Menu
/

wwww.ernawatililys.com - Saya mau bahas tentang ramuan menulis yaitu ICICS atau Inspiration, Concept, Idea , Creative, Solution. Kita bahas satu persatu, bismillah.


  1. Inspiration 
  2. Concept 
  3. Idea 
  4. Creative 
  5. Solution



1. Inspiration 


Seperti kebanyakan penulis bilang, mencari inspirasi, mencari ilham. Justru inspirasi itu jangan cari yang paling jauh, tidak terjangkau dan belum pernah kita ketahui. 

Namun, buka mata, dengar sekeliling, peka dengan sesuatu hal yang kecil sekalipun pengalaman sendiri. Itulah yang bisa dibuat inspirasi. 

Ketika kita ingin menulis buku mantra penulis. Kebanyakan adalah memikirkan mantra apa yang kita pakai padahal kita nggak pernah pakai mantra. 

Tanpa sadar kita telah membuat inspirasi diri sendiri 'bangkrut', karena kebanyakan di eksekutor sendiri. 

Seharusnya, mantra penulis, memang kita tak pernah pakai mantra, ya buatlah jujur dengan membuat kisah  atau tulisan dengan judul "Tak ada manta dalam tulisanku!" 

Dooor, inilah yang namanya penulis yang jujur. Tak perlu cari yang susah dan ribet
Tulisan memang mengalir begitu saja, mungkin kelihatan sederhana. Namun, bagi pembaca yang mencintai kejujuran. Anda adalah penyelamatnya untuk menumbuhkan rasa kepercayaan dirinya untuk menjadi penulis.
Memang tulisan kita tak akan pernah bisa memuasakan semua tipe pembaca. Karena ada pembaca yang ekspektasi 'harapannya' berlebihan. Ia tipe pembaca yang meyakini mantra adalah kata ajaib yang dimiliki para penulis. Biasanya cocok ikut MLM pembaca tipe ini, dengan penjelasan-penjelasan yang membuat sesuatu yang berangan tinggi.
Atau berani tampil sederhana dengan memberi judul 

Bismillah, inilah awal langkahku...

Lho kok nggak ada kata mantra-mantranya. Karena judul tulisan nggak harus semua berbau mantra. :)

Semoga sampai di point pertama ini teman-teman menangkap apa yang saya sampaikan, bahwa inspirasi itu tangkap yang paling terdekat dan sederhana.
Begitupun ketika menulis buku solo nanti. Jangan menyerah dengan berkata "Teh, aku harus nulis buku apa ya?"


Gali inspirasi pada diri sendiri, yang paling kita sukai, ketika kita menulisnya tak membuat batin tersiksa, kepala sakit atau deman berhari-hari. :)

"Teh, saya mah bukan dokter, bukan bos, ah cuma emak dasteran yang nggak punya prestasi, kuliah juga nggak lulus, tapi saya sukanya curhat teh di medsos."
Jadikan saya inspirasi buku teman-teman dengan judul : "CURHATAN EMAK MILLENIAL"
kita lanjut ke point berikutnya ya 


2. Concept 



Sebelum menulis memang penting membuat konsep, sekalipun menulis hanya lima halaman. Nggak bisa bikin konsep, nggak apa-apa tulis saja mengalir. Karena jadi penulis itu nggak ada jurus yang saklek, bebas. Asal tujuan menulis jelas, tidak menyesatkan pembaca. Ada point menebar kebaikan, pesan hikmah kehidupan atau edukasi.
Konsep bisa dibuka dengan :

1. Opening : bisa dibuka langsung dengan konflik (masalah), atau pengenalan tokoh, atau suasana hati, deskripsi suatu tempat atau juga menunjukkan waktu, sabtu kelabu, selasa merasa, dll.
Midle : Buat pembaca membaca kisah teman-teman mau dibuat penasaran, alami atau kisah yang mengalir. 

Konflik : tak ada sesuatu dalam hidup yang berjalan mulus (sisipkan point penting) sekalipun teman-teman punya mantra, punya charger motivasi namun tak bisa mengalahkan diri sendiri, hasilnya nol. Beri tahu pembaca setiap apapun pilihan ada resiko, setiap masalah pasti ada jalan keluar, ramu tanpa harus menggurui. Penyelesaian konflik akan membuat pembaca naik turun emosinya.

Ending : Ending atau penutup cerita. Bisa happy ending, sad ending, suprice ending, atau ending yang memggantung. 


Untuk  penulisan buku antologi ataupun solo  harus menyisipkan nilai kebaikan atau moral. itu point dari kita bercerita, dari tulisan-tulisan yang kita sajikan. Ada syiar dakwah lewat tulisan.
Idea atau Ide menurut KBBI online yaitu rancangan yang tersusun di dalam pikiran, gagasan, cita-cita. 

