Menu
/
Adya pramudita, penulis kelahiran kota hujan (*sama dengan saya, asyiik), penyuka pantai tapi takut ombak, penyuka hujan tapi takut petir (*hihihii unik). Seorang ibu dari tiga anak yaitu  usia 12 tahun menjelang remaja, 7 tahun dan balita 20 bulan. Punya anak dengan 3 rentang usia berbeda punya tantangan tersendiri dalam mengarahkan mereka dengan pola pendekatan yang berbeda. Tentu sehari-hari Mba Adya disibukkan mengurus anak-anaknya. Namun jangan salah lho, Mba Adya ini tetap berkarya buktinya lahirnya buku-buku solo dan memenangkan lomba menulis. Yang mau tahu lebih dalam tentang Mba Adya yuk simak terus.

Tulisan Fiksi yang Tak Bisa Lepas dari Seorang Adya Pramudita



Mengenal Mba Adya sapaan saya kepada Adya Pramudita, adalah ketika ada kelas blogger di Dilo Bogor. Padahal saya dan Mba Adya telah jadi penulis yang sama-sama sudah melahirkan karya, juga kami berdua ini sama-sama kelahiran kota hujan. Tetapi menjadi blogger menjodohkan kami menjadi sahabat di group whatsapp. Kemudian saya ini baru menyadari bahwa Mba Adya adalah penulis fiksi yang saya sukai setiap kata demi katanya. Walau saya hanya baca lewat blognya saja sudah terkagum-kagum. Mengulik Mba Adya seperti menyelami kata-kata diksi dan lautan imajinasi karena bagi saya penulis fiksi itu tidak mudah dan pastinya keren sekali. Betul juga ternyata Mba Adya memang mencintai dunia fiksi ini. Bagi Mba Adya pasion terbesar yang melekat padanya yaitu dunia menulis fiksi, novel dan cerpen. Seperti yang saya sebutkan di atas bahwa Mba Adya sudah menerbitkan 3 buah novel (2 solo, 1 kolaborasi). Selain itu ada juga beberapa cerpennya yang pernah dimuat di majalah dan koran. 

Prestasi menulis Mba Adya di tahun 2013 pernah masuk jadi salah satu dari 9 besar penerima beasiswa mizan antitesa untuk belajar menulis novel selama 3 hari bersama penerbit Mizan. Tahun 2015, cerpen Mba Adya pernah jadi juara ke 2 dalam ajang Green Pen Literary Award yang diadakan Perhutani (*duh keren banget sih mba Adya, ajarin donk). Melalui beberapa cerpen juga pernah ikut lokakarya cerpen Kompas tahun 2015 lalu (*mantep)

Ada lagi nih kesamaan saya dengan Mba Adya, ternyata sama-sama anggota Lingkar Pena. Jika 2006-2008 Mba Adya pernah terdaftar di FLP Bandung lalu pindah ke FLP Depok, tetapi tidak aktif-aktif banget, berbeda dengan saya yang merantau ke Bekasi dan menjadi FLP Bekasi dari tahun 2008-sekarangdan masih aktif. 

Sejak tahun 2011 Mba Adya sudah mulai menulis dengan serius dan buktinya adalah terbitnya karya-karya fiksinya.  Saat ini juga Mba  Adya tergabung dalam komunitas menulis Be A Writer Community dan Merah Jambu, di dua grup menulis itu Mba Adya ditunjuk  menjadi PJ untuk cerpen dewasa, duh ajarin donk Mba Adya (*terimasayajadimuridmu). Berikut karya-karya Mba Adya Pramudita 

karya Mba Adya Pramudita


Cita-cita Mba Adya di masa depan, MbaAdya ingin punya grup membaca di kota Bogor, yang Mba Adya sendiri belum tahu harus memulai dari mana. Semoga terwujud ya rumah bacanya, saran dari saya ajukan proposal ke penerbit buku anak.Sehingga bisa dapat sumbangan buku-buku. 

Selanjutnya Mba Adya juga memiliki keinginan lainnya yaitu setelah menyelesaikan novel yang sedang digarap, Mba Adya juga ingin membuat novel anak, sebagai bukti untuk anak-anak Mba Adya kalau ia berusaha memahami dunia mereka.

Yang mau follow akun sosmed dan berkomunikasi dengan Mba Adya, silahkan ya : 
email : adyapramudita80@gmail.com
Facebook : adya tuti pramudita
Twitter : @adya_story

Salam Menulis
7 comments

huwow keren...aku ikutan mau belajar nulis fiksi

Reply

Mbaakk, aku tahu novel yg menjeda dan namaku louisa
Wah, ini y penulisny
Keren keren ...

Reply

iya mama inna nulis fiksi itu butuh kosakata yang banyak, apalagi diksi. yukkita belajar bareng

Reply

iya miy, keren ya bahasanya dan tulisannya aku baca2 juga manteb bgt ,kapan kita nelorin novel miy *ingetsuhusakti

Reply

Wkwkwkwk
*pura2gakbaca
*tarikselimutt lol

Reply

blur ya tulisannya ,ewkwkwkwkkw caplock aja klo gitu :)

Reply

ayoo ayooo belajar nulis bareng mba Erna, serius nih saya juga jadi belajar lagi ngenovel setelah vakum setahun lebih karena punya bayi hehe ... makasih banyak ya, riview nya bagus banget ... :)

Reply