Menu
/


www.ernawatililys.com - Diare atau mencret adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan buang air besar yang sering dan lebih encer dari biasanya. 

Pengalaman kemarin saya merawat ketiga anak saya yang diare dan juga disertai muntah. Awalnya memang kami sekeluarga sedang pulang dalam perjalanan, dalam keadaan lelah dan kehujanan serta ban pecah yang mengharuskan kami sekeluarga menepi di pinggir jalan. Sekalipun saya memilih cafe anak muda yang ada tempat duduknya. Tetapi karena hujan saluran air yang kotor masuk. Anak-anak saya yang aktif dan nggak bisa diam karena biasa di rumah main hujanan, jadi mereka tetap saja main genangan air yang kotor sekalipun mamahnya sudah memperingatkan.


Alhasil, yang pertama sakit adalah dede bayi berusia 7 bulan. Diare sebanyak 3 kali dengan sisa kotoran yang pucat. Duh saya sudah punya anak tiga, pasti kenal betul kotoran anak-anak mana yang sakit dan yang sehat. Segera saya periksakan ke Rumah Sakit Ibu dan Anak. Diberi obat oleh dokter berupa antibiotik amoxan, zinc dan obat demam (karena suhu tubuhnya sudah 39 derajat lebih). Mencegah malamnya demam tinggi dan dehidrasi. Ternyata obat masuk malah tambah parah. Diare jadi 13 kali dan muntah sering sekali. Duh, sudah pasti saya berpikir apa ini muntaber. Saya mencoba tetap memberi ASI agar tidak dehidrasi. Dua hari keadaan semakin kacau, diare tanpa henti dan saya pun melarikan ke dokter spesialis anak di RSUD. Di berilah obat lactobe 2 kali sehari, obat demam, cefixime (antibiotik), dan obat mual vometa Domperidone drop (3 x 0,5 cc sebelum makan). Saya ini termasuk yang jarang banget memberikan obat jika dirasa anak masih mampu melawan bakteri. Maka dari itu anak-anak jarang sakit dan ini momen pertama bayi saya dengan terpaksa harus masuk obat. Padahal imunisasi saja, yang katanya suka demam, dede bayi cukup ASI dan selalu dapat melawan demamnya. Ini seperti pertahanan saya runtuh. Ternyata obat dari dokter spesialis anak langsung dua hari bikin dede bayi sehat kembali. Mulai lagi merangkak dan merambat jalan. 


Baru selesai dede bayi alias anak ketiga saya yang terkena diare. Anak kedua juga terkena diare pada malam hari dan muntah juga satu kali. Kemudian malam berikutnya juga sama anak pertama saya ini usia 5 tahun terkena diare juga karena jajan di sekolahnya. Kalau ngga ada Mamahnya yang nunggu pasti tergoda temannya ikutan jajan. Sakitlah dua anak saya. Walau katanya diare itu bentuk perlawanan tubuh terhadap bakteri, tetapi cukup menyiksa juga. Alhamdulillah, sekarang ketiga anak saya sudah sehat.

Ternyata, hasil dari merawat dengan penuh perjuangan ketiga buah hati saya adalah saya juga ikutan jatuh sakit. Tidak muntaber, namun terkena virus di saluran cerna, dan butuh bedrest. Masih masa pemulihan. Walau ini merupakan sakit keluarga berjamaah.


Tapi, saya mau berbagi info dari tenaga kesehatan yang memberikan penjelasan tentang Diare. 


Diare Apa dan Bagaimana?



Seperti yang kita ketahui penjelasan di awal paragraf bahwa diare adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan buang air besar yang sering dan lebih encer dari biasanya. Terus menerus, sehingga si penderita terasa lemas. 

Diare merupakan suatu tanda bukan jenis penyakit diae dan muntah adalah upaya tubuh mengeluarkan racun dan virus/kuman. Tidak perlu memberi obat anti muntah atau obat memampatkan diare. Kecuali sudah konsultasi ke dokter dan dokter yang memberikan resep. 


Sebenarnya, obat-obat tersebut hanya mengurangi/menghentikan gejala diare/muntah. Bukan mengobati penyakitnya bahkan juga memiliki efek samping. 


Apa sih PENYEBAB DIARE?

  • Infeksi di usus oleh mikroorganisme patogen (paling sering oleh virus)
  • Keracunan makanan
  • Pemakaian obat-obatan, misal antibiotik yang tidak bijak sehingga mengganggu keseimbangan bakteri di dalam usus.
  • Gangguan proses pencernaan (malabsorpsi)
  • Alergi bahan makanan tertentu (paling sering alergi susu/intoleransi laktosa)

DIARE apa yang perlu dilakukan?


