Menu
/


Proses penerbitan sebuah buku di penerbit - Sebagai seorang penulis baik yang telah memiliki karya atau masih penulis pemula, sebaiknya mengetahui proses terbitnya sebuah buku di penerbit. Karena, ketika mengirimkan sebuah karya terutama penulis pemula, baru sebulan send email pengiriman naskah, sudah dag dig dug tidak karuan. Menunggu naskahnya dijawab secara cepat dan tentu berharap besar naskahnya dapat diterima. Padahal sebuah penerbit dalam menerima naskah ada tahapan-tahapan yang tentu melewati beberapa bagian hingga naskah yang diterimanya memang benar-benar layak diterbitkan. 


Ada beberapa penulis pemula yang mempermasalahkan waktu penantian jawaban dari pengajuan sebuah naskah di penerbit. Ada yang merasa terlalu lama, sangat lama bahkan sudah tak sabar langsung menarik naskah tanpa menggunakan surat penarikan naskah. 

Sebaiknya, penulis pemula ketika mengajukan naskah adalah bersabar, mencatat tanggal pengiriman dan menanti sesuai waktu yang ditentukan penerbit. Jika ingin menarik naskah sebaiknya buat segera surat penarikan naskah. Jangan sekali-kali mengajukan naskah yang sama kepada dua penerbit sekaligus. Akan berakibat fatal jika ternyata naskah diterima dan diterbitkan. Apalagi ada juga penerbit yang langsung me-layout naskah sambil mengurusi surat perjanjian kontrak. Karena penerbit memiliki kerja yang padat, target dan juga moment pasar. Jadi hati-hatilah naskah Anda menjadi boomerang bagi Anda sendiri. 

Pengalaman yang saya alami selama mengajukan naskah ke banyak penerbit memang berbeda-beda, ada yang menanti 70 hari, 3-4 bulan, setahun bahkan lebih. Setelah naskah diterimapun, ada yang penerbit cancel, ada yang antri terbitnya lama, dan juga ada yang tahu-tahu sudah terbit dan dapat kiriman buku bukti terbit. 

Nah, ini saya dapat gambaran alur penerbitan dari Bu Linda Razad yang bekerja di penerbit. Saya copy statusnya agar menjadi gambaran bagi para penulis bahwa untuk menerbitkan sebuah buku melewati proses panjang. Maka dari itu setiap buku terbit gencarlah berpromo agar buku semakin banyak dibaca orang. 



----**----
Status Ibu Linda Razad - Beberapa tahun terakhir ini saya terpaksa harus menolak naskah tentang Puasa/Ramadhan. Naskah baru dikirimkan 2 minggu menjelang Ramadhan dan minta segera diterbitkan di bulan Ramadhan. Saya sudah beberapa kali menjawab secara personal. Menerbitkan naskah menjadi sebuah buku tidak sama seperti mem-fotocopy tugas-tugas di kampus yang bisa langsung jadi dalam 1/2 jam. Diperlukan waktu yang cukup lama untuk proses editing, layout, cetak, dan penyebaran buku ke toko.

Seandainya buku mau diterbitkan bulan Ramadhan, naskah sudah kami terima sekitar 6 bulan sebelum puasa. Mudahnya seperti ini. Bulan Juni 2016 adalah bulan Ramadhan, hitungan mundur untuk proses pengerjaan buku sebelum terbit adalah :

  • Januari; naskah diterima redaksi.
  • Januari - Februari; naskah antri untuk di-review.
  • Maret; selesai review, penulis dikabari naskah akan diterbitkan.
  • Maret - April; proses editing, layout, dan desain cover.
  • May; proses cetak dan pengiriman jadwal buku terbit ke toko2.
  • Juni; buku mulai beredar di toko.  Nah...pasti ada yang nanya, "uang muka dan royalti kapan dibayarkannya". Untuk royalti dan uang muka, seperti ini jadwal pembayarannya. Contoh tahunnya masih tetap 2016 ya.
  • Juni; buku mulai beredar
  • Juli; sekretariat mengirimkan kontrak dan contoh buku ke penulis
  • Agustus, keuangan membayarkan uang muka ke penulis.
  • Juni - Desember 2016; periode penjualan


  • Januari 2017; penghitungan buku yang terjual selama bulan Juni - Desember 2016.
  • Februari 2017; bagian keuangan mengirimkan laporan penjualan dan membayarkan royalti setelah dikurangi uang muka yang sudah dibayarkan di bulan Agustus.

Catatan: Jika penjualan belum melebihi jumlah uang muka yang sudah dibayarkan, tentunya tidak ada royalti yang dibayarkan.

