Menu
/
HPL telah lewat? 
Semua saudaraku banyak yang bertanya-tanya kapan aku lahiran, begitu juga dengan ibuku, mertuaku, dan orang-orang yang menyayangiku. Sms, telepon, whatsapp, email, FB, aplikasi lainnya, semua bernada sama menanyakan kabar kapan aku melahirkan.

Aku yang sudah ada pengalaman melahirkan anak pertama, cuma bisa berdoa dan yakin akan ketetapan ALLAH yang telah jauh merencanakan kehidupan ini, toh bukan aku saja ibu hamil yang lewat HPL,bahkan ada yang hamil sampai 12 bulan lamanya (nama lainnya sering disebut hamil kebo, hehehe bukan aku yang kasih nama itu tapi sudah dari zaman dahulu). 

"Kita tunggu seminggu ya bu" kata dokter kandungan ketika aku check up pada hari H.
Akupun menjawab dengan anggukan kepala.
"Oiya, jika sudah lewat seminggu dan belum ada tanda-tanda ingin melahirkan, kita periksa lagi"
Akupun hanya menjawab anggukan kepala dan senyuman ketabahan.

Memoryku mulai mundur dua tahun lalu, ketika aku akan melahirkan anak pertamaku. Ya, HPL tanggal 15 april 2012, karena tidak ada tanda-tanda mules dan ingin melahirkan akupun menjalankan rutinitasku seperti biasanya, ya mahasiswi tingkat akhir yang sedang UAS, dan ngejar-ngejar dosen untuk menyelesaikam skripsiku. Walaupun teman-temanku dan dosenku semua jika melihatku masih beredar disekitar mereka semua merasa berdebar-debar, mereka pun sudah mengikrarkan bahwa mereka akan siaga ketika aku ada tanda-tanda mau melahirkan dikampus (Hohoho makasih ya teman-teman dan dosenku semua).


21 april 2012 

Aku pun tidak ikut ujian, dan SMS kepada sahabat karibku dan dosen yang sedang mengadakan ujian mata kuliahnya bahwa aku sudah dirumah sakit, izin tidak ke kampus dan akan   ikut ujian susulan. 
Ternyata teman-temanku semua lega, mereka tidak perlu keringat dingin lihat aku kadang-kadang suka kontraksi palsu. 
Akhirnya tepat dihari kartini, putra pertamaku lahir dengan selamat, dan aku bisa  lahiran secara normal (alhamdulillah, bisa kebut skripsi dan uas susulan).

Sekarang ditahun 2014 ini, dikehamilanku yang ketiga dan anak kedua (bingungkan, iya,hamil pertama aku keguguran, berdoa untuk anakku disyurga, semoga kita bisa berkumpul lagi disana ya nak). Jadi anak pertamaku yang lahir selamat itu hamil keduaku, sekarang usianya dua setengah tahun. Sekarang hamil ketigaku dan akan lahir anak keduaku yang seharusnya (HPL) tanggal 20 oktober 2014 tidak ada tanda-tanda akan lahir. Apakah akan sama dengan kakaknya, lewat sehari atau seminggu?


28 Oktober 2014


Ternyata tanggal 28 OKTOBER 2014 putra keduaku lahir. Tepatnya hari sumpah pemuda. Sampai-sampai keluargaku bilang, diih kamu hamil ngitung tanggal dulu ya, kok bisa pas banget ada momentnya. Ada juga yang mengatakan aku lahiran cesar, secara bisa request tanggal cantik gitu. Bukan seperti itu, semua memang sudah ALLAH yang takdirkan.

Anak keduaku lahir secara normal, dengan BB 3,7 kg, panjang 49 cm. Dan kontraksi sejak subuh, tapi aku cuek bebek di rumah, masih santai mandi, makan, dan beberes rumah. Lalu memandikan anakku, nyuapin anakku makan, sampai mulesnya ga nahan. Ternyata sudah ada bukaan. Dan lahiran pun lancar jaya.


Tips dariku ketika menjelang HPL lahir, atau belum, maka : 
1. Berdoa kepada ALLAH 
2. Minta doanya orangtua
3. Tetap periksa ke dokter
4. Pantau gerakan bayi, aktifkah atau diam saja? 
5. Makan-makanan yang sehat dan bersih, jaga kesehatan 
6. Jangan begadang 
7. Olahraga ringan atau senam hamil setelah bangun tidur seperti kaki sila lalu tarik napas, dan hembuskan. Lakukan 8-10 kali, setiap hari yaa. 
8. Jangan banyak pikiran apalagi stress. 
9. Sudah siapkan tas keperluan ketika akan melahirkan.
10. Sambut kehadiran bayi dengan perasaan bahagia.

