Menu
/

[Review Novel] Embun Di Atas Daun Maple Karya Hadis Mevlana, pertama kali saya pegang novel ini mata saya langsung tertuju pada daun maple. Pikiran saya langsung berpikir pasti settingnya di luar negeri dan romantis. Setelah itu saya lihat font judulnya dengan warna yang senada dan bikin cover ini manis. Lanjut lagi masih penilaian tanpa membuka novel ini dahulu, kali ini retina saya menangkap dua buah nama Hadis Mevlana, penulis yang bikin saya penasaran siapa sih dia (kebiasaan saya selalu kepo sama penulis), kemudian ada endors dari artis muslimah cantik yang namanya tak asing lagi dan juga seorang penulis, Meyda Sefira.


Novel ini tidak hanya novel penambah gembira jiwa. Lebih dari itu, novel ini juga memberikan gizi untuk akal kita dalam berpikir dan mengeksplorasi kebenaran Islam dalam konteks-konteks sederhana, tetapi syarat makna. 
Meyda Sefira- Aktris/Penulis "Hujan Safir"- 

Hal selanjutnya yang membuat saya semakin penasaran dengan isi novel ini yaitu dengan membaca dahulu sinopsisnya.


Sinopsis

Rerimbunan daun maple telah bersaksi atas keimanan dan keteguhan Sofyan, pemuda muslim Teluk Kuantan. Hidup di negeri orang sekian tahun, berjarak hari dan waktu, membuatnya kerap dilanda rindu pada Emak dan ‘Aini, seringkali ia ingin pulang meski belum saatnya. 

Berulang waktu, keyakinan akan Dia tersampaikan dengan indah di Kanada, tepatnya di Saskatoon. Sofyan kian diuji, hadirnya begitu berarti bagi Kiara, gadis orthodox berparas cantik Rusia-Aceh, lengkap dengan beribu tanya tentang Tuhannya, dan Kiara mengaguminya. Sayangnya, kekaguman ini tidak hanya milik Kiara, mawar berpuisi yang sering dikirimkan kepada Sofyan juga menjadi bukti kekaguman seorang yang lain.

Di antara cita-cita dan cinta, Sofyan tetap harus pulang menjadi kebanggaan Emak dan ‘Aini. Lalu, kepada siapa rindu terjaga, atau mungkin sebagai candu saja?

Lalu, siapakah pengirim mawar berpuisi? Dan apakah Kiara hanya mengagumi Sofyan, bagaimana dengan cintanya? Keyakinannya? Kepada siapakah hati Sofyan akan bertaut? Ataukah hanya teruntuk Emak dan ‘Aini?
*****

Akhirnya saya pun melaju membaca lembar pertama novel ini, membaca tiap lembar dan selalu terpesona dengan kerendahan hati penulis. Pada ucapan terima kasih, saya membaca paragraph terakhir yang menyentuh hati saya, bahwa penulis menuliskan harapan bahwa semoga tulisannya mampu memberi manfaat dan menginspirasi bagi para pembacanya. Penulis juga memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan kekhilafannya. Saya jarang menjumpai kata-kata ini, tetapi benar adanya bahwa Allah lah yang Maha Tahu atas setiap hal yang dilakukan hambanya. 

Keterangan Novel 

Judul: Embun di atas Daun Maple
Penulis: Hadis Mevlana
Penerbit: Tinta Medina
Tahun terbit: 2014
Jumlah halaman: 286
ISBN: 978-602-9211-726

Review Novel


  • Sampul Novel 
Background cover berwarna putih dengan hiasan daun Maple berwarna-warni dan ada embun yang melekat pada daun maple. Sudah menggambarkan judul novel ini, pemilihan font dan warnanya yang dibuat senada menambah manis cover novel ini. 

Jika di display di toko buku juga mudah dicari dan covernya mudah diingat. Simple namun tetap elegan. 

