Tia Marty teman duet nulis Buku Kalo Cinta Bilang Aja! (Buku Nonfiksi Remaja)


FLP Bekasi Peduli Korban Banjir


FLP Bekasi bukan hanya berbagi ilmu dalam bidang kepenulisan saja tetapi juga peduli dengan lingkungan sekitar. Selain berbagi pada bulan ramadhan dengan membagikan Ta'jil sepanjang jalan Bekasi Timur, mengunjungi Panti Asuhan, juga menolong korban banjir.

Seperti inilah kisahku yang nyasar-nyasar ditengah genangan air yang menenggelamkan daerah Babelan. Hampir menyerah juga karena motor macet terendam air. Namun, demi memberikan bantuan dan bertemu teman-teman FLP Bekasi yang telah sampai dahulu, maka tekadpun dikuatkan.

Fatih di gendong Mba Elvira Suryani Ketua FLP Bekasi 


Bertemu dengan Penulis-Penulis Hebat


Aku begitu bahagia menjadi anggota FLP karena dapat bertemu dengan penulis-penulis hebat. Diantaranya yaitu bertemu Mba Afifah Afra. Alhamdulillah bumil bisa foto bareng di Masjid Unisma Bekasi.

Aku dan Mba Afifah Afra

Sebenarnya yang didatangkan FLP Bekasi banyak juga seperti Ifa Avianty, Kang Abik juga pernah membagikan ilmunya di acara FLP Bekasi. Ini salah satu guru menulis aku selanjutnya yaitu Kang Ali Muakhir. Berkat ilmu yang diberikan Kang Ali Muakhir lahir buku anak karya aku yang berjudul Rosulullah Teladan Utama "Panglima Tangguh". Selanjutnya terbit juga buku solo anak karyaku yang  berjudul "Keren, Kisah Seru dan Fakta Unik Tentang Burung".

Satu Panggung Bersama Bunda Pipiet Senja

Inilah kebahagian penulis bisa satu panggung bersama penulis senior yang sangat terkenal, Bunda Pipiet Senja dalam acara Bedah Karya di Islamic Book Fair Bogor. Sebuah kehormatan menyaksikan aura semangat dari penulis hebat Tanah Air.

Bersama Bunda Pipiet Senja 

Satu Panggung bersama Bunda Pipiet Senja

Ciri Khas FLP Kekeluargaan Yang Menguatkan

Ketika lahiran Fay di Bogor, aku dapat kiriman buku KMGP yang sudah ditandatangi bunda Helvi Tiana Rosa. Terima kasih Mba Elvira. Walau jauh tak berjumpa di Bekasi masih selalu diingat oleh FLP Bekasi.

Fay, yang lahir di Hari Sumpah Pemuda ini jadi pendukung termuda Film KMGP


Aku Yang Dulu, Sekarang dan Untuk FLP

Dahulu aku belajar menulis bersama para mentor kepenulis dari FLP. Dari yang tidak bisa hingga akhirnya aku memiliki karya. Dari yang tak pernah memiliki sahabat dekat sekarang memiliki keluarga yang selalu memeluk erat.


Foto atas : sesi Foto masih jadi remaja belia di FLP
Foto bawah : Sudah ibu-ibu yang memiliki anak lucu
Sebuah kebersamaan yang tak lekang oleh waktu

Kalau dahulu aku duduk dibarisan belakang, menyimak setiap materi-materi kepenulisan, kini aku tak lagi dibarisan belakang. Di FLP, aku diajarkan juga berbagi ilmu materi yang telah aku praktekkan.

Aku dan Pramuda 10 FLP Bekasi, 2013.


Kembali FLP Bekasi memberiku kepercayaan untuk mengisi pelatihan menulis bersama Pramuda 13 FLP Bekasi pada September 2016. 


Ulasannya dapat dibaca di sini : Pelatihan Menulis bersama Pramuda 13 FLP Bekasi







Ada apa lagi nih di FLP?

