Menu
/
Menjadi seorang wanita yang bisa hamil dan melahirkan adalah dambaan setiap para calon ibu. Bagaimana setiap menghitung bulan pernikahan yang telah berganti tahun dan terasa amat lama. Penantian menjadi begitu berat. Terkadang banyak pasangan yang sedang menanti buah hati sampai berulang kali mencoba bulan madu setiap tahunnya. Apa jadinya sampai bulan madu ke sepuluh buah cinta tak kunjung tiba.

Entah siapa atau mengapa, tatapan kejam seakan selalu ditujukan kepada kaum wanita.
"Istrinya si Pak A mandul mungkin, sepuluh tahun masa belum punya anak?"
"Kenapa mereka tidak angkat anak saja ya, nanti keburu tua. Baru deh rasain hidup sendiri"
"Buat apa kaya, rumah mewah, mobil dua, tidak punya anak sepi dan tandus"
"Si Pak A nikah lagi saja."
Dan masih banyak perkataan yang menyayat hati. 

Namun apakah ini kesalahan kami?
Tuhan, izinkan hamba menjadi ibu
Tuhan, beri satu saja kepada hamba

Sederet doa yang tak pernah putus. Sejuta tangis dan harap yang tak pernah pupus. Menanti dengan penuh kesabaran dan perjuangan. Cara medis dan non medis pun dilalui. Semua tetap nihil. 

Tatapan beda seakan sudah menjadi hal yang siap membunuhku. Keluarga mulai ikutan cemas, seperti menanti anak perawannya untuk cepat menikah sebelum tua. 

Memang tak akan bisa menyalahkan orang-orang sekeliling kita, biarlah menjadi ladang amal dalam ketabahan ini. Apalagi jika ada teman atau sanak saudara yang jauh, ketika pertama kali bertemu kembali selalu yang ditanyakan adalah :
"Anaknya sudah berapa?"

Dan memang anaklah yang nomor satu ditanyakan. Bukan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan sesuatu pencapaian duniawi, seperti :

- Pendidikan terakhirmu apa?
- Jabatanmu sekarang apa?
- Rumahmu ada berapa?
- Mobilmu apa?
- HP mu merk apa?
- dll

Tetaplah anak yang akan menjadi harta nomor satu. Dan selalu bisa bercerita tentang cara perawatan atau pengasuhan anak yang baik kepada semua orang atau golongan. Benar-benar amazing, harta yang paling berharga. Apalagi kehadiran anak sholeh lah yang paling di damba setiap orang tua. Mendoakan para orang tua. 

Tuhan, beri hamba kesempatan....
Ribuan doa telah ku lapadzkan...
hidupku penuh kesabaran...

Jika cobaan ini memang untuk membuatku menjadi insan yang bertaqwa, beri hamba kekuatan. Sebagai manusia biasa, pasti juga akan ada rasa dimana diri ini ingin sama seperti yang lain. 

Kisah nabi Zakaria a.s yang telah lanjut usia dan istrinya yang mandul adalah dimana menjadi penguat hati. Bukankah nabi saja diuji dengan keadaan ini. 

Adapun doa yang diucapkan oleh Nabi Zakaria a.s ketika memohon keturunan :

Rabbi hablii mil-ladunka dzurriyyatan  thayyibatan, innaka samii'ud-du'a.

"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar Doa"(Q.S. Ali Imran<3> : 38)

Dengan suara yang lemah lembut nabi Zakaria berdoa: "Ya Tuhanku, berikanlah aku seorang putera yang akan mewarisiku dan mewarisi sebahagian dari keluarga Ya'qub, yang akan meneruskan pimpinan dan tuntunanku kepada Bani Isra'il. Aku cemas sepeninggalku nanti anggota-anggota keluargaku akan rusak kembali aqidah dan imannya bila aku tinggalkan tanpa seorang pemimpin yang akan menggantikanku. Ya Tuhanku, tulangku telah menjadi lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, sedang isteriku adalah seorang perempuan mandul. Namun kekuasaanmu tidak terbatas, dan aku berdoa Engkau berkenan mengkaruniakan seorang anak yang shaleh dan Engkau ridhoi padaku."

Ini merupakan doa-doa nabi Zakaria, dan masih banyak doa-doa lain yang beliau ucapkan. Diusia senjanya dengan kekuasaan Allah nabi Zakaria dan istrinya yang mandul akhirnya memiliki keturunan. Seorang anak laki-laki yang menjadi pewaris ilmu ayahnya dan juga menjadi nabi, dialah nabi Yahya.

Berbahagialah para wanita, yang setelah menikah bisa menjadi ibu dengan mudah. Sayangi anugerah Allah yang tidak bisa manusia beli. Semua hanya atas izin-Nya. Inilah tanda bahwa manusia perlu berdoa, perlu tahu bahwa ada yang Maha Tahu, dan adanya Sang Maha Pencipta.