Menu
/


Menjelang kehamilan ketiga ini saya berada di rumah mertua. Bukan sebab apa, walaupun sudah mau punya anak tiga tetap saja orangtua selalu mengkhawatirkan anak-anaknya beserta cucu-cucunya. Jika dua anak saya dulu setiap lahiran selalu ditemani ibu saya sendiri, baik ibu yang datang ke rumah saya atau saya yang numpang lahiran di rumah ibu saya. Nah, untuk anak ketiga ini saya menetap di mertua yang jaraknya lumayan jauh tetapi lebih jauh ibu saya yang beda kota. 


Menjelang lahiran ini, saya yang masih memiliki dua balita yaitu usia 4 tahun dan 2 tahun memang agak kerepotan sekali karena dua-duanya super aktif. Saking aktifnya, kemarin ketika saya pulang kontrol kehamilan saya lebih fokus ke kakaknya karena sedang sakit. Jadi ketika si kakak sampai rumah dan terbaring lemah di tempat tidur saya langsung mengusap-usap tubuhnya dan menanyakan mau makan atau minum susu atau camilan yang ia suka. Maklum tadi kontrol kehamilan lumayan lama, dari ashar sampai magrib. Si Kakak yang lagi nggak fit jadi membuat saya merasa bersalah. Nggak diajak, namanya anak-anak pasti maunya pengen ikut terus. 

NAH MANA ANAK KEDUA SAYA? Ayahnya sedang ke masjid, tiba-tiba saya baru ingat anak kedua saya kemana. Belum sempat mencari sudah ada suara ibu mertua yang panggil saya, ternyata anak saya lagi berendam di bak mandi lengkap dengan baju yang dia pakai. Huhhuuuhu, saya jadi kaget kenapa gak bilang-bilang kalau mau mandi. Tetapi memang salah saya fokusnya ke kakaknya, seharusnya adiknya juga harus saya utamakan apalagi belum tahu bahaya. Saya pun langsung memandikan anak kedua saya, berkejaran dede bayi di perut minta makan juga sudah kelaperan plus waktu sholat magrib juga tinggal setengah jam lagi, duh jadi emak sekalipun sedang hamil besar kudu gesit.

Selesai memakaikan baju anak kedua saya, lalu saya ke dapur membuatkan susu hangat untuknya. Setidaknya nanti ketika saya sholat anak kedua saya fokus sama susu dan biskuit yang sedang dihadapannya.

Sebenarnya di rumah ini sedang repot juga, terutama ibu mertua saya atau neneknya anak-anak. Di rumah ini ada kucing peliharaan kakek, berbulu lebat dan cantik. Sudah beberapa kali melahirkan anak, dan anaknya selalu hilang diambil orang. 


Kali ini dua anaknya, yang satu mati dan sudah dikuburkan. Satu lagi hilang diambil orang. Nah, ibu kucingnya lagi sedih sekali, setiap hari wajahnya murung. Sekarang bertingkah laku aneh. Dia pipis terus di dalam rumah dan disengaja diperlihatkan ke anggota rumah. kadang di tempat makan, di pintu, di ruangan tengah. Jelaslah bikin saya dan ibu mertua sering mengepel serta mengelap-elap tempat yang dilewati si empus. Serta biasanya pintu selalu dibuka sekarang harus selalu ditutup. 



Ternyata kucing juga memiliki rasa sedih dan marah ketika anak-anaknya mati dan hilang tanpa diketahui keberadaannya. Maafkan kami ya mpus, semoga ibu empus bisa kembali tegar dan semua akan baik-baik saja. Jangan pipis sembarangan lagi ya, kembali ceria.

Salam
25 comments

Jd inget pas anak2 kucingku diadopsi temen tapi ibunya ga ikut hampir sebulan murung terus kaya ga ada gairaj hidup gtu mbak. Aku jd merasa bersalah bgt :(

Reply

Nggak tega juga kalo liat kucing sedih. Begimana pun juga, mereka punya naluri yg kuat juga sma anak2nyaa :3

Reply

Aku gak pernah sih melihara kucing. Cuma pernah ada ibu kucing yang cari anaknya di sini. :(

Reply

duh bumil tetep hrs gesit ya mb, sehat2 mbak..btw, hewan juga sama kayak kita ya mb, malah mrk berperi kemanusiaan. Jd byk hikmah jg belajar dr makhluk lain :)

Reply

ternyata kucing juga bisa ngerasain kehilangan anaknya yaa sampe baper n caper

Reply

Nice post!
I`m following ur blog with a great pleasure via GFC
Please join me
Sunny Eri: beauty experience

Reply

yang sabar yah ibu kucing,

Reply

Semangat buat Mbak yang sedang mengandung, semoga sehat selalu buat ibu dan buah hati ...
Awasss juga bahaya bulu kucing mbak ... wkwkwk
salam kenal

Reply

Kmrn kucing kampung yg abis lahiran, anak2nya dibuang ma tetangga, aku jg ikut sedih, kan blm lulus ASI :(

Reply

huum perasaan ibu kucing ternyata sama ya sama manusia, sedih tatkala anaknya mati atau tidak ada

Reply

iya mba rohma semoga ibu kucing kembali bahagia ya

Reply

aku juga nggak pelihara kucingmba, ini edisi numpang lahiran di rumah mertua dan kebetulan punya peliharaan kucing

Reply

iya perasaan ibu kucing halus sekali

Reply

iya mba, ada marah dan kecewa terluhat diwajahnya ibu kucing

Reply

thanks to your visit

Reply

makasi mba dwi, semoga ibu kucing bahagia kmbali ya

Reply

iya mas terima kasih. saya memang tidak pelihara kucing juga.cuma lagi edisi numpang lahiran aja di mertua.

Reply

huum mba , ikutan sedih klo liat kucing sedih

Reply

Ya Allah kucing aja bisa sedih apalagi manusia ya.. ;( Allahumma inni a'udzubika minalhammi walhadzan

Reply

Mbaak, kebayang punya 2 balita dan sedang hamil..
Oh ya kucing punya naluri jg kan ya mbaaa, kadang ibu dari manusia cuek aj klo anaknya main entah kmanaa ��

Reply

Amin, makasi doanya lina bumil

Reply

huum mba, kucingnya sedang sedih dan murung terus

Reply

MasyaAllah Mbak Erna super Mom banget, lagi hamil besar gitu masih tetap gesit urus anak2nya yg super aktif. Sehat terus ya Mbak.

Moga si Mpus cepat bunting lagi, anaknya selamat dan gak dicuri orang lagi. Bulunya itu kayaknya Mbak yg bikin orang pengen memiliki anak2 si Mpus juga 😃 sabar ya Mpus

Reply

kasian juga liat kucing nya

Reply

iya pak ahmad sedang berduka ibu kucingnya

Reply