Menu
/


“Hayya, Lin, gawat nih, cepetan lihat deh kelakuan Si Kristin!” Cecilia panik.
“Ada apa dengan Kristin?” Olin balik tanya pada  Lia.
“Tuh, kelakuannya borong belanjaan gak kira-kira. Bisa dimarahin lagi kita sama maminya. Pamitnya cari buku tapi malah borong baju.”
“Duh, Kristin penyakit borongnya gak sembuh-sembuh deh.” Olin berjalan menuju Kristin.


Sampai dikasir Kristin begitu bahagia membeli semua baju yang diinginkannya, sudah lama ia tahan karena hukuman dicabutnya izin berbelanja dari maminya. Dalam hati Kristin tinggal memikirkan bagaimana cara belanjaannya bisa masuk lemarinya dengan aman, tanpa ketahuan mami yang menunggu di rumah.
***

“Eh, Olin temanku yang baik hati dan selalu datang tepat pada waktunya.” Kristin sudah menyiapkan taktik untuk melibatkan sahabatnya Olin.
“Kris, belanjaanmu bisa bikin mamimu marah, bukan hanya Surat Izin Belanja (SIB) kamu aja yang dicabut, tetapi Surat Izin Keluar (SIK) pun ikut dicabut.” Olin mengingatkan.
“Tenang Lin, mamiku kan percaya dan sayang banget sama kamu. Pasti untuk belanjaan kali ini bisa lolos asal ada kamu.” Bisik Kristin
“Eh, gak bisa, gak bisa gitu. Itu namanya mempertaruhkan nama baik buat kepentingan pribadi.” Sela Lia.
“Denger ya Lia, kamu mau kan aku bahagia, jangan bikin aku sedih donk. Aku ini lagi happy dan jadi semangat ngerjain tugas kelompok kita yang menggunung, tahu!!!” mulut Kristin maju lima senti, sambil menyodorkan kartu Debit untuk membayar semua belanjaannya.
***

Kristin membawa semua belanjaannya, ditangan kiri kanannya penuh tas-tas baju yang sudah dibayarnya. Olin dan Lia masih berdiri di depan kasir tak berdaya dengan ancaman Kristin.
Desah napas panjang dan berat keluar dari hidung Lia, matanya selalu melirik tas-tas belanja Kristin yang sepanjang jalan mall menjadi pusat perhatian.
“Sudah deh Lia, matamu jangan kebanyakan melirik, nanti matamu tambah sipit.” Kristin tertawa bahagia.
“Oalah Kristin, pikirkan saja pintu ajaib untuk barang belanjaanmu.” Balas Lia
"Lin, gimana kita belum beli buku yang ditugaskan nih, gara-gara Kristin belanjanya kebablasan."
"Tenang saja, aku ada rahasia cepat menyelesaikan semua tugas."
"Tuh, tenang aja Olin punya rahasia cepat menyelesaikan tugas-tugas. Jadi, bukan salah aku, apalagi belanjaanku." sahut Kristin. 

Olin tersenyum simpul. Dua sahabatnya yang selalu ribut bagai tom dan jerry tapi selalu happy. Olin segera mengaktifkan ponselnya dan langsung memesan taksi secara online. Tak berapa lama taksi terdekat sudah siap jemput tiga gadis belia.

“Ke arah mana, dek?” tanya Pak supir taksi.
“Jalan Heulang, ke rumah Olin saja ya.” Lia memutuskan.
“Eh, bukan Pak, jalan Letnand Arsyad ya Pak.” Kristin membetulkan
Olin menganggukkan kepalanya. Kali ini Olin setuju dengan Kristin, bagaimanapun harus mengantarkan Kristin dengn aneka bawaan belanjanya yang begitu banyak.
“Nanti, kalau maminya Kristin marah gimana Lin?” tanya Lia pasrah.

Olin belum memiliki ide untuk menjawab semua pertanyaan yang akan ditanyakan kepadanya terutama pertanyaan dari maminya Kristin. Jujur dan pasrah adalah hal yang Olin pilih saat ini.

Taksi melaju begitu cepat, mengantarkan tiga dara tersebut ke sebuah gerbang tinggi  besar berwarna putih. Dibaliknya ada bangunan berdiri megah bagai rumah peninggalan Belanda.