  1. Cegah dehidrasi-Ganti cairan yang hilang dengan minum lebih banyak serta beri cairan rehidrasi oral (crol, mis, oralit/pedialyte)
  2. Jika bayi masih ASI, teruskan ASI dan bisa ditambah cro.
  3. Sebagian besar diare pada anak disebabkan virus yang akan sembuh sendiri tanpa perlu diobati apalagi diberikan antibiotik
  4. Jika tinja anak berlendir dan berdarah penyebab yang paling sering adalah amuba yang dapat diobati dengan antibiotik setelah dilakukan pemeriksaan analisis tinja.

Diare dan hubungi dokter apabila :

  1. Diare berlangsung lebih dari 1minggu (lihat juga kondisi anak, jika beberapa hari sudah dehidrasi segera hubungi dokter)
  2. Ada darah pada tinja
  3. muntah yang sering
  4. Demam tinggi
  5. Terlihat sangat lemah
  6. Tanda-tanda dehidrasi yaitu
  • Buang air kecil berkurang
  • Tidak ada airmata ketika menangis
  • Mata,ubun-ubun, atau perut cekung
  • Tidak mau minum
  • mulut kering
  • Terlihat sangat kehausan
  • Bila dicubit kulitnya cepat kembali
  • Terlihat mengantuk dan tidak responsif.


Selain itu perlu juga area lingkungan yang bersih. Tempat tidur,lantai dan perabot makanan serta masak sendiri jika sedang terjadi perubahan musim karena banyak virus dan bakteri yang menyebar. Selain itu jangan sering bepergian keluar juga jika kondisi cuaca tak bersahabat. 


Semoga Anda sekeluarga diberikan kesehatan ya, untuk saya dan keluarga juga. Demikianlah sharing saya tentang Diare pada anak. Orangtua tahu yang terjadi pada anaknya. Jika ke dokter, jelaskan pula gejala,kronologi sakit atau penyebabnya, serta catatan yang ingin ditanyakan ke dokter. 


Sumber referensi: katalog RSUD Kab Bekasi tentang Diare.
Konsultasi dengan dokter spesialis anak RSUD Kab Bekasi.



Salam Sehat


22 comments

Diare pada anak nampaknya sepele, namun bisa bahaya kalau dibiarkan..

Reply

Syafakillah buat keluarga Erna ya semoga makin sehat dan 3 F makin cerdas

Reply

Saya selalu sedia lactobe di rumah Mbak, dari harga 260p sampai sekarang 6000 saya selalu sedia

Reply

serem juga diare ini ya mba.

Reply

Emang paling cemas kalo anak diare. Tapi alhamdulillah kalo anak saya diare, dia mau minum banyak, air anget malahan. jadi carliran yang terbuang terganti lagi. Sedikit tenang sih.

Reply

semoga jngan sampe diare, apalagi anak-anak. kasihan banget..
Dan bisa membahayakan juga kalo' nggak di tangani dengan baik.

Reply

Kemarin saya juga diare teh, karena lagi menyusui jadi sempat khawatir dede bayi ikutan diare. Tapi alhamduliah debay sehat2 sampai ibunya sehat lagi. Suka khawatir kalau anak sakit, apalagi belum pengalaman.

Makasih atas sharingnya teh, jadi banyak ilmu yg didapat. Semoga teh Etna dan sekeluarga sehat2 ya.. :)

Reply

Aku kalau diare wajib dokter mb terutama jika disertai muntah dan anak sudah tidak mau mengasup makanan atau minuman, hitungannya menit diate dan muntah pada bayi. Alhamdullilah sudah sehat ya si dedek bayi

Reply

Kata Mamaku dulu waktu masih di bawah 2 tahun aku pernah diare yang sampe lemes banget Mba. Bahaya memang kalau dibiarkan

Reply

Diare itu sebenarnya penyakit langganan anak, tapi emang tdk bisa dianggap remeh ya mbak. Ibu kudu kuat feelingnya kapan harus bawa anak ke dokter. Trus tdk lupa jg ngawasin kapan anaknya mesti dikasi banyak cairan TFS

Reply

iya mba, bisa meninggal akibat dehidrasi :(

Reply

Amiin makasi doanya ya mba Naqy

Reply

iya, sekarang harganya sudah 7K per satu sachet, naik terus.

Reply

banget mba, bikin lelah jiwa dan raga.

Reply

Alhamdulillah ya Mba, semoga selalu sehat ananda kita.

Reply

iy, HUUM. Amiin..

Reply

iya, benar2 jaga kesehatan ya Lin. agar bunda dan dedenya sehat selalu, Asi juga lancar

Reply

iya mba, kemarin juga satu anak periksa sampai dua kali, karena khawatir banget.

Reply

semoga sehat-sehat selalu ya mba, kalau sakit semua aktivitas tertunda.

Reply

huum banget, feeling ibu harus kuat dan tepat, jangan sampai lamban mengetahui anak dehidrasi. Semoga sekeluarga sehat selalu ya. Diare sepele tapi ngeri.

Reply

Ilmunya luar biasa, Mbak ����

Reply

Pengalaman merawat anak-anak kemarin yang bolak balik ke dokter :)

Reply