Duh, programnya banyak sekali lho. Sering juga ada proyek nulis bareng FLP, ada lagi award bagi para penulis FLP, terus bagi kamu yang memiliki blog dan aktif menulis di blog, FLP juga punya Blogger FLP di group Blogger FLP juga sering sekali ada penghargaan untuk para Blogger FLP yaitu Bintang Blogger FLP.
Baca tulisanku tentang : Menjadi Bintang Blogger FLP 


Banyak juga lomba-lomba dan kuis  yang diadakan FLP, beberapa diantaranya yang pernah aku ikuti dan menang :

  • Juara 1 menulis cerita mini FLP Saudi Arabia
  • Juara Resensi Buku FLP Bekasi
  • Pemenang review terbaik film KMGP
Bisa dibaca di sini : Jejak Karyaku


Aku dan FLP sebuah perjalanan metamorfosis yang indah. Berterimakasih sekali kepada pendiri FLP, kini FLP menjadi kiblat kepenulisan yang terus berkembang. Jayalah terus FLP seperti semboyan FLP  yaitu berbakti, berkarya dan berarti

Salam Inspirasi

25 comments

FLP ini memang gak perlu diragukan lagi sih kiprahnya, banyak menghasilkan penulis yang hebat. Btw, flp jakarta ada gak sih mbak?

Reply

Dulu waktu jadi tkw di HOngkong aku pengen banget ikut FLP, tapi karena jarang libur urung deh.
tapi sempet ketemu teh pipit senja waktu beliau bertandang ke Hongkong.
Alhamdulillah ya mba Erna, perjalaanann bersama FLPnya semoga selalu memberi kebermanfaatan aamiin

Reply

Ah, FLP. Selalu punya ruang tersendiri di sudut hatiku. Dulu selalu wara-wiri mengikuti acara FLP Jakarta. Meski nggak resmi bergabung, tapi selal semangat dateng event atau peluncuran buku2 FLP :)

Reply

Wah akhirnya ada fotoku juga *tsaaaah
FLP udah kaya keluarga sendiri, kalau kumpul nggak pake pencitraan, para dodolers selalu bikin heboh, rasanya pengen nulis juga wakakak

Reply

Pas SMA dulu udah pernah denger ttg FLP. Domisili di Sumsel. Inget pernah ikut ngirim cerpen pas FLP ngadain lomba. Ternyata belom rejeki, dan sampe sekarang masih nyari-nyari FLP karena pengen banget ikutan. Hihihi

Reply

FLP memang ngga lagi diragukan kiprahnya. Saya beberapa kali ikut kegiatan kepenulisan bareng FLP, dan pematerinya memang menguasai betul materi yang disampaikan

Reply

Salut dengan FLP. DImanapun ada selalu berkibar dan berkarya :)

Reply

aku juga awalnya susah beradaptasi, lama kelamaan setelah berkomunitas semua berubah, aku mudah berinteraksi dan beradaptasi :)

Reply

Masih ada mba Titis, gabung ya :)

Reply

Iya, di FLP banyak sekali kenangan indahnya :)

Reply

wow keren mba, FLP Aceh juga aktif ya :)

Reply

Menyisakan kenangan yang manis ya Mba Rotun, selalu semangat jadinya :)

Reply

ayo nulis tyaaa, kasih foto yg ada akunya juga ya, xixixixi #ngarep

Reply

Sumsel nya dimana? Mba Naqiyah bisa membantu mungkin mba Alma, setahuku mba Naqy dulu aktif di FLP Lampung, FLP Bengkulu, jadi bisa tanya2. Semoga dekat dengan domisili Mba Alma

Reply

Iya mba Rohma, materinya super lengkap dan banyak ya di FLP, seminar2 nya juga menampilkan pemateri yg menguasai bidangnya

Reply

huum mba , FLP luar negeri pun aktif2 semua :)

Reply

iya mba, aku pemalu bgt aslinya. Tetapi banyak perubahan positif setelah ikut FLP.

Reply

wahhh... mbak erna, jam terbangnya tinggi nih ^^

Reply

Halo Mba Nunu senang sekali mampir di blog erna, apa kabar sudah selesai diklatnya? makasi ya mba Nunu. Nanti erna mampir ke blog mba Nunu juga ah

Reply

Lengkaaaap. I love you temen2 FLPB. Asik ada fotoku. Tp yg atas2 kok mukaku item banget yah (dih, emang item mau digimanain lagi wkwkwk).
Arigatoo Naaa.. utk persahabatannya selama ini...

Reply

Ahh... ada aku juga. FLP memang punya tempat sendiri dihatiku. Wwalau sampai sekarang belum punya buku solo, tapi warna tulisannya aku banyak dipengaruhi oleh FLP. Bangga bisa menjadi bagian FLP.

Reply

jadi in buku bun, sebenarnya sudah nulis panjang bgt, buat kenang-kenangan :) menjadi perjalanan indah yang tak terlupakan.

Reply

Wah, makasi ibu ketua FLP Bekasi sudah mampir. Semoga semakin sukses ya bersama FLP :)

Reply

FLP emang slalu berkesan yah ^^
Tetep ngeblog slalu mb!

Salam dari FLP Banjarmasin =)

Reply