Semoga ini bisa menjadi masukan buat yang ingin menulis tentang naskah Ramadhan, dan juga informasi buat yang malu-malu  nanya tentang royalti.... :) 
Quanta Emk
----**----

Belajar dari hal diatas, jika seorang penulis ingin naskahnya diterbitkan sesuai moment atau tema pasar, sebaiknya tidak mepet deadline mengajukan naaskahnya ke penerbit, agar naskah diterima penerbit dengan baik dan melalui tahapan sesuai prosesnya yang telah ada. Selamat mengirimkan naskah terbaik Anda.

Salam
19 comments

Makasih infonya Mba.. Aku juga pernah kontak dengan penerbit buku, dia memberikan informas yang notabene hampir sama dengan postingan di atas.. Bila buku kita beredar di pasaran maka royalti atau pembayaran akan diberikan pada 6 bulan kedepan..menunggu proses perhitungan terhadap buku2 yang terjual..

Reply

ternyata prosesnya lumayan panjang dan lama ya

Reply

aseekkk, temgkiu bgd ya sharenya mbk

Reply

sama-sama kakak ,makasih sudah mampir :)

Reply

ada lagi yang lama, yaitu nunggu bukunya terbit. suka deg-degan walau sudah ada cover,dll nunggu bentuk fisik buku bikin waktu terasa lama. makasi sudah mampir

Reply

sama-sama mba inda, makasi juga sdh mampir :)

Reply

Makasih infonya Teh Erna
Bermanfaat sekali����

Reply

aku pernah hitungan minggu, 2 minggu kalau nggak salah *dipenerbit besar, agak shock juga sih*,
pernah juga sampe 1 tahun,
seringnya ga dapet jawaban wkwk

Reply

Intinya setiap naskah kita memiliki jodohnya masing-masing, ada yang lama ada yang cepat. Makasih sharingnya Mbak Na ...

Reply

sama-sama mba Shinta :) terima kasih sudah berkunjung

Reply

Iya nda, yang penting semangat kirim naskah ya :)

Reply

setuju sekali tya manis, setiap naskah ada jodohnya. Terima kasih ya sudah berkunjung, tadi aku baru aja jalan2 ke blog mu, sukses ya tya.

Reply

Assalamua'alaikum, My Bunda, My sister, My Teacher (KMO, Batch06#10 ini KTP saya hehe)

Senang sekali membaca infonya..jadi ngeh kalau mau menerbitkan sebuah buku kudu sabaaar nunggu prosesnya dari pihak Penerbit. Oh ya Bunda..numpang tanya ya...untuk proses Desain Cover dan Lay Out, boleh nggak kita sebagai pengarang turut campur tangan dalam memberikan ide dlsbnya? sekaligus meminta persetujuan pengarang sebelum buku siap diterbitkan..terima kasih sebelumnya..salam penuh kasih.

Reply

walaikumsalam Rona, senang sekali ada yang berkunjung ke blog saya.
Saya jawab pertanyaannya ya, kalau desain cover penulis masih bisa buat desain sendiri (acc atau tidaknya tetap dipenerbit, kecuali mau indie pasti boleh), kalau lay out ada penulis profesional yang sudah kirim naskah cover+lay out bukunya sudah oke, namun jika belum bisa me lay out buku,maka pihak penerbit yang buat, untuk boleh atau tidaknya ikut campur dikomunikasikan dengan bu editornya saja, bisa atau tidak. karena terkadang semua proses tergantung editornya(ada editor yang welcome ada juga yg sudah mengikuti rule dari penerbit dan penulis hanya bisa terima jadi).
Jika buku akan dicetak sebelumnya editor akan memberikan versi pdf dan penulis diminta baca ulang dan setuju atau tidak mengenai tampilan, jika sudah oke maka akan masuk daftar cetak hingga finishing.

Semangat menulis ya

Reply

Wah musti kudu sabar ya mbak..
dulu sempet pengen mau buat buku tapi kandas. Hehehe
tapi dengan membaca artikel diatas saya jadi lebih tau bagaimana tahap demi tahap yg harus penulis lewati agar buku tersebut bisa jadi buku asli..

Reply

iya mas, semangat lagi nulis bukunya. di blog eksapedia sudah keren-keren liputannya bisa juga dibukukan.

Reply

Yang royalti gak dapat itu yang belum rezeki xixiix....

Reply

Aduh, kenapa baru mampir ke sini ? Ternyata banyak info yang bermanfaat. Terimakasih infonya sangat bermanfaat.

Reply

makasih mbak Erna info kerennya:)

Reply