Menu
/
Di kala suami tidak sibuk, biasanya  saya diajak jalan-jalan oleh suami saya dan buah hati kami  untuk jalan-jalan bersama, kami menyebutnya piknik asyik. Ya, karena selain mengunjungi tempat wisata tentu kami akan menuju tempat-tempat edukasi dan menceritakan kepada buah hati kami atau mendokumentasikannya lewat foto dan video untuk ditonton kembali di rumah. Tujuan piknik asyik kali ini adalah Taman Satwa Ragunan.  Sampai di depan pintu gerbang, kami mulai memasuki jalan-jalan panjang dan berhenti sejenak untuk melihat  peta panduan Taman Satwa Ragunan yang terpampang besar. Bisa dilihat, denah lokasi Taman Satwa Ragunan dengan begitu detail. 
Peta Taman Margasatwa Ragunan



Dari situ kami melanjutkan perjalanan,  dan melihat kembali  arah papan penunjuk jalan, bisa memilih pos hewan mana yang hendak di kunjungi. Karena semua ingin di kunjungi (hihihi, apa gak capek ya), akhirnya bikin kesepakatan dahulu sama suami. Pos-pos mana saja yang akan dituju. 
Papan Penunjuk Jalan


Pos pertama yang kami kunjungi ternyata permintaan anak kami yang ingin melihat gajah. Bibir mungilnya selalu saja menyebut-nyebut hewan bertubuh besar itu. Lama juga kami duduk-duduk di bangku sambil melihat gajah yang sedang makan. Kami pun ikutan lapar, dan kemudian membongkar bekal kami dan menyantapnya. Ketika mau keliling ke pos hewan yang lain anak kami tidak mau pergi juga, masih ingin bersama hewan dengan hidung panjang itu yang sedang asyik membalur tubuhnya dengan tanah yang disemburkan dari belalainya. Disamping kandang gajah yang kami sedang lihat bersama, ada seekor gajah lain. Tetapi kondisinya tidak seceria gajah pertama. Belalainya terluka dan mengeluarkan darah. Lukanya pun dihinggapi lalat. Sedih sekali, kami pun mencoba mendekat ke kandangnya. Sepertinya belalainya terkena kawat pagar yang dipasang di pinggir-pinggir kandang. Kami pun segera mencari petugas yang biasa keliling dan memberitahukan kondisi gajah yang terluka. Dan langsung ditangani dengan cepat oleh petugas. Anak saya menangis, karena sedih melihat keadaan gajah yang terluka. Saya memeluk dan menenangkannya, dan berkata bahwa, "gajah akan segera sembuh, karena sudah diobati". Alhamdulillah, keceriannya berangsur kembali. 
Saya dan jagoan cilik 


Kami pun berjalan ke pos lain, melihat-lihat semua satwa yang beraneka ragam, dari melihat zebra, rusa, komodo, burung unta, orix, pusat perimata, reptile,macan tutul, harimau, beruang dan terakhir di pos kandang burung. Banyak sekali jenis unggas disana. 
Berfoto di dekat kandang Burung Emas. Menepis kecewa tidak bisa melihat ayam ketawa, semoga ayam ketawanya ada lagi di pos aves ini. 


Saking asyiknya berkeliling, tak terasa kami hampir melihat semuanya. Dan tepat sekali, kami semua lelah sekali. Suami mengajak saya dan my boy untuk segera pulang. Tetapi saya terkejut sekali, my little boy tidak mau pulang. Masih betah aja di Taman Satwa Ragunan ini. 

Saya pun mengusulkan untuk naik kuda bendi saja. Lumayan kan bisa keliling-keliling beberapa putaran lagi, dan menghemat tenaga. Jagoan kecil saya memang hebat, naik kuda bendi tidak takut, malah gembira sekali. Inilah piknik palingberkesan, karena ternyata anak kami begitu menyukai setiap moment di Taman Margasatwa Ragunan.
Naik Kuda Bendi, tap tap tap kudanya larinya kencang sekali.



Piknik selalu membuat pikiran senang dan juga menambah cerita serta wawasan. Anak saya suka sekali nonton film Dino Dan, yang ada petualangan bersama Dinosaurus. Saking  sukanya anak saya meminta buku bacaan tentang dinosaurus, dan meminta dibacakan (karena belum bisa baca). Akhirnya saya mengajukan permohonan jadwal piknik ke suami saya. Jika tidak sibuk dengan pekerjaannya, untuk liburan bersama di Bogor. Saya yang berdarah Bogor, sangat tahu di Bogor itu banyak sekali tempat wisata yang menyenangkan. Walau di Bekasi suami juga suka mengajak jalan-jalan, tapi saya ingin sekali liburan di Bogor.  Karena saya ingin mengajak anak saya piknik ke Kebun Raya Bogor, selain pemandangannya indah dan banyak pepohonan langka yang berusia ribuan tahun. Di Kebun Raya Bogor juga ada Musium Zoologi. Disana ada fosil Dinosaurus yang dipajang. Sudah bisa terbayang dong, bahagianya anak saya ketika berada di tengah fauna Nusantara di sana. Hal ini akan menumbuhkan juga sikap kecintaan pada sesama makhluk hidup, mencintai sejarah dan juga menambah ilmu pengetahuannya. Piknik itu pentingkan, tidak perlu ke tempat mahal-mahal lho. Di Kebun Raya Bogor, tiketnya sangat terjangkau. Hari libur saja tiket masuk di kenakan hanya empat belas ribu rupiah. Dengan harga segitu bisa berkeliling melihat keindahan alam, melihat aneka jenis pohon langka, membeli tanaman obat untuk di tanam di pekarangan rumah,  bisa naik mobil wisata per tiket hanya sepuluh ribu rupiah, bisa sewa sepeda, berfoto dengan latar background kemegahan Istana Bogor. Juga bisa makan enak di café-cafe dan melihat bunga-bunga cantik penuh warna-warni. Pesona Bogor begitu menggoda, keindahan Kota Hujan yang menawan. Bikin mau piknik terus deh.





6 comments

Inilah salah satu asyiknya jadi freelancer, bisa piknik di saat orang lain sedang kerja. Asyiknya piknik pada saat weekday itu, suasana cenderung sepi, nggak harus antri, dan terkadang lebih murah harga tiket masuk/permainan dll

Reply

Waaah ikuuuut piknik

Reply

ke kebun binatang itu emang seru+mengedukasi banget ya mbak! aku sampe sekarang aja masih seneng ke kebun binatang. Dari segi harga pun terjangkau. Seneng deh :DDD

Reply

Belum pernah ke Ragunan. Kata ibu, aku nggak akan suka. Hiks...

Reply

aku suka piknik di depan rumah di halaman bareng anak2 mereka sukaaa hihihi

Reply