-->
Menu
/

 


www.ernawatililys-com - Membuat buku anak dengan aplikasi gambar. Mau sharing pengalaman beberapa waktu lalu ini saya memang sedang menekuni buku anak. Sejak kehamilan anak ke-4 kemarin, menenangkan diri dengan gambar dan tentu saja menulis. Nggak harus di laptop, bisa sambil mengasuh anak, ketika menemani anak bermain, apa saja aktivitas yang dikerjakan bisa sambil mengasah kemampuan. Dalam hal ini saya memilih untuk belajar menggambar. 

 


 Kenapa Menggambar Buku Anak?

Dahulu punya teman SMP jago banget gambar. SMP sudah punya galeri dan ikut pameran lukisan. Sering banget teman ngajak ke Gramed pulang sekolah untuk menemaninya beli cat air, canvas, kuas, dll.

Sering juga ngajak melukis bareng. "Ayo, ikut denganku," bujuknya menyodorkan canvas kosong untuk dilukis.

Kadang jawabanku diam seribu bahasa. Jurus menolak dengan lembut. Namun, keusilannya mendaftarkan ke ekstrakurikuler jadi tim padus, ikut latihan nari, hingga bermain berbagai alat musik. Pertemanan, kadang bingung nggak pernah sekelas, tapi punya sahabat kayak bayangan, nempel terus. Selalu mendekat sekalipun jurus batu es sering banget aku keluarkan.

Periang, jago gambar, murah senyum, rajin belajar, dan berpisah untuk waktu yang lama. Tak ada lagi kabar ataupun warna baru yang ia tawarkan. Teman yang sabar, semoga kamu selalu bahagia di sana.

Setelah kian purnama, baru mulai belajar gambar. Itu pun karena terkait dengan menulis buku. Ya, menulis yang selalu bikin hati ini bahagia. Bersyukur, bisa berbagi karya dan menoreh senyum-senyum semesta.



Sebenarnya ada beberapa buku lainnya yang saya ilustrasikan. Pernah juga karena waktu itu sibuk juga dan mengurus anak lainnya yang sakit, akhirnya pengerjaan mengilustrasikan buku anak duet dengan anak pertama. Senang sekali, ketika anak-anak juga bisa ikut mengembangkan kemampuannya, dan berani juga membuat karya. 


Aplikasi menggambar

untuk pemula saya sarankan sering-sering menggambar di kertas dahulu. Setelah dari kertas, baru di handphone, boleh nanti via laptop gambarnya, agar semakin leluasa ruangnya. 



sketsa di kertas HVS

Jika mau langsung membuat sketsa di aplikasi gambar juga bisa. Sketsa ini dibuat pertama dahulu, untuk mencocokkan isi cerita dengan gambar ilustrasi. 

contoh mempelajari isi naskah

Kalau sudah terbiasa jadi penulis naskah, sekarang bagaimana memahami untuk membuat naskah teks menjadi terwakili ceritanya dengan sebuah ilustrasi/gambar. 


gambar di aplikasi ibis paint X


Ilustrasi buku "Kita Semua Sama"


gambar via laptop dengan aplikasi medibang

Ini bisa diinstal gratis ya, pasang di laptop. Di handphone juga bisa.


1. Pelajari ilmu dasar menggambar

bisa kursus menggambar, belajar di youtube, sering latihan dan ketekunan adalah kunci dalam bidang seni gambar ini.

- Otodidak, ada bakat yang perlu dikembangkan.
- Perlu diasah kemampuan dengan ikut kelas menggambar.
- Sering berlatih, karena dari sini akan membentuk style menggambar.



Tidak langsung sukses


kebanyakan menyerah di tengah jalan, karena merasa buang-buang waktu. Gambar kok biasa-biasa saja, nggak merasa berbakat, kurang manajemen waktu. Nulis yang hanya tinggal mengetik di hp saja terasa sulit, apalagi harus tambah perjuangan dengan cara menggambar buku sendiri.

sukses ditentukan juga dengan jam terbang. Nikamti saja prosesnya.

garis start ketika mulai akan terasa berat, tetapi waktu yang akan membuktikan semua usaha akan membawa hasil. 


Kalau nulis saja rasanya ingin menyerah. Apalagi menggambar, susaah!

Pernah ada yang teriak begitu? Hehehe ... nggak sendirian. Tetapi, sekalinya bisa gambar, bikin ketagihan. Makanya kudu kuat niatnya dan tekad buat belajar.



Memahami isi cerita itu lebih penting, karena gambar yang mewakili isi cerita akan membuat pembaca terutama anak-anak menjadi hidup daya imajinasinya. Terbayang apa yang diceritakan oleh si penulis. Penting yang perlu dicatat :

  1. baca naskahnya, pahami 
  2. cari titik central gambar yang akan dibuat, cari yang mudah kita kerjakan
  3. buat sketsa, kemudian coloring base, shading dan finishing (tahapan gambar) 


 Jangan malu dengan karya sendiri.


Orang yang menghargai setiap proses maka akan terus semangat berkarya. Jangan sampai diri sendiri menjadi eksekutor diri.

 

Tunjukkan hasil karya baik ke media sosial atau bisa beranikan diri ajukan ke klien.
buatlah portofolio karya sebanyak-banyaknya.

 


Lakukan dengan senang, untuk upgrade diri dan juga hobi yang bisa jadi profesi.


1. Setiap ilmu yang dipelajari tidak akan sia-sia
2. Awalnya untuk diri sendiri, lalu jadi hobi, selanjutnya bisa juga jadi profesi
3. Semua keterampilan bisa dipelajari.Yang tidak bisa adalah ketika mau mulai sudah memasungkan niat.


Selamat mencoba di dunia baru,menggambar buku-buku anak. Keluar dari zona nyaman memang tidak mudah. Daripada banyakin gibah, lebih baik upgrade kemampuan diri. 


 

4 komentar:

  1. Butuh perjuangan yang tidak mudah ternyata, tetapi bagus juga kalau buat karakter gambar sendiri seperti ini, semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali Mba, terima kasih kunjungannya

      Hapus
  2. wah seru banget, jadi bisa mengeksplor lebih luas tentang kreatifitas dalam menggambar ya :D

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.