Menu
/
Minggu, 08 Juni 2014

Udara pagi yang sejuk, membuatku terbangun dengan sebuah senyuman menatap buah hatiku yang terlelap tidur. Suamiku sudah ada di meja kerjanya, biasanya setelah sholat subuh langsung menuju mejanya untuk mengaji atau menulis di web nya. Aku pun pergi ke dapur menyiapkan sarapan pagi dan cemilan untuk anakku. Sambil memasak, aku siapkan bahan adonan donat. Selesai masak kami pun sarapan pagi dahulu, anakku juga sudah bangun dan langsung pegang semua mobil-mobilannya sambil menikmati sarapan paginya. Selesai mencuci piring, aku pun mulai membuat adonan donat, begini kalau anak sudah mulai ikut-ikutan, tepung tidak lagi sesuai takaran, anakku selalu menambahkan tepung lagi dan lagi. Walaupun aku tambah juga komposisi yang lainnya tetap saja ada yang berbeda, semua jadi hanya berdasarkan "feeling". 
"Jadi gak ya, ini kuenya." keluhku dalam hati. 





Akhirnya, aku mengajaknya komunikasi, perlahan-lahan. Anak usia dua tahun sudah mulai mengerti, hanya saja belum bisa feedback dengan lancar. 
"Fatih, mama mau buat donat. Nanti kita ke unisma, ketemuan sama kaka dari Medan. Fatih main dahulu ya, nanti kalau sudah selesai kita berangkat ke Unisma."


Anak lelaki ku telah mengerti, dia pun berlari ke tempat ayahnya sedang mengetik. Tak lama datang kembali dengan aneka mobilannya. Aku pun langsung mengamankan adonan donat yang sudah ku bentuk. Segera mencuci tanganku dengan sabun, dan mengajaknya mandi. Memakaikan baju yang dipilihnya yaitu baju berga,bar mobil dan pesawat terbang. :)

Aku segera mengepel lantai, sambil menunggu adonan mengembang. Tak lama, terdengar suara, 
"Duuuuggg" 
"Mama... ma... " tangisan pilu anakku
Aku berlari dan langsung menggendong anakku, ada perasaan bersalah, walau telah meminta fatih untuk tetap diatas kasur, namanya anak-anak, cuma sebentar saja langsung berlari bawa mobilan ditangannya dan terjatuh. 

Akhirnya kuselesaikan pekerjaanku, menggoreng donat sambil menggendong anakku, fatih. Lelah juga rasanya, apalagi aku juga sedang mengandung lima bulan. kasihan dedek di dalam perutku, semoga baik-baik saja, doaku. 

Hasilnya, berantakan, banyak donat yg terpisah dari bentuk lingkarannya. Padahal aku cukup sering bikin donat ini, karena memang kesukaan anakku fatih. Jauh dari sebelum-sebelumnya, namun Fatih tetap lahap menyantapnya, dia makan sepuluh donat. Senang juga, tetapi ga bisa kubagikan ke teman-teman di Unisma nih. Ya simpan saja buat cemilan Fatih. 

Semua telah rapi, setelah sholat dzuhur, aku pun berangkat menuju Unisma diantar suamiku. 

"Lama gak?" Suamiku bertanya.
"Belum tahu, mau bertemu teman dari Medan" jawabku.

"Hmmm... gak ikut masuk ya, dirumah saja, nanti telepon saja kalau mau di jemput,"
"Siiip, makasi ya..." senyum manisku mengembang.
"Hati-hati juga ya..." suamiku pun berlalu. 

Fatih yang sudah rapi dari jam 10 pagi, dan menunggu mamanya selesai rapi-rapi dan bersih-bersih rumah, membuat Fatih merasa jenuh. Memasuki pelataran Masjid Unisma, dia hanya diam dan malu-,alu. Biasanya sangat senang dan loncat-loncat kesana kemari. Aku pun membiarkannya berjalan sendiri mengitari masjid. Sambil ku ikuti dari belakang, ternyata ia amat senang ketika bertemu teman sebayanya, usianya jauh diatas Fatih, kisaran anak usia 9 tahun. Dan ternyata, mereka langsung kompak bermain mobil-mobilan Fatih sambil sesekali meluncur, berlari, mainpetak umpet, naik turun tangga, hingga Fatih berkeringat banyak. 

