Menu
/
Wanita selalu ingin tampil cantik dan terlihat sempurna dalam penampilannya. Maka tak heran apabila ada seorang wanita yang rela menghabiskan waktunya hanya untuk berdandan hingga berjam-jam lamanya. Belum lagi memilih pakaian dari pakaian luar hingga pakaian dalam yang nyaman dikenakan. Ternyata pakaian dalam pun menjadi salah satu pilihan penting untuk menunjang penampilan agar semakin percaya diri.

Mau tahu sejarah pakaian dalam, yuk ikuti setiap perkembangannya.

Maaf  yakalau bahasannya terlihat vulgar,tapi ini hanya berbagi info ya. Sudah tidak asing lagi kan dengan pakaian dalam atau underwear. Ternyata baju dalam menjadi salah satu benda yang sering kita pakai setiap harinya. Kita ikuti yuk perkembangannya dari tahun ke tahun.

Undies
Jadi inget film Tarzan, apa hubungannya dengan undies? Yuk kita bahas. Bentuk underwear pertama kali hanyalah loincloth, kain yang dipakai hanya dililitkan sedemikian rupa untuk menutupi area kemaluan manusia. Tetapi loincloth tidak menutupi penuh bagian belakang, jadi masih terlihat. Para arkeolog menemukan loincloth yang berbahan dasar kulit ini yang sudah berusia 7000 tahun lebih. Jadi, para pria sudah mengenal pakaian dalam sebelum wanita. Bisa dilihat dari ditemukannya makam Raja Tutankhanum yang meninggal tahun 1323.Bahwa Sang Raja ini dikubur dengan mengenakan berlapis-lapis loincloth. Loincloth ini juga bukan sekedar pakaian dalam saja, berfungsi juga sebagai pakaian luar pada zamannya. Bagaimana dengan wanitanya?

Untuk wanita zaman dahulu belum memakai pakaian dalam. Mereka hanya menutupi dengan baju luaran tunik. Baju dalam wanita baru ditemukan pada tahun 1850-an. Pakian dalam wanita atau undies wanita berbeda jauh dengan undies pria.Dimana bentuknya masih celana longgar bernama pantaloon.

Union Suit
Abad ke-18 pakaian dalam pria dan wanita berevolusi menjadi union suit. Union suit merupakan underware one-piece panjang yang menutupi seluruh tubuh mulai dari pundak sampai mata kaki. Kira-kira seperti memakai baju selam, dan cukup repot juga dari cara pemakaiannya. Namun tujuan diciptakan union suit ini untuk memisahkan badan yang kotor dengan baju yang dipakai. karena pada zaman dahulu orang-orang masih jarang sekali mandi.

Pada tahun 1910, Union Suit telah dibelah menjadi bawahan dan atasan. Pada tahun 1920, undies yang mirip dengan pakaian dalam tahun 2016 pun muncul.

G-string dan C-string
G-String baru muncul sekitar tahun 1980-an, terutama di daerah Brazil. Bentuk G-string yang minimalis sangat disukai pemakaiannya karena tidak "tercetak" pada saat pemakaiannya sekalipun memakai celana yang ketat.

Selain ada G-string dunia fashion pakaian dalampun mengalami perkembangan yang pesat yaitu adanya C-string. Bentuknya mirip seperti huruf C yang melebar dibagian depan, tanpa ada pengikat ataupun tali. Tujuan diciptakan C-string untuk berjemur di pantai, agar menghasilkan tanning yang sempurna tanpa ada garis-garis tali bikini.

Korset
Pada zaman dahulu wanita sudah terbiasa memakai penutup dada. Pada tahun 1400 SM para atlet wanita yang sedang bertanding sudah memakai penutup dada serupa dengan bikini.


Korset terlahir dari aturan yang dibuat oleh Ratu Chaterine de Medici dari perancis. Sang Ratu mengeluarkan sebuah peraturan pada tahun 1550-an untuk mengenakan korset. Bunyi perintah Sang Ratu yaitu tidak boleh ada orang yang mempunyai lingkar pinggang besar di acara-acara resmi,seperti di pesta atau di pengadilan. Maka lahirlah korset yang akan membungkus badan wanita menjadi terlihat lebih ramping.

Memakai korset menjadi tanda tingkat sosialita seseorang karena pada zaman dahulu korset begitu mahal terbuat dari baja dan tulang ikan paus. Cara memakainya pun sulit harus ada bantuan suami atau bisa juga pelayan untuk mengikat tali-tali korset. Korset berjaya sekitar 350 tahun lamanya. Walaupun setelah memakai korset jadi begitu berat dan sulit bergerak, menyiksa tetapi tetap digandrungi. Beauty is pain.

Pada akhir abad 19, para dokter mulai prihatin dengan fenomena pemakaian korset.Karena banyak menimbulkan masalah kesehatan bagi si pemakainya. Mulai dari masalah perkembangan otot, hingga penyakit serius seperti liver, tuberculosis, bahkan kanker. Memakai korset juga menyiksa organ tubuh dan menjadi rusak. Sehingga akhirnya lahir korset yang dibuat agak longgar dan lebih manusiawi, 

Bra
Mary Phelps Jacob, pada tahun 1910 membeli sebuah gaun malam. Tetapi tidak ada korset yang cocok dikenakan bersamaan dengan gaun malam miliknya. Mary pun dibantu dengan pelayannya menjahit bra sederhana, berupa dua sapu tangan sutra yang digabungkan menjadi satu dengan bantuan pita atau tali. Yang menjadi asal mula jadinya bra. 

