Menu
/
Memiliki hobi membaca buku membuat saya bersyukur mendapatkan tambahan uang jajan buku kembali. Karena hobi baca buku dan dengan mengirimkan resensi ke Koran Jakarta ternyata tayang dan dapat transferan sekitar 280 ribu serta dicolek penerbit yang bukunya telah saya resensi dengan dapat dua buku baru dan uang dalam amplop. Keren gak!!! Dari situ saja sudah bahagia dan Alhamdulillah ada rezeki lagi buat jajan buku.
hobi baca buku bikin sexy dan kaya raya


Biasanya saya selalu ngumpulin uang dapur dari seribu dua ribu, atau nodong suami pas ada event book fair agar bisa borong buku se-tas ransel dengan harga diskonan. Walaupun jaraknya jauh harus naik bus atau naik kereta, bawa balita juga pokoknya kudu banget deh borong buku pas di moment book fair. Suami suka protes juga hampir 10 box kardus dan 12 box  container buku-buku saya saja di rumah. Itupun rumah kami masih nomaden alias masih pindah-pindah belum tetap, sehingga banyak buku yang raib tanpa jejak.



Raibnya buku bukan berarti hobi baca buku juga raib. Buktinya 2015 saja ada 50 buku yang saya baca dan dua puluh lebih telah tayang resensi bukunya baik di majalah cetak, Koran, media online maupun di blog pribadi saya.



Apa semua buku saya beli? Awalnya beli pastinya, tetapi karena rajin meresensi ada beberapa yang dapat dari penerbit, dapat dari penulis langsung yang minta bukunya diresensikan, ada pula menang hadiah meresensi maupun lomba menulis lainnya.



Dengan bangga juga saya sebutkan hasil dari hobi baca ini, saya menjadi pemenang lomba resensi di FLP Bekasi pada tahun 2015 yang lalu, dan Alhamdulillah dapat transferan juga sebagai hadiah. Masih dari hobi baca akhirnya saya ditunjuk sebagai pemateri menulis online dengan tema resensi untuk para calon penulis. Modal pengalaman dan data internet, kelas pun di mulai via whatsapp. Materi tinggal ambil dari blog saya ini. Kelas lancar dan dapat juga transferan buat ganti pulsa katanya. Hihihi, masih bersyukur. Sudah tahu enaknya baca buku kan? Ayoo baca cepetan, tanya-tanya dengan saya juga silahkan. Pokokya saya mah welcome bagi ilmu maupun bagi-bagi buku, asyiiik.


Bagi saya yang seorang penulis berjiwa bebas maksudnya sering menulis apa saja seperti puisi, cerpen, cerita anak, dan nonfiksi. Maka genre buku bukan masalah bagi saya, semua saya lahap. Buku parenting saya lahap agar saya bisa belajar jadi ibu yang baik, buku keluarga saya juga baca agar belajar menjadi sahabat dan istri yang menyenangkan untuk pasangan. Buku bisnis dan keuangan juga saya baca agar keuangan keluarga tidak banyak bocor dan bagusnya lagi bisa punya bisnis keluarga. Novel anak dan novel remaja berhubung dapat dari teman penulis saya pun lahap membacanya dan telah mengirim resensinya ke media dan telah tayang. Buku anak-anak pasti juga saya baca, saya baca dan filter dahulu isinya baru saya berikan ke anak saya.  Nah, penting kan jadi ibu agar anak-anak tidak salah baca buku. Mengantisipasi buku yang berbau porno maupun ajaran sesat. Yuk semua ikut gerakan suka baca agar yang lain juga jadi termotivasi semua, dari hal yang terdekat, biasa, dan jadinya luar biasa dengan membaca buku.


