Menu
/
HPL telah lewat? 
Semua saudaraku banyak yang bertanya-tanya kapan aku lahiran, begitu juga dengan ibuku, mertuaku, dan orang-orang yang menyayangiku. Sms, telepon, whatsapp, email, FB, aplikasi lainnya, semua bernada sama menanyakan kabar kapan aku melahirkan.

Aku yang sudah ada pengalaman melahirkan anak pertama, cuma bisa berdoa dan yakin akan ketetapan ALLAH yang telah jauh merencanakan kehidupan ini, toh bukan aku saja ibu hamil yang lewat HPL,bahkan ada yang hamil sampai 12 bulan lamanya (nama lainnya sering disebut hamil kebo, hehehe bukan aku yang kasih nama itu tapi sudah dari zaman dahulu). 

"Kita tunggu seminggu ya bu" kata dokter kandungan ketika aku check up pada hari H.
Akupun menjawab dengan anggukan kepala.
"Oiya, jika sudah lewat seminggu dan belum ada tanda-tanda ingin melahirkan, kita periksa lagi"
Akupun hanya menjawab anggukan kepala dan senyuman ketabahan.

Memoryku mulai mundur dua tahun lalu,ketika aku akan melahirkan anak pertamaku. Ya, HPL tanggal 20 april 2012, karena tidak ada tanda-tanda mules dan ingin melahirkan akupun menjalankan rutinitasku seperti biasanya, ya mahasiswi tingkat akhir yang sedang UAS, dan ngejar-ngejar dosen untuk menyelesaikam skripsiku. Walaupun teman-temanku dan dosenku semua jika melihatku masih beredar disekitar mereka semua merasa berdebar-debar, mereka pun sudah mengikrarkan bahwa mereka akan siaga ketika aku ada tanda-tanda mau melahirkan dikampus (Hohoho makasih ya teman-teman dan dosenku semua).

21 april 2012 
Aku pun tidak ikut ujian, dan SMS kepada sahabat karibku dan dosen yang sedang mengadakan ujian mata kuliahnya bahwa aku sudah dirumah sakit, izin tidak ke kampus dan akan   ikut ujian susulan. 
Ternyata teman-temanku semua lega, mereka tidak perlu keringat dingin lihat aku kadang-kadang suka kontraksi palsu. 
Akhirnya tepat dihari kartini, putra pertamaku lahir dengan selamat, dan aku bisa  lahiran secara normal (alhamdulillah, bisa kebut skripsi dan uas susulan).

Sekarang ditahun 2014 ini, dikehamilanku yang ketiga dan anak kedua (bingungkan, iya,hamil pertama aku keguguran, berdoa untuk anakku disyurga, semoga kita bisa berkumpul lagi disana ya nak). Jadi anak pertamaku yang lahir selamat itu hamil keduaku, sekarang usianya dua setengah tahun. Sekarang hamil ketigaku dan akan lahir anak keduaku yang seharusnya (HPL) tanggal 27 oktober 2014 tidak ada tanda-tanda akan lahir. Apakah akan sama dengan kakaknya, mundur sehari? 
Iya, ternyata sama, tanggal 28 OKTOBER 2014 putra keduaku lahir. Tepatnya hari sumpah pemuda. Sampai-sampai keluargaku bilang, diih kamu hamil ngitung tanggal dulu ya, kok bisa pas banget ada momentnya. Ada juga yang mengatakan aku lahiran cesar, secara bisa request tanggal cantik gitu. Aku bukan seperti itu, semua memang sudah ALLAH yang takdirkan. 
Anak keduaku lahir secara normal, dengan BB 3,7 kg, panjang 49 cm. Dan kontraksi sejak subuh, tapi aku cuek bebek dirumah, masih santai mandi, makan, dan beberes rumah. Lalu memandikan anakku, nyuapin anakku makan, sampai mulesnya ga nahan. Ternyata sudah ada bukaan. Dan lahiran pun lancar jaya.


Tips dariku ketika menjelang HPL lahir, atau belum, maka : 
1. Berdoa kepada ALLAH 
2. Minta doanya orangtua
3. Tetap periksa ke dokter
4. Pantau gerakan bayi, aktifkah atau diam saja? 
5. Makan-makanan yang sehat dan bersih, jaga kesehatan 
6. Jangan begadang 
7. Olahraga ringan atau senam hamil setelah bangun tidur seperti kaki sila lalu tarik napas, dan hembuskan. Lakukan 8-10 kali, setiap hari yaa. 
8. Jangan banyak pikiran apalagi stress. 
9. Sudah siapkan tas keperluan ketika akan melahirkan.
10. Sambut kehadiran bayi dengan perasaan bahagia.

Alhamdulillah, beribu syukur kepada ALLAH yang telah memberikan amanahnya kepada keluarga kecil kami. Semoga kami bisa mendidiknya menjadi anak sholeh dan bermanfaat untuk dunia akhirat. Kamipun berdoa dalam perjalanan panjang menjadi orangtua kami tidak lupa untuk terus bersyukur, menambah ketaatan kami kepada-Nya, bersabar dalam setiap fase tumbuh kembang anak. 
Semoga yang ingin seperti kami mendengar dua tangis malaikat kecil, disegerakan, kalaupun sudah anak pinak sebagai orangtua kita dapat mendidiknya menjadi generasi insani, sholeh dan solehah. Amiin.

2 comments

Klo mbakku sblm hpl... pasti rasanya dag-digdug y mbak

Reply