Sesuai dugaan, mami Kristin sudah menunggu kedatangan putri semata wayangnya. Bola matanya hampir keluar melihat barang belanjaan anaknya. Suaranya tertarik magnet emosi yang kian lama kian menggoda untuk meletuskan lahar panas.

Lia ketakutan dan memeluk Olin. Olin pasrah dan mengucapkan permohonan maaf karena membiarkan Kristin berbelanja melewati batas. Mami Kristin seakan tersiram es batu dari setiap kata  dari Olin. Jika memang syarat belanja ini untuk menghadirkan semangat belajar kembali pada anakanya Kristin, mamipun tidak bisa berbuat banyak.

"Mami, maafkan Olin dan Lia ya. Ketika ke toko buku sibuk cari buku KBBI dan Tesaurus yang mau di beli, tiba-tiba Kristin sudah beda lokasi dan berbelanja sendiri. Setelah ditanya, kata Kristin ini untuk mengembalikan semangat belajarnya yang sedang hilang karena banyak tugas-tugas kelompok yang deadline cepat. Semoga Mami, memaafkan kami semua." Olin memohon.

Shigata ganai.” Ucap mami Kristin sambil menuju dapur menyiapkan minuman dan camilan untuk tiga dara cantik yang baru saja datang di rumahnya. Walau dihati Mami masih ada yang ingin diletuskan, tetapi mendengar tugas kelompok dan deadline, Mami jadi mengurungkan kemarahannya. 

Kristin begitu takjub dengan pesona Olin yang mampu meredam emosi maminya yang suka meluap-luap. Kini, Kristin berlari ke kamarnya dan menyususn semua baju-bajunya. Disusul Lia dan Olin yang bergegas ke Kamar Kristin. Olin segera membuka laptopnya dan menyalakan modem Mifi Andromak  4G LTE. Berselancar dengan cepat dan klak klik tugas proposal bahasa Indonesia. Tak lama Lia menggantikan Olin berselancar mengerjakan tugas proposal yang sedang mendownload artikel-artikel dan juga video tutorial.

Olin melaksanakan tugasnya dahulu sebagai muslimah untuk shalat ashar. Kemudian Olin membuka Al-Qur’an poket dari Syamil Qur’an. Olin pun melanjutkan tilawahnya, suara Olin yang begitu merdu dan syahdu melantunkan ayat suci membuat Cecilia dan Kristin mendekati Olin, duduk menyimak dengan tenang. Inilah moment akur antara Lia dan Kristin, yaitu ketika Olin bertilawah. Olin pun tersenyum menyapa kembali dua sahabatnya, dan menutup Al-Qur’an poket dari Syamil Qur’an yang selalu dibawanya kemana-mana.
***

“Wah,mantap. Download-an semua file telah selesai. Cepat sekali kekuatan kerja modem Mifi Andromax 4G LTE. Jadi ini rahasiamu, Lin?” Puji Kristin diiringin anggukan Lia.
“Hehehe, tumben akur dan sehati gitu. Iya benar sekali, Mifi Andromax 4G LTE adalah modem tercangkih dari Smartfren. Selain kekuatan yang super cepat, bisa Wifi juga.”
“Wowww, keren banget. Aku jadi ingin beli modem Mifi Andromax 4G LTE dari Smartfren. Bilang ke mami untuk belikan aku, ah.” Ucap Kristin
Lia tersenyum tipis, diwajahnya juga membayangkan modem Mifi Andomax 4G LTE, yang super ngacir untuk menonton dan mendownload berbagai anime jepang kesukaannya.
"Iya, belinya jangan di borong semua ya, nanti aku kehabisan." Cecilia mengulum bibirnya.
Kristin tertawa bahagia, melihat raut wajah sahabatnya Lia. Olin pun tersenyum melihat tom and jerry beraksi lagi.
"Aku mau nabung dahulu, baru bisa dapatkan si gesit Mifi Andromax 4G LTE."
lanjut Lia.
Tak lama Mami Kristin datang membawakan aneka camilan dan minuman segar. Mami Kristin tersenyum mendengarkan perkataan Lia.
"Lia anak yang rajin sekali ya, suka menabung untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Nah, Kristin kamu harus belajar dari Lia ya." puji Mami Kristin
Lia yang mendapatkan pujian langsung merah pipinya, dihatinya ada perasaan bangga dengan koko Feng, yang selalu mengingatkan Lia untuk menabung setiap harinya.
"Mami, aku mau si Gesit Mifi Andromax 4G seperti Olin, Mi." bujuk Kristin.
"Lho, itu benda mungil apa lagi Lin?" tanya Mami penasaran.
Olin yang sedang mendownload KBBI dan Tesaurus memperlihatkan kerja si benda kecil yang mami tanyakan.
"Ini Mi, namanya modem Mifi Andromax  dari Smartfren 4G LTE. Walau kecil tapi fungsinya besar. Seperti gesit dalam mendownload, sekedipan mata Mi, ini Olin sedang banyak download dan semua cepat selesai. Selain itu si benda kecil ini pun bisa wifi, jadi Mami, Kristin, Cecilia dan juga seisi rumah ini bisa ikut pakai wifi dari modem Mifi Andromax." Olin menjelaskan. 
"Nah, karena kecepatannya tiada tertandingi, alhamdulillah tugas kelompok kali ini sudah mau selesai. Tinggal rapikan di folder dan di buat file ZIP untuk segera dikirim by email ke guru." tambah Olin.
Mami, Kristin dan Cecilia matanya berbinar-binar. Mereka bertiga benar-benar terpesona dengan benda kecil milik Olin dan ingin segera memilikinya.
"Kalau sudah selesai tugas kelompoknya, Olin, Lia dan Kristin ikut antar Mami Yuk. Buat dapatkan si Gesit Mifi."
"Horeeee, Olin memang hebat langsung bikin mamiku membelikan aku Mifi."
***

