Menu
/
Sejak subuh perutku sudah terasa mulas. Karena HPL nya telah lewat, aku berusaha tenang menunggu tanda-tanda lahir. Seperti biasa, aku melakukan rutinitas pagi dari mandi, beberes rumah hingga menemani anak pertamaku. Ketika memandikan si kakak yang berusia 2 tahun 6 bulan yang sedang aktif-aktifnya, perut semakin mulas. Lalu memakaikan bajunya kakak sambil berlari mengejar tubuh mungilnya. Setelah itu menyuapinya makan. Sampai akhirnya mules perutku semakin teratur. Karena sudah mengalami persalinan pertama, maka persalinan kedua ini aku cukup tenang. Dalam pikirku paling baru aja pembukaan. Santai saja, jangan langsung ke rumah sakit seperti dahulu. Tetapi ada keinginan untuk cek bukaan di bidan terdekat. Sambil di temani suamiku tercinta yang selalu siaga setiap kali istrinya melahirkan. Kali ini kami berdua berjalan menuju rumah tetehku (kakak perempuanku) untuk menitipkan anak ku. 




Sampai di bidan ternyata sudah pembukaan lima. Suamiku bergegas mengambil tas persiapan aku melahirkan yang sudah ku susun rapi di rumah. Suamiku datang lagi padaku dan pembukaan pun langsung naik cepat sekali. Sepertinya tidak akan menunggu waktu lama. Berbeda dengan ketika aku melahirkan anak pertamaku. Ketika tanda bercak darah keluar dan aku sudah tidak bisa bergerak aku langsung dibawa ke rumah sakit. Disana sama sekali pembukaan hanya dua, hingga hari-hari berikutnya. Bahkan walau sudah di suntik perangsang pun pembukaan jalan lahirku tetap tidak naik-naik. Hingga keputusan operasi pun menjadi jalan terakhir. Ajaibnya walau ruang operasi telah siap, bukaanku langsung melejit cepat. Alhamdulillah keajaiban datang di kamar bersalin. Dan aku bersyukur bisa melahirkan secara normal anak pertama. Hingga anak kedua aku kembali bersyukur diberi kemudahan kembali dalam melahirkan. 

Tentu ini juga karena doa-doa orang-orang tercintaku, seperti orangtua, mertua, suamiku, saudara, teman, dan semuanya yang aku minta doakan. Hihihi, selain itu aku rutin juga senam hamil sendiri, karena di daerah ku senam hamil tempatnya jauh-jauh sekali. Dari mulai sujud yang lama, ngepel jongkok tiap hari, setelah mendekati HPL aku selalu olahraga jalan pagi setiap hari. Cek rutin juga ke dokter kandungan, lihat posisi bayi, cek laboratorium ada gejala penyakit apa saja di diri kita dan ketika semua sudah dalam posisi sudah bagus semua, banyak-banyak berdoa kepada Allah. Dengan doa maka semua usaha menjadi maksimal.