Menu
/

Amanda Ratih Pratiwi, seorang ibu dari balita usia tiga tahun bernama Naqib ini semangatnya patut ditiru. Awal mengenalnya menjadi seorang penulis, kemudian mompreneur dan saat ini menikmati menjadi blogger. Yuk kita simak kiat sukses Amanda.

Awal Mengenal Amanda

Saya mengenalnya lewat komunitas kepenulisan. Waktu itu Manda atau Nda, sebutan akrab saya kepada Amanda. dia adalah senior saya yaitu angkatan dua sedangkan saya masuk komunitas kepenulisan angkatan 5, tepatnya tahun 2008. Saya yang masih meraba dunia menulis dengan kepribadian introvert membuat saya jauh tak memiliki teman. Tertolong dengan golongan darah saya yang bergoldar A menjadikan saya rajin datang kesetiap pertemuan. Namun, kehadiran saya ada tapi tiada, itulah introvert sejati. Tak memiliki teman, saya akui membuat saya tak mampu menyerap materi kepenulisan dengan cepat. Materi yang diberikan satu persatu lepas dari otak saya, saking belum memahaminya kala itu. 

Namun, keadaan berubah saat saya setelah inagurasi semakin intens mengikuti latihan menulis dan tepatnya ikut club novel. Disitulah saya menemukan sosok Manda yang tegas, tidak manja, disiplin (*apalagi kalau nagihin uang kas, xixixixi oiya Manda bendahara FLP juga lho kala itu dan ditakuti), ya Manda menjadi teman yang setiap pelatihan club novel mewarnai suka cita dalam belajar. Pelatihan setiap minggu yang terbilang cukup memakan banyak waktu bisa latihan dari sore hingga malam gelap. Kadang perjuangan di kelas novel mendatangkan kicauan tak sedap di keluarga, seperti Manda yang tidak boleh pulang larut  oleh keluarganya, Manda juga sebagai anak yang berbakti pasti memahami larangan keluarganya ini. Namun, bukan tim kompak namanya jika tidak ada solusi jika memang kelas harus hingga malam, karena demi keselamat an para teman seperjuangan club novel ada juga tim teman yang rela mengkonvoi perjalanan pulang atau dibagi tugas mengantarkan pulang dengan selamat. Sebenarnya saya juga walau perantau yang jauh dari orangtua tetap juga ada rasa takut kalau pulang malam. Namun, karena semangat jendral Sakti Wibowo alias guru besar kami mengajarkan menulis novel, yang ternyata semangatnya jauh luarbiasa dari kami karena Mas Sakti Wibowo rumahnya lebih jauh sekali yaitu di Jakarta. Sedang kami semua masih area Bekasi, ada juga yang di Pondok Gede. Setidaknya masih kalah jauh dengan guru kami. Guru kami rela bolak balik Jakarta-Bekasi untuk mengajarkan kami ilmu menulis. Maka dari itu kami harus semangat menulis, termasuk Manda semangat menulisnya tetap terjaga.

Club Novel FLP Bekasi 

Dari Guru yang Hebat Lahir murid-murid yang Semangat

Perjuangan di Club Novel FLP Bekasi, membuat personilnya memiliki kekompakkan luarbiasa, kepedulian, dan tetap dodol (saling menghibur) di berbagai suasana. Selain itu personil club Novel yang terdiri dari 7 Bidadari dan 7 Jaka tarub ini, memiliki semangat yang luar biasa. Perlu di ketahui 7 Bidadari tersebut adalah Bunda April,Mba Vira, Miyosi, Manda, Erna, Nisa dan Shine (*semua sudah sould out ya ; p).

Saya perhatikan ketujuh bidadari ini punya semangat yang luarbiasa semuanya. Saya akan bahas salah satunya adalah semangatnya Manda. Menjadi penulis bagi Manda bukanlah sebuah titik diam dan hanya belajar di tempat dan cukup itu saja yang diminati. Walau sudah melahirkan banyak buku solo, antologi dan buku proyek pemerintah, tak membuat Manda berhenti berkarya. Manda juga pernah meminang saya untuk menulis di salah satu buku Antologi garapannya *terimakasihyaManda.  Inilah deretan karya Amanda 



Manda, Sudah Menjadi ibu Tetap Sayang Maminya

Setelah menikah dan tinggal jauh alias mengikuti para suami. Saya dan Manda tidak lepas komunikasi. Waktu ada pertama kali aplikasi whatsapp saya diajak Manda ikut group Whatsapp FLP Sedunia,isinya teman-teman penulis seluruh dunia. Lewat whatsapp bukan hanya cit chat masalah kepenulisan saja,kadang saya dan Manda chat banyak hal diantaranya seperti seputar kehamilan, tempat melahirkan, mengurus bayi, sikap anak, dll. Bahkan ketika Manda hendak pulang dari Ambon ke Bekasi untuk proses lahiran anak pertamanya, kami berdua chating mengenai persiapan kelahiran bayi. Dari memilih rumah sakit di Bekasi, nama-nama dokter kandungan,jadwal praktek, dsb. Akhirnya Manda memilih tempat bersalin dimana saya dahulu juga melahirkan disana. Yang lebih berjodohnya Manda gak akan melupakan tanggal lahir saya  deh, karena anaknya tanggal lahirnya sama dengan tanggal lahir saya *horeee dapat kado ucapan terus nih dari Manda.

Amanda dan saya bertemu di Rumah sakit
Kembali ke semangatnya Amanda ya. Salah satu semangatnya yang lain yaitu ketika ia menekuni dunia bisnis online, hasil jualannya dikumpulkan untuk membelikan handphone maminya sebagai hadiah dari Manda. Nah, lihatkan semangatnya menyenangkan keluarganya patut ditiru. Wah walau Manda sudah jadi ibu tetap ingin membahagiakan maminya. Pengalaman bisnisnya juga sudah ia bukukan lho, untuk para generasi muda ini buku terbarunya Manda yang terbit tahun 2016, silahkan dipilih menjadi buku bacaan favoritya, 



Selain itu, Manda juga menekuni dunia blogger dengan alamat blog yaitu catatanamanda.comSaya sebagai sahabatnya sangat mendukung Manda menjadi blogger karena Manda tinggal bersama suaminya di Indonesia Timur yang masih banyak pemandangan alam dan tempat wisata yang belum diabadikan lewat foto dan tulisan. Saya berharap Manda menjadi blogger traveller yang menuangkan pena-penanya demi memajukan pariwisata Indonesia. 

Yang mau tertular semangatnya Manda,silahkan add dan follow sosmednya ya.
Twitter : @sejuta_cinta
Instagram : @ndamandae
Facebook : Amanda Ratih Pratiwi
Youtube : Amandamujahidah

SalamSemangat
9 comments

Terimakasih Erna, kamu masih inget aja aku jualan buat beli hape ibuku haha.. ingatanmu mantab tenan na

Reply

Cukup dekat ya kalian berdua. Semoga persahabatan kalian tetep awet ya :)

Reply

iya nda, aku sangat tersentuh akan kebaikan mu. Sukses selalu ya nda :)

Reply

Ibu ketua FLP Bekasi, terima kasih doanya, aamin. :)

Reply

Baperr aku lihat foto2 ini

Reply

iya kangen, seperti buka kenangan lama ya :)

Reply

Wah runut banget ceritanya... sayang aku g ada di foto hiks

Reply

Wah runut banget ceritanya... sayang aku g ada di foto hiks

Reply