Menuju Galeri Smartfren Mami langsung membeli dua modem Mifi Andromax. Kristin sudah menduga pasti satu lagi untuknya. 
"Thanks Mami, sudah belikan untuk Kristin."
"Bukan untukmui,Nak. Ini satu lagi untuk Lia yang rajin menabung. Kristin sama Mami saja, kan kata Olin modem Mifi Andromak bisa wifi seiisi rumah." Mami tersenyum 
Kristin menerima keputusan maminya sambil menghela napas panjang. 
"Terima kasih Mami Kristin," ucap Cecilia. 
"Terima kasih sama Olin yang sudah membawa kabar gembira dengan kehadiran Mifi Andromax dan membawa kita sampai ke Galery Smartfren yang oke punya." Mami memeluk Olin sambil memberikan hadiah fashdisk dari Smartfren
"Alhamdulillah, Olin juga dapat hadiah dari Mami Kristin. Terima kasih. Hadiahnya juga ternyata USB Modem dari Smartfren"
"Lho bisa jadi modem juga ya,wah mamibaru tahu. Smartfren memang canggih."
Kristin menekuk wajahnya kesal. 
"Untuk anak kesayangan Mami, ini modem Mifi Andromax 4G nya untuk Kristin tersayang, tapi mami ikutan wifi-an ya." 
Kristin memeluk maminya dan kembali bahagia. Semuapun jadi ikut tersenyum bahagia.

*******
Shigata ganai : Mau gimana lagi (bhs.Jepang).
sumber gambar :
http://karikaturozie.blogspot.co.id/search/label/Stock%20VECTOR
http://syaamilquran.com/produk/syaamil-quran-yasmina
http://lampost.co/berita/servis-bergaransi-di-smartfren-beri-jaminan-pinjaman-ponsel

13 comments

Penasaran dengan perkataan mami Kristin, “Shigata ganai.” Itu artinya, apa ya, Na?

Reply

Ishh maminya mau ikut wifi-an juga ternyata :))

Reply

Jadi tambah pengen beli modem hehe

Reply

keterangannya diatas sudah ada mas koko. Dari bahasa jepang, yang artinya mau gimana lagi.

Reply

Iya kak irma, maminya gaul.

Reply

sama pengen juga dapat yang bisa wifian seiisi rumah.

Reply

aku juga pake mifi buat mobile di luar ;D
emang pas banget

Reply

tugas kmo. http://maeydaprastya.blogspot.co.id/2016/03/craft-kanzashi-super-unik.html

Reply

tugas KMO http://pemustakainfo.blogspot.co.id/2016/03/come-up-karena-sukses-bukan-mie-goreng.html .
Silahkan berkunjung ke blog saya bu :)

Reply

iya kak Nchi hani terima kasih tambahan infonya.

Reply

Makasi ya Kak Naqy

Reply