Alhamdulillah, beribu syukur kepada ALLAH yang telah memberikan amanahnya kepada keluarga kecil kami. Semoga kami bisa mendidiknya menjadi anak sholeh dan bermanfaat untuk dunia akhirat. Kami pun berdoa dalam perjalanan panjang menjadi orangtua kami tidak lupa untuk terus bersyukur, menambah ketaatan kami kepada-Nya, bersabar dalam setiap fase tumbuh kembang anak. 
Semoga yang ingin seperti kami mendengar dua tangis malaikat kecil, disegerakan, kalaupun sudah beranak pinak sebagai orangtua kita dapat mendidiknya menjadi generasi insani, sholeh dan solehah. Amiin.


HPL lewat dua minggu , anak ketiga dan inilah kisahku


2016, ternyata Allah SWT memberikan kepercayaan kembali pada keluarga kami, yaitu aku hamil ke 4 dan akan lahir anak ketiga kami. Memang hamil ini pun sama dengan kehamilan lalu, bahwa tidak ada rencana menambah momongan. Apalagi aku masih ibu ASI, waktu itu cukuplah memiliki duo anak sholeh super aktif yang tiap hari energynya selalu full.

Periksa setelah dua bulan tidak haid dan badan rasanya tidak karuan. Sejak bulan puasa hingga lebaran badanku selalu lemas apalagi setelah memberikan ASI anak keduaku. Tadinya mau ke dokter, namun suami sudah hapal karena aku jarang banget sakit jadi inisiatif suami langsung ke apotik dan membeli testpack. Benar saja ternyata garis dua.

Lalu, ada rasa senang (karena kehadiran bayi harus disambut bahagia), sedih (karena harus segera stop ASI anak keduaku), khawatir (karena hitungan haid ada yg mengkhawatirkan). Ya, haidku pertama yaitu sekitar tanggal 27 mei 2016 selesai sekitar 3 Juni 2016. Tanggal 6 Juni sudah mulai ikut melaksanakan puasa ramadhan. Namun pada tanggal 15-16 Juni keluar darah segar selama 2 hari, entah masuknya haid atau pendarahan karena kelelahan puasa, ASI dan hamil (tetapi tidak tahu hamil). Karena dianggap haid (waktu itu nggak kepikiran hamil)  jadi aku pun beranggapan haid. inilah yang membuat HPL jadinya rancu.

Periksa di beberapa bidan lebih dari 4 tempat, semua sepakat dihitung pada bulan mei ketika haid terakhir maka jatuh HPL pada tanggal 5 Maret 2017. Yang dua hari pendarahan disebut kelelahan.

Ada satu tempat periksa, berdasarkan hasil USG bilangnya berbeda, maka HPL jatuhnya April, duh jauh sekali kan. Bikin degdeg an.

Tetapi USG ditempat lain, jatuhnya pada tanggal 5 Maret. Fixed, aku pun percayakan lahiran sekitaran Maret.

Ternyata, 5 Maret belum ada tanda-tanda bukaan. Mules sudah dirasakan, namun selalu hilang lagi. Ada yang bilang, anak ketiga itu lama, mendeking (bahasa jawa, nggak tahu artinya apa, katanya sih setiap bilangan ganjil memang sulit). Aku hanya bisa banyak berdoa.

USG ketika sudah lewat HPL seminggu. Pemeriksaan dokter kandungan, air ketuban masih bagus, tidak keruh dan cukup airnya. Plasenta masih oke, tidak rapuh. Berat bayi ditaksir 4 kg (posisi kepala di bawah dan kata dokter bisa lahiran normal karena riwayat anakku lahir dengan BB yang sekitaran 3-4 kg). Jenis kelamin, dari awal USG hingga HPL lewat tetap jenis kelamin tidak kelihatan. Jadi kehamilan ini selain tidak direncanakan juga tidak tahu mau launching baby apa. Walau keluarga banyak yang tanya dan penasaran dengan jenis kelamin anak ketiga. Bahkan ada yang bilang bahwa aku sembunyikan jenis kelamin anak, karena malu mau melahirkan anak ketiga dan laki-laki juga anaknya. Duh, sedih hatiku, bagi seorang ibu yang tahu perjuangan melahirkan, mau jenis kelamin laki-laki atau perempuan, tetap anaknya dan tetap disayang.