Buku yang saya baca memang banyak, baik yang terbit tahun 2015 maupun yang sudah lewat. Karena saya suka susah pas lagi cari buku tahunya kehabisan di toko bukunya. Harus ngubek-ngubek toko buku lainnya hingga dapat. Kalau masalah budget berapa yang harus dikeluarkan per bulan, saya jawabnya tidak pasti. Karena sebagai ibu dua anak, tidak bebas pergi ke toko buku setiap waktu dan jauh juga jarak tempuhnya. Dua kali naik kendaraan yaitu satu kali naik bus dan satu kali naik angkot atau bisa juga tiga kali naik angkot. Lumayankan transpotnya saja bisa lima belas ribu kali pulang pergi jadi tiga puluh ribu dan itu bisa buat beli satu buku, belum lagi anak minta dibelikan juga  mau jajan.

 Syukur Alhamdulillah jadi hobi baca buku ini dapat voucher buku dari penerbit *rezekibanget. Nah dari voucher inilah bisa belanja online. Enaknya online juga bisa pilih yang buku-buku yang lagi diskon sambil mikir-mikir juga (emak-emak banget sudah diskon masih aja mikir mau ditawar, hihihi). Bukan mikir mau ditawar, tapi karena cinta sama buku maunya semua diborong tapi budget tidak tersedia. Maka dari itu memilih dari buku yang disuka dari semua buku yang disukai (hohoho). Kenapa saya begitu mencintai buku-buku semua genre bagus, dan harus diperlakukan baik, karena saya juga penulis buku. Menulis dan membaca adalah sebuah ikatan yang tidak terpisahkan. Bagaimana penulis menuangkan kata demi kata, menyajikannya agar mudah dicerna dan enak dibaca, dan yang tersulit adalah bagaimana pembaca memahami isi buku yang ditulis dan bisa menjadikan seseorang itu menjadi jatuh hati dengan tulisannya serta selalu ingin membacanya lagi, lagi dan lagi. Hingga pesan kebaikan dari setiap tulisan penulis akan sampai pada diri pembaca dan mudah diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

Nah, karena dua posisi (penulis dan pembaca) telah saya lalui, maka melihat satu buku itu sudah tahu perjuangan menuliskannya. Sayang sekali apabila kita malas-malasan membacanya. Karena sibuk tidak jelas, atau belum terbiasa mengatur waktu, atau malah asyik membuang waktu dengan kegiatan gossip yang tentu lebih bagus lagi diluangkan dengan membaca buku. Penting sekali membaca buku, selain menambah wawasan dan ilmu pengetahuan juga dapat menghasilkan.

Pecinta buku  dan Penerbit Yang Bikin Sexy

Bagi para pecinta buku sering-sering mampir di STILETTO BOOK  ini memang layak dikasih tanda bintang bersinar. Karena selain menerbitkan buku-buku yang mengerti dunia wanita banget juga ada club pembacanya juga lho. Tau kan, wanita suka baca buku itu sangat sexy, soalnya pasti dijamin kaya. Kaya kosakata, kaya pengetahuan dan wawasan juga pastinya.


Pasti penasaran dengan Stiletto Book, penerbit Buku Perempuan yang begitu mempesona karena telah membuat para pembaca wanita mendadak sexy. Bisa juga dibaca arti logo Miss Sexy.



Pengalaman menyebarkan virus baca

Sebenarnya menularkan virus baca itu mudah, tinggal nulis status di facebook, instagram, path, or twitter.
“Alhamdulillah dapat transferan dari hasil resensi dan dapat kiriman dari penerbit dua buah buku baru plus ada amplopnya.” #berkahbacabuku.

Dari situ pasti banyak yang komen dan inbox mulai dari tanya-tanya gimana cara meresensi buku (caranya ya baca buku dulu itu syarat yang utama, hahaha), alamat email yang menerima resensi, honor dan penerbit mana yang baik hati kasih reward. Serta pertanyaan intim lainnya. Begitu mudahnya menyebarkan semangat membaca jika ada hasil yang terlihat. Hobi baca buku bisa juga menjadi sebuah profesi bila ditekuni hingga membrandingkan diri sebagai seorang yang hobi baca buku kemudian menuliskannya menjadi resensi baik terbit di media maupun note fb, blog, atau sosmed lainnya. Saya sendiri menganut aliran hobi baca buku semua genre saja cukup menghasilkan. Selain tak keluar budget beli buku namun buku tetap berdatangan, juga karya kita bisa menghiasi dunia literasi dari hobi baca buku. 

