Menu
/


Hi Moms,

Sudah lama saya tidak curhat di blog ini, pasti bertanya-tanya sibuk amat sih yang empunya blog. Memang sibuk *mulaikeluarinalesan. 

Sebenarnya saya mau curhat  sedikit atau banyak ya, sedapatnya tulisan aja ya soalnya pas lagi anak-anak bobo. Biasakan kalau ibu ASI lagi enak-enaknya ngetik ada panggilan ASI ya harus fast respons kalau nggak nangis deh bayiku sayang. 


Sudah dua hari saya tidak posting di blog, baik tentang materi kepenulisan, dunia parenting atau postingan pejuang lomba. Paling posting hanya beberapa kewajiban yaitu menulis profil teman-teman blogger karena sudah ikut acara arisan link blogger. Semoga pembaca blog disini gak pada kabur. 

Tips menulis dari saya masih banyak yang belum di posting, tapi sekarang mau curhat saja ya. Sebenarnya saya ini sedang masa transisi yaitu proses perpindahan rumah. dan saat ini menetap di rumah mertua sebelum menempati rumah sendiri. Mungkin besok pagi insyaAllah baru mau tengok rumah yang sudah kosong dan beberesih dahulu.

Sebagai ibu rumah tangga, saya memang bertugas beberesih rumah untuk kenyamanan keluarga saya. Butuh tenaga ekstra dan pekerjaan ini tidak akan ada habisnya, malah kalau diikuti terus dari pagi sampai pagi rumah ya selalu berantakan. Namanya juga punya dua balita aktif yang sedang masa-masanya ingin coba ini itu. Jadi jangan heran tinggal dimanapun pasti rumah penuh dengan hiasan si jari-jari mungil. 

Sebenarnya membuat postingan ini tertarik pada status FB seseorang yang menyatakan ibu rumah tangga identik dengan daster butut, rambut bau minyak kelapa, muka kusut, mata panda, kaki dan tangan kapalan, dan sejenis penyakit yang membuat ibu rumah tangga tampak semakin tidak cantik lagi. 

Lalu, apakah benar ibu rumah tangga sekusut itu?
Saya akui, dahulu ketika saya bekerja dan memiliki penghasilan saya bisa beli apa saja, handphone, laptop, parfum, baju model terbaru, sepatu baru, tas baru, ke salon untuk perawatan (walau tidak sering tapi ikutan teman kostan *aksisolidaritas hohoho). Nah iya benar adanya. Namun setelah menikah apakah saya bisa dapatkan hal itu semua atau ibu rumah tangga itu identik dengan kusut?  Jawabnya bisa ya bisa tidak. 


Kita bahas satu persatu, dikatakan tidak apabila ibu rumah tangga itu pure nguplek di dapur, kasur dan jadi baby sitter anak-anaknya. Tidak ada penghasilan tambahan, suami juga gajinya pas-pas an. Maka bisa dilihat penampilan ibu rumah tangga tipe ini. Sebenarnya untuk cantik tidak perlu keluar biaya mahal kok menurut saya. Suaminya cukup mengijinkan istrinya me time di kamar mandi untuk mandi dengan tenang satu jam mungkin, tanpa backsound tangisan anak-anaknya. Cukup di hari libur saja seperti weekend jadi wahai para suami, cobalah beri waktu istrinya untuk bebenah diri. Kasihankan selama seminggu dan dua puluh empat jam ngasuh anak terus. Coba berikanlah me time untuk istrinya. Gak melulu harus mandi sejam, bisa juga izinkan tidur siang atau bangun siang, biar mata pandanya berkurang *hehehe. Nah kalau gini apa masih ada ibu rumah tangga kurang bahagia dengan memiliki me time yang menyenangkan? Mungkin juga masih ada kalau yang mengukurnya dengan uang melimpah atau semua kebutuhan terpenuhi.  


Jika jawaban ya, maksudnya walau sudah ibu rumah tangga bisa membeli apa yang dia suka, penampilannya bisa kinclong,  tentu bisa saja terjadi jika suaminya KAYA. Jadi si ibu rumah tangga tidak perlu cari uang semua sudah tercukupi lebih dari cukup dari penghasilan suaminya.

Lalu kalau suami penghasilannya pas-pasan juga gimana? gak usah jejeritan di sosmed juga. Tenang saja, sekarang hidup jadi ibu rumah tangga itu bisa eksis juga kok. Nggak perlu malu pakai daster lagi jemur pakaian, ngelap ompol, pakai daster ngejar-ngejar abang sayur, cuek aja. Ada masanya hidup IRT itu rempong dan ada masanya IRT itu nyantai kayak dipantai. Mungkin masa-masanya produksi alias beranak pinak dan masa mengasuh bisa saja bikin lelah jiwa raga, Nanti ketika anak sudah besar dan gak pulang tepat waktu juga bikin lelah hati, *hayatilelahbang :) . Dibawa santai dan nikmati proses saja, sekarang pikirkan yang positif agar keluar energy yang positif. Jadi memiliki tenaga ekstra untuk bisa berbagi dan menginspirasi. Saat ini jadi ibu rumah tangga bisa eksis kok. Ya dirumah, disela mengurus domestik, dan mengasuh anak-anak. Banyak pekerjaan yang bisa dihasilkan dari rumah. Seperti bisnis online, jadi blogger atau penulis, buka kursus online, menjadi penerjemah freelance dan segudang pekerjaan dari rumah. 