  • Tema Cerita
Seorang pemuda muslim yang taat beragama dari Teluk Kuantan, Indonesia. Pemuda sederhana yang kuliah di luar Negeri dari sebuah beasiswa yang didapatkannya. Pemuda yang memiliki impian yang tinggi walaupun dari keluarga yang sederhana. Dalam kehidupannya di luar negeri, ia memiliki banyak sahabat baik pria dan wanita. Diantara sahabat-sahabatnya yang selalu bertanya-tanya tentang agama dan keyakinan, ada perhatian dan sebuah perasaan dari tiga orang wanita yang semua tak asing baginya. Rangkaian diskusi agama yang menarik dan sebuah perasaan yang makin lama makin terungkap satu persatu. 
  • Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang mudah dipahami. Apalagi diskusi agama yang menurut saya agak berat, namun penulis dapat menyajikannya dengan bahasa yang enak dan tanpa menggurui. 

Novel ini juga bertebaran puisi yang aduhai, bikin yang baca hatinya rontok. Duh, penulisnya kok romantis sekali ya bisa bikin puisi-puisi yang indah. 

  • Penokohan
Pemeran utama adalah Sofyan menurut saya karakternya konsisten, dari awal sampai akhir memang datar. Namun, inilah yang membuat penasaran saya, apa diakhir Sofyan berubah jadi pahlawan atau jadi orang super bijak. Ternyata karakternya tetap datar dari awal sampai akhir dan sehingga tidak mengada-ada. Kiara, wanita cerdas dan berani, karakternya cukup kuat dan sampai akhir cerita pun memang memberi warna yang menonjol dalam jalan cerita novel ini. 

Ada Felix teman sekamar Sofyan berbeda agama namun tetap saling menjaga toleransi. Dua kakak beradik Frizt dan Olivia dua karakter yang melengkapi bumbu cerita novel ini, serta Zahra gadis muslimah yang taat beribadah dan cerdas. 


  • Dialog Keagamaan
Menurut saya ini yang menjadi bumbu novel ini berbeda dengan novel Islami yang sudah beredar. Saya sebagai pembaca begitu banyak mendapat pengetahuan baru tentang ajaran agama. Perbincangan antara pemain tak terkesan menyudutkan, menjatuhkan bahkan tidak ada yang menggururi. Maka dari itu saya membaca novel ini sejak digenggaman hingga akhir karena menarik sekali isinya. 

  • Puisi
Dalam novel ini begitu banyak puisi yang begitu indah, membuat pembaca merasakan bahwa kehangatan isi novel ini dari bait-bait puisi yang menakjubkan.

Salah satu puisi Sofyan pada halaman 17

Kalau saja rindu itu sebentuk es
kau telah membekukan kesendirianku tanpa jawaban
sementara angin yang berembus membuat tubuh makin menggigil
Tapi kau merasuk tanpa bentuk
Tak tahu di mana letakmu
Menggumpalkah di hati?
Atau mencair dan mengalir di setiap tetesan air mata?


Ending cerita ini pun berakhir menggantung, saya menunggu edisi selanjutnya. Pilihan Sofyan yang begitu tak bisa saya tebak. Harapan kedua saya, novel Embun di Atas Daun Maple difilmkan.

Yang mau mendapatkan novel Embun di Atas Daun Maple bisa beli online, atau menghubungi penulisnya langsung di kontak :

Facebook : Hadis Mevlana
Twitter : @hadismevlana
Phone : 0822-1069-4841 


SalamRoman
4 comments

Hmm.. seru ceritanya.. mau baca doongg :)

Reply

iya kak, boleh kak via whatsapp saja ya kasih alamat rumahnya. tapi antri nomor dua setelah yang di bekasi :)

Reply

Salam kenal mba Hadis *langsung kebayang Hadist*

Reply

sepertinya laki-laki Nda nama penulisnya jadi mas hadis :) panggilannya

Reply