Bagi saya yang paling sulit diajak untuk baca adalah anak-anak. Dimanapun saya tinggal baik di kontrakan rumah saya di Bekasi semua anak tetangga saya kasih buku dan majalah untuk mereka baca. Apalagi ketika saya nomaden juga di Bogor, dari anak tetangga sampai keluarga semua saya kejar agar suka baca buku. Sulit, tapi yakin dari semangat pantang menyerah serta ketulusan hati, hobi baca buku akan menghasilkan.



Ada tiga keponakan saya akhirnya yang dari hobi baca buku akhirnya melahirkan karya tulis baik puisi, cerpen, artikel yang terbit di majalan anak. Keponakan-keponakan saya ini awalnya saya kasih saja majalah anak yang kebetulan itu juga kiriman dari majalan anak di Aceh karena saya langganan menulis cerita untuk majalah tersebut. Daripada banyak tumpukan majalah maka saya bagikan, dan benar ketika diberi gratis antusiasnya begitu tinggi dan mau baca terus sambil tanya kapan majalah edisi terbaru terbit. 



Yang saya sedihkan adalah ketika seorang anak hobi baca namun banyak orangtua yang belum memfasilitasi anak dengan baik untuk sekedar membelikan buku atau mengarahkan hobi bacanya tersebut. Berdiri ditengah lingkungan seperti ini memang sulit, tetapi bahagianya ketika mereka terbit karya karena hobi baca mereka dan diberikan bukti terbit majalah yang ada tulisan mereka lalu menyerahkan ke sekolah dan mereka dapat hadiah dari sekolah. Anak-anak tersebut bercerita ingin sekali memiliki taman baca dan tentu ada pengajarnya. Saat ini saya yang masih nomaden memang kadang-kadang bawa tas yang berisi beberapa buku bacaan anak. Meminjamkan mereka buku atau baca ditempat. Walau godaan gadget dan televisi begitu menggoda mereka. Menanamkan minat baca pada anak-anak inilah yang butuh dukungan dari keluarga, lingkungan dan juga pemerintah. Sejak dini sudah memiliki kecintaan membaca maka kelak akan lahir generasi cerdas.



Harapan saya ingin sekali anak-anak memiliki kecintaan membaca buku. Bukan hanya buku cerita saja, buku pelajaran yang mereka pelajari juga memang mereka baca bukan karena terpaksa belajar karena mau ujian saja. Saya ingin juga memiliki taman baca anak-anak. Walau di rumah juga ada buku anak-anak saya yang masih bisa dihitung jari, dan saya biarkan anak saya membolak balik untuk memegang buku-buku tersebut. Anak saya memang belum bisa baca masih berusia satu tahun dan tiga tahun, tentu sebagai orangtua saya ingin menjadi cermin yang baik bagi anak-anak saya dengan melihat keluarganya sering baca buku akan terekam dalam memorinya untuk menyukai buku juga. Saya tak ingin memaksakan, cinta itu harus dari hati sendiri. Seperti saya yang mungkin sebagian emak galau bilang jadi ibu saja sudah repot mana sempat baca buku. Bagi saya baca buku bukan hanya sekedar “me time” cantik saya, tetapi menjadi aktivitas yang paling menyenangkan. 

Manfaat dan alasan kenapa pentingnya membaca buku :



Masih bilang nggak bisa baca buku karena tidak ada waktu. Padahal waktu tetaplah semua orang itu sama. Ada pergerakan manusia yang hanya satu jam dihabiskan tidur-tiduran atau nonton televisi, ada juga manusia lain yang satu jam itu sudah baca satu buku dan menuliskan resensinya. Jadi kita pilih mana yang memanfaatkan waktu dengan baik atau mau melewatkan waktu begitu saja. Orang-orang sudah baca ratusan buku dalam setahun, dan kita hanya bengong belum ada satu buku pun yang dibaca tuntas. 