"Ih, ngomong doang mah gampang. Memang situ oke?"

Memang dunia wanita kalau disenggol dikit bisa bacok-bacokkan itu benar adanya, tapi sudah gak zaman bawa golok kemana-mana sudah banyak razia. Sekarang mainnya yang cantik, putar otak tapi gak buka-buka aurat juga ya cantik. Cobalah berjuang dengan kemampuan diri bukan menjual harga diri. Walau katanya dari sebuah penelitian lelaki tidak akan berkedip melihat wanita cantik, nah pertanyaannya memang seberapa cantikkah yang dapat membuat seorang lelaki bisa setia? tidak ada jawaban dari kadar kecantikan namun jawabannya adalah ketenangan, kenyamanan, hidup bersama dalam suka duka dengan pasangan. Masa-masa perjuangan inilah yang dikenang oleh pasanganmu kelak dan dia akan menilai kamu sebagai istri shalihah dambaannya atau hanya wanita pengejar materi dan bikin suami lari :P

Nah, kembali ke ibu rumah tangga. Kenapa sih bingung, kesal dan gak bangga dengan status ini. Cuek sajalah dengan omongan orang lain. Tak perlu di dengar dan dimasukkan ke hati. Dijuluki ratu daster gak perlu marah, bikin saja daster kreasi terbaru berbahan sutra lembut nan menggoda dan juga modelnya buat semenarik mungkin, tapi kondisikan penampilan Anda didepan anak-anak juga ya. Pakaian tertutup membiasakan anak tahu ibunya suka menutup aurat dan itu akan diingat dibenak anak-anak. 

Kemudian pandangan sinis orang-orang kepada yang hanya IRT, suami gaji pas-pas an, tapi betah banget dirumah, lalu istri disalahkan lagi gak kreatiflah, gak bisa bantu suami, gak berguna, dan kata-kata menyayat hati lainnya. Jangan ditelan deh kosakata begitu, lebih baik banyak berdoa, berdzikir dan pasrah kepada Allah Yang Maha Kaya. Memohon kepada Allah SWT agar rezeki halal selalu menghampiri, support suami agar terus berikhtiar, peluk anak-anak fokus mendidiknya hingga mereka paham arti kesederhanaan hidup yang bermakna. Miskin harta mah sudah biasa, tapi sudah miskin harta miskin iman dan akhlak rusak dunia. Beri keyakinan bertahan di rumah bukan berarti menyerah tapi buktikan bahwa bertahan di rumah agar tetap bisa mengurus suami dengan baik dan mendidik anak-anak menjadi generasi insani yang cerdas dan berakhlak.

Jangan iri hati lihat tetangga yang rumahnya bagus, suaminya bawa mobil, anaknya pakai baju branded. Ingatlah semua yang hidup itu pasti melewati cobaan dan ujian. Jadi fokus pada keluarga sendiri saja. Oranglain disekitar jadikan habbluminannas,teruslah menjadi agen muslim yang baik walaupun di KTP hanya seorng ibu rumah tangga.

"Tapi, mom si cinta mah kayaknya hidupnya enak bener, gak seberat saya. Gak ada adegan ibu rumah tangga yang tersiksa waktu dan tenaga hanya untuk mengurusi domestik yang gak rapi-rapi dan diiringi backsound suara tangis anak-anak."

Di bilang cuma di film-film aja hidup enak kepotong-potong script. Asli nya kan didunia nyata, ya walau ada juga ibu rumah tangga bagai ratu. Sudah gak perlu iri, jadilah diri sendiri dan bersyukur dengan rezeki yang dimiliki.

Tanamkan dalam diri bahwa "saya bangga menjadi ibu rumah tangga"
Saya ingin berikan yang terbaik untuk keluarga
Saya bangga jadi ibu rumah tangga
Mengasuh anak dengan keikhlasan hati
Saya bangga menjadi ibu rumah tangga
Menjalani peran dengan suka hati
Saya bangga jadi ibu rumah tangga
tak perlu iri hati dengan ibu bekerja.
Saya bangga menjadi ibu rumah tangga
Menjadikan rumah bagai di Syurga.



Yuk Moms,
Isi energy diri dengan kekuatan yang positif, agar hidup tak terasa sempit. Tenangkan hati dan lapangkan pikiran agar hidup penuh ketenangan.