Temanku, Amanda yang akan mengisi materi jenjang muda, telah datang. Dia membawa anak Naqibe dan Abanhnya naqib. Fatih yang sudah akrab dengan Abahnya Naqib karena pernah datang ke rumah nenek Fatih di Bogor. Manda membuka kelas dan mulai mengisi materi. Fatih pun ikut dengan Abahnya Naqibe keliling-keliling unisma. Aku mengamati saja dari kejauhan, baru bisa luruskan kaki, anak-anak memang aktif sekali ya. 

Sebelumnya ada kelas pramuda dari jam 10 pagi, dengan pemberi materi adalah Kak Sudi. Pramuda selesai, tepat jam 1 siang, kelas muda dengan pemberi materi Amanda Ratih mengenai blog. Aku pun ikut dalam kelas tersebut walau sesekali aku melihat Fatih dari kejauhan. Semua kelas sudah selesai.

"Mba neng, kok belum pulang? kelas sudah selesai semua, nunggu dijemputnya?" Tanya Dila setelah kelas selesai.

" Bukan, nunggu teman mba, dari Medan..." jawabku singkat
"Jauh sekali," 
"Bukan dari Medan langsung, tetapi dari Jakarta lagi ke acara walimahan"

Aku tertawa geli, memang sepertinya salah kalau bilang teman datang dari Medan, padahal sudah ada dari kemarin di depok. Dari online di whatsapp, aku mulai menanyakan posisi dimana, takut-takut terjebak macet. Dan semakin lama menunggu. 

Azdan ashar, kami semua sholat ashar terlebih dahulu. Fatih ikut sholat ashar di barisan depan, walau cuma satu rokaat, dan langsung berlari main keluar. Anakku belum tidur siang, masih saja main. Masih menunggu kedatangan saudari tercinta yang tentu saja  sudah akrab di dunia maya. Datang mba Elvira dengan senyuman manisnya, membagi-bagikan yougert. Tak lama fatih tertidur dengan lelapnya. Kelelahan bermain sepertinya.

Dari kejauhan, manda menyambut bahagia kedatangan Evi Andriani bersama suaminya. Aku pun menatapnya dengan terpesona. Kakakku dari Medan sudah datang, cantik, baik, pinter, ramah, always smile. Aku dan kaka Evi walau baru pertama kali bertemu kali ini di Unisma, kita sering chat di whatsapp bahas apa saja, dan juga telah menerbitkan dua buku antologi yaitu Pramuka, itu Menyenangkan! , Mesir, pesona dan tragedi. 

Berfoto ria dahulu dengan Mba Evi dan manda. Belum foto berdua, fatih mulai terbangun dari tidurnya. Aku segera menggendongnya, dan tertidur kembali. Karena lama juga di Unisma, jam 17.15Wib, berarti hampir lima jam sudah aku dan Fatih di Unisma.  Suamiku sudah datang menjemput aku dan Fatih. Pertemuan yang singkat namun tetap saja terkenang. Hari ini menjadi sangat istimewa, terima kasih untuk teman-temanku, manda, mba Vira, Kak Evi, semua angkatan muda, semua yang membaca blog ini, dan semua yang tak terlihat dari mataku, namun tetap dihatiku selamanya. Maaf kadang sikapku masih anak-anak atau terlalu tenggelam dalam kesibukan, namun mengenal kalian semua adalah anugerah bagiku. Salam juga buat sahabatku yang baik yang sedang ikut suaminya dinas di Borneo, Miyosi. Tanpa Miyosi group whatsapp sepi. :) . Buat Mba Rihanu Alifa terima kasih banyak juga ya, walau belum jumpa, sudah dapat kiriman hadiah dari Hongkong. Semua nanti kalau sudah pulang ke Indonesia, juga Mba Qonita Musa yang telah baik mengirimkan oleh-oleh dari Yaman, semoga bisa reunian dengan group woman inspiration yaaa...

Semoga kita masih diberi waktu untuk berkumpul, berbagi sepotong rindu yang tersebar, mengenang masa-masa belajar menulis bersama, belajar menjadi manusia dewasa, belajar ilmu-ilmu kehidupan.


Salam Sayang, untuk semua sahabatku. 


 Fatih dan Naqib bermain bersama di Unisma

Berfoto di Unisma




1 comments:

Wah enaknya. Mau dung Evi merasakan donat buatan Mba Erna.
Kapan-kapan dibagi ya mba.
Semoga ada waktu lagi untuk kita bertemu.
Apalagi kalau udah kumpul semua teman-teman woman inspiration ya.
Pasti ga kebayang hebohnya gimana hehehe.
Minggu depan, Evi sudah balik lagi ke Medan.
Semoga kita sehar-sehat selalu.

Salam sayang,
~Evi A.~

Reply