Saya akan bagi tips ala ibu rumah tangga seperti saya ini, yang masih memiliki dua balita aktif (1 tahun dan 3 tahun), disela waktunya sebagai penulis, momblogger, dagang buku online, Quiz hunter, open job review, menguras kamar mandi, masak, dan pekerjaan domestic lainnya. 

Tip meluangkan baca buku disela kesibukan :


1. Tanamkan cinta membaca maka akan lahir hobi membaca buku

Dari rasa cinta akan lahir keikhlasan,kerinduan dan juga perhatian pada buku-bukunya.

2. Kecintaan ini akan terlihat dengan adanya buku-buku yang selalu didekat dirinya. 

Saya kemanapun pergi di tas bawa buku satu buah, kalau tas gak cukup juga karena bawa perlengkapan bayi bawa ebook pokoknya baca lah dimanapun  dan kapanpun. Di rumah sakit bawa buku, antri panjang di bank baca buku, naik angkot baca buku, nunggu mesin cuci selesai berputar baca buku sampai mau tidurpun ada buku disebelahku.

3. Cobalah untuk setia pada satu buku yang sedang dibaca. 

Khatamkan buku tersebut. Jangan berpaling dari buku yang sedang dibaca. 

4. Karena waktu yang terjeda, waktu yang tersisa, maka selalu selipkan tanda pembatas di buku. 

Agar tidak lupa ketika ingin menyelesaikan buku namun lupa halaman. Bikin tanda pembatas buku yang paling kamu sukai. Bisa seperti saya buat pembatas buku dari kertas origami gadis jepang berkimono, atau foto dengan tulisan penyemangat diri, buatlah sekreatif mungkin.

5. Setelah selesai baca langsung tuliskan resensi, baik di buku catatan, handphone, atau secara garis besarnya saja. 

Gunanya untuk rekam jejak kita mengenai isi buku yang telah dibaca.

6. Luangkan waktu khusus.

Jika ingin meluangkan waktu baca, namun dari jam 5 pagi hingga jam 9 malam waktu begitu sibuk mengurus keluarga, tenaga habis, maka buat waktu membaca di jam sepertiga malam, selesai shalat tahajud jam dua pagi misalnya langsung baca buku sampai jam 4 pagi. Dijamin baca pada waktu sepertiga malam begitu hening dan tenang. Mungkin ibu ASI seperti saya yang terkadang tetap terganggu dengan panggilan suara minta Asi dari anak kedua saya. Berikan ASI tetap nomor satu, setelah selesai dan anak tertidur kembali lanjutkan membacanya. 

7. Beri reward kepada diri sendiri setelah bisa menyelesaikan membaca satu buku.

Rewardnya boleh makan kesukaan, minum favorit atau bisa bebas berselancar di sosmed atau bisa spa ke salon. Apapun reward yang kita berikan untuk diri sendiri akan membuat diri sendiri bahagia. Apalagi dapat reward dari media karena resensi buku yang sudah kit abaca dan tulis tayang di media, dapat transferan dan dapat buku, sangat membahagiakan sekali. 

Yuk bikin resolusi ditahun 2016 ini untuk lebih banyak membaca buku, dari cinta baca bisa bikin kaya. Mau?





9 comments

Aku udah lama banget gak baca buku. Sekarang lebih suka baca blog. Hehehe

Reply

Iya, sama dengan mba Anisa, aku juga harus biasakan lagi baca buku.

Reply

mba Anisa, ayoo baca buku lagi. seru mba, bisa dibawa tidur dibawa ke dapur. HohOhoho, beli buku aku juga ya, ups malah promo. Sekalian launching tanggal 9 februari.

Reply

Mba yanti hayuk atuh baca buku bareng dengan asinan blogger. Jadi sekalin ngariung. Asyik kan #nyocolsambel sambil ngarujak. Seger kan.

Reply

lengkap banget keren deh

Reply

Mba naqy juga tulisannya menginspirasi. Erna sudah baca. Semoga kita sukses berdua ya mba naqy. hihhihi doa peserta yang baik.

Reply

Bisa aja nih, baca bikin sexy...iya kali kalo kepanasan, bukak baju, hahaha

Reply