HPL sudah mau dua mingguan, kalau di rumah sakit sudah pasti harus segera operasi ceasar. Beruntung sudah memilih tempat lahiran di bidan yang sangat pengertian, sabar dan juga bagai sahabat yang menenangkan. Ya, Bidan Fitri ini selain seorang bidan juga bisa bekam juga lho. Waktu aku telat HPL seminggu, aku pun di bekam oleh bidan Fitri. Memang setelah bekam badanku jadi ringan, enak sekali, dan perut juga sering kontraksi walau hilang timbul. Namanya juga ikhtiar. Nanti aku tulis ya pengalaman bekam saat hamil, ini juga bekam pertamaku.

HPL yang lewatnya sudah mau dua mingguan, bikin hati deg-deg an. Setiap periksa bidan Fitri selalu menguatkan. Bahwa nanti juga akan datang waktunya kalau mau lahiran, insyaAllah lahiran. Aku jadi ingat waktu menulis buku kehamilan (naskah pesanan atau goshwriter dari kisah seorang bidan yang berpengalaman 20 tahun) dari bidan hingga akhirnya punya rumah sakit, beliau selalu menegaskan bahwa proses persalinan itu alami, semua waktunya sudah Allah tentukan. Jangan minta didahulukan lahir dengan minum obat/suntikan kontraksi, apalagi minta operasi ceasar. Semua alami, ibu-ibu di pedalaman hutan saja lahiran di pinggir sungai dan langsung potong sendiri tali pusar bayinya. Duh, kalau dengar ceritanya bisa merinding. Tetapi kata alami inilah yang terekam pada benakku, bahwa persalinan itu alami, lahir diwaktu yang telah menjadi ketetapanNya. Ini pula yang membuatku tenang.

Namun, bukan berarti nunggu lahiran dengan duduk santai. Tetapi selalu rajin periksakan kehamilan, tenangkan pikiran dan banyak berdoa, rasakan gerakan bayi masih aktifkah, serta jaga kesehatan.

HPL yang lewat ini, membuat ku terus berusaha tenang walau sudah banyak yang menanyakan kapan lahiran. Inilah yang tiap hari aku lakukan :

  1. Olahraga pagi, jalan kaki yang lumayan cukup jauh, sampai berasa kepala bayi sudah menekan-nekan kebawah. Kalau malas olahraga pagi bisa pakai cara alternatif yaitu jalan-jalan ke mall. Biasanya kan tak terasa sudah mengitari banyak stage.
  2. Jaga pola makan, konsumsi makanan yang bergizi
  3. Istirahat yang cukup dan hindari stress
  4. Minum minyak Zaitun/ minyak kleutik sehari sesendok
  5. Ngemilin kurma (menurut bidan Fitri Kurma dapat merangsang kontraksi)
  6. Banyak sujud, berdoa, sholat tahajud dan qobliah subuh, dzikir.
  7. Baca doa ini





Robbi Yassir, Walaa tu'assyir
Fainna Taisir, kulli 'asiir, 'alaika yasiir. 
Allahumma tammim Bil khoir.
Birohmatika yaa arrhamar Rohiimin. 


Alhamdulillah anak ketigaku lahir normal, diusia kandungan 41 minggu. Seorang bayi perempuan yang cantik. Pertengahan Maret yang indah dan tak terlupakan.

Semoga ibu-ibu yang HPL nya telah lewat, dapat bersabar menanti buah hati tersayang. Dapat melahirkan normal dan juga ibu bayi sehat dan selamat.


Salam Inspirasi
8 comments

Klo mbakku sblm hpl... pasti rasanya dag-digdug y mbak

Reply

iya Jiah, deg-deg an, tetapi yakin Allah sudah punya Ketetapan

Reply

alhamdulilah, makasi ya ai

Reply

Mantep banget kisahnya...si ibu yang kuat dan tabah. Keep spirit mba

Reply

Istriku jg blm lahiran mbak, mulai was2 juga sih, tp ya mudah2an dilancarkn aja. Amin

Reply

Sangat inspiratif bgt mba.. jd tambah semangat saat ini. Krn kehamilan pertama qu ini jg sdh lwt dri hpl 2 harian.. smg Allah bs melancarkan perjuangan qu utk persalinan normal. Aamiin

Reply