Menu
/
Membaca buku begitu menyenangkan. Banyak ilmu yang di dapat di dalam buku Nonfiksi yang dibaca. Begitu juga ketika membaca buku fiksi ada semacam suasana bahagia yang berbeda, atau ada juga gejala diacak-acak emosi kita saat membaca sebuah novel, ingin menangis dan marah. Wah, penulisnya sakti tuh. Kemudian bagaimana buku yang sedang kita baca, kita buat resensinya. Mungkin kalau bukunya solo tinggal menuliskan berdasarkan kisah dari si penulis buku tersebut. bagaimana kalau satu buku tapi kisahnya buanyak, walaupun penulisnya solo ataupun antologi. Jadi tantangan menulis lagi