Atau perasaan yang benar-benar menyelimuti pikiran. 


Tugas kita sebagai penulis adalah berani mengeluarkan sarang ide tersebut menjadi sebuah tulisan yang nyata. Bukan hanya ada di kepala seorang penulis. Namun bisa menyalurkannya lewat kata demi kata hingga kalimat demi kalimat. Jadi, ide itu terwujud, bukan hanya khayalan, mimpi, atau rancangan saja.

3. creative atau kreatif


Menurut KBBI kreatif yaitu memiliki daya cipta, ,memiliki kemampuan untuk menciptakan. 

Kenapa sih penulis itu harus kreatif, agar buku yang ditulis tidak sama 'plek plek plek dengan buku-buku yang sudah terbit terdahulu'

Kita tes saja ya, ada berapa buku berkisah tentang taaruf (ribuan) 
Parenting (jutaan)
Nikah muda (jutaan)
Buku pelajaran (nggak kehitung)
Kamus (variasi)


Semua sudah ada penulis-penulisnya. Apa yang membedakan buku tema yang sama dengan penulis yang baru saja menerbitkan bukunya? 

Kreatif atau menciptakan point baru, atau menciptakan keunggulan buku, keunggulan cerita.
"Adddduh saya nggak kreatif,"
 Mau menyerah?


Kenapa tidak memakai jurus ATM, amati tiru modifikasi. 


jadi ketika kita mau menulis buku atau cerita yang sama, beri nilai berbeda. 

Oh buku A mah komplit banget, penjelasan ilmiah, memang sesuai gelarnya ustadz.

Oh yang buku B mah selebgram, cuma kumpulan quote-quote yang viral di instagramnya. 

Oh yang C ini orang biasa saja, nggak ada sesuatunya, nggak tenar, nggak terkenal, muka biasa aja, medsos sepi senyap, tapi dia TRUE Story perjalan kisah hidupnya sendiri. Bangkit dari kegagalan jomblo yang nyaris abadi hingga mendapatkan istri secantik bidadari. Pantas buku orang biasa ini best seller, banyak yang kepo, apa sih amalan ia bisa hidup bahagia dengan istrinya yg cantik.
IBARAT KITA MENEMUKAN BUKU-BUKU KEMBAR, 

SERUPA TAPI TAK SAMA.
Yang terakhir
Duh deg-deg an ya baca kata terakhir
apa yang terakhir?
Ada yang ingat
kalau nggak ingat kita sroll up bersama-sama
Ya, benar Solution
 🔖🔖🔖🔖🔖☔☔☔🚗🚗🚗🚗🚗

Seperti simbol ☔ : ketika musim hujan, maka sediakan payung. Ketika musim tes CPNS, penerbit-penerbit mengeluarkan buku-buku tentang seputar CPNS. 

Atau ketika masa kelulusan SMA, banyak tentang buku-buku trik jitu agar dapat kuliah di kampus ternama. 


Atau momen ramadhan, selalu ada buku tema ramadhan. 

Hari ibu, launching juga buku tentang ibu 

hari bapak, ada juga buku tentang bapak , super father, sabtu bersama bapak, dll. 

Buku-buku tema abadi seperti parenting, pernikahan, agama, motivasi, selalu kapan saja diminati.
Kenapa buku-buku itu selalu terbit, berkali-kali terbit? 


Ada yang tahu? 


Kenapa teman-teman membeli buku? kenapa memilih buku itu?

Ada yang tahu?

Kadang kita butuh solusi dari permasalah atau ingin menambah wawasan dan ilmu dari buku yang kita baca. 

begitu juga menjadi penulis , usahakan buku atau tulisan selalu mencerahkan, membuat pembaca menemukan solusinya
setelah baca, oh nggak boleh pacaran nanti gitu rugi, dosa juga. Sudah ada juga di Al-Quran, jangan dekati Zina. Pacaran salah satu sumber kita berdekatan dengan orang lain yang tanpa ikatan yang sah.
Oh, gitu. Habis nikah banyakan enaknya tinggal misah dengan orangtua dan mertua. Kayak buku penulis A ini. Dia mendidik pasangannya menjadi mandiri. 


Bener juga ya, banyak yang habis nikah makan makanan mertua daripada istrinya yang masak. Suami juga jarang bantu karena lebih enak nitip anak ke ibu mertua, doi malah nongkrong sama teman2. 

Kalau di rumah sendiri kan, pasti kepikiran anak dititip siapa, belajar tanggung jawab, dll. 


Dari buku pembaca menemukan sudut pandang yang berbeda. Yang baru, yang membuka jendela cakrawalanya.,
Hidup itu selalu ada masalah, namun sepaket juga dengan penyelesaiannya.
Asal setiap yang diuji itu mau berjuang atau langsung menyerah.



Salam  Inspirasi

Powered by Blogger.