Sejarah Pakaian Dalam Di Indonesia

Pernah dengar nama Wacoal. Ya, inilah merk underwear yang kualitasnya tidak diragukan lagi.Tempat produksinya di daerah Citeureup Bogor. PT Indonesia Wacoal saat ini juga sudah menembus pasar dunia seperti Hongkong, Malaysia, Jepang, Taiwan, Singapura, Philipina, dan Vietnam.


Tentu kesuksesan Wacoal tak lepas dari sosok pria bernama Suryadi Sasmita yang sebagai CEO Wacoal. Wacoal merupakan manufaktur pakaian dalam kelas premium yang sangat menjaga kualitas bahan dan mengutamakan pelayanan.


Sosok Suryadi Sasmita

Suryadi Sasmita, lelaki kelahiran Jakarta, 12 April 1948. Lahir dari keluarga kurang mampu, maka sejak sekolah sudah terbiasa bekerja. Sejak SMA saja, Suryadi sudah bekerja karena menjadi tulang punggung keluarga untuk membantu membiayai kehidupan lima adiknya. Maka bersama sang Ayah membuka usaha konveksi tas, namun bangkrut.

Lulus SMA, Suryadi bekerja di toko tekstil, pasar pagi Jakarta sebagai penjaga toko. Tak tanggung-tanggung Suryadi bekerja keras dengan melakukan dua shift jaga toko sekaligus. Hingga usaha keras nya disukai bosnya dan membantu Suryadi untuk kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara. Kesibukannya bekerja keras, membuat tak bisa fokus dalam kuliah dan akhirnya keluar. 


Empat tahun menjadi penjaga toko, Suryadi ingin melebarkan sayap dengan bekerja di perusahaan tekstil asal jepang. Sebagai pengantar dokumen saja membuat Suryadi merasa gajinya terlalu besar. Suryadi berinisiatif menemui pimpinan perusahaan untuk meminta pekerjaan tambahan. Kemudian Suryadi meminta tambahan pekerjaan sebagai penjual benang. 

Keinginan Suryadi diterima, ketika pagi hingga sore ia adalah pengantar dokumen. Jika matahari tenggelam ia bekerjasebagai salesman. Target setahun diraihnya hanya 6 bulan saja,sebuah kemajuan yang baik. Karier yang melesat jaringan dengan orang-orang pun semakin dekat. 

Suryadi akhirnya mampu mendirikan perusahaan trading bernama Moritex Trading Company. Tahun berikutnya, ia membuka usaha rajut (knitting) bernama Moritex Knitting. €œKeduanya dikelola bersamaan dan hanya di cek di sore hari. Selama pagi hingga sore, ia masih bekerja sebagai sales representative di C. Itoh,

Pada tahun 1980, Suryadi mendapat kepercayaan untuk mengelola Wacoal dari nol. Akhirnya Suryadi menutup usahanya untuk fokus membesarkan Wacoal yang ia dapa lisensinya dari salah satu pelanggannya. 

Membangun Wacoal dari awal tidaklah mudah. Kualitas yang terjaga, tanpa formalin, produksi yang apik dan terjamin membuat harga Wacoal begitu tinggi untuk sebagian masyarakat. Menyadari hal itu, Suryadi membuat ide briliant dengan nekad memajang display produk pakaian dalamnya kepada konsumen. Hal yang masih dianggap tabu. Benar saja, konsumen hanya melihat-lihat saja, sampai pakaian dalam kusut dan kotor. Namun tidak ada yang membeli karena  harga yang mahal.

Suryadi Sasmita, pendiri sekaligus Presiden Direktur Wacoal tetap semangat dan terus melakukan pelayanan terbaik dan tetap menjaga kualitas. Bersinerji dengan Pemerintah yang mencanangkan produksi  70-80% tujuannya untuk merasakan kebanggaan dengan produksi sendiri. Wacoal termasuk salah satu perjalanan sejarah pakaian dalam wanita yang diproduksi di Indonesia yang telah mendunia. Sebuah kebanggan untuk usaha kerja keras anak Bangsa dari seorang Suryadi Sasmita. 




Sumber Referensi 
http://www.majalahpajak.net/suryadi-sasmita-pikirkan-orang-lain-tuhan-akan-pikirkan-kita/
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/suryadi-mantan-penjaga-toko-yang-sukses-di-bra
http://swa.co.id/headline/suryadi-sasmita-berjiwa-melayani-konsumen-wacoal
Majalah Gadis
7 comments

Pakaian dalam pun ada sejarah perkembangannya ya Mba.. Semoga sukses lombanya ya..

Reply

Wow.. Saya baru tau lho wacoal itu made in indonesia.. Hebaat.

Reply

Iya mba ada, saya juga tahunya karena saudara ada yang pernah cerita. jadi cari-cari info deh. terima kasih ya sudah berkunjung.

Reply

Pabriknya di Citeureup, ada beberapa tetangga yang dulu bekerja di sana. Yang membesarkan Wacoal iya pak Suryadi orang Indonesia, dana ada bantuan juga dari pelanggan Pak Suryadi waktu jadi salesman.

Reply

Ehhh pakaian dalam juga ada sejarahnya tho. Xixixi, baru tahu saya.

Reply

Panjang juga ya mbak sejarah pakaian dalam ini. Klo aku cari celdam yg murah tp nyaman :D *haha

Oh ya makasih ya udah ikutan giveaway diblogku ^^

Reply

makasih teh udah berbagi artikel ini, buat tambahan referensi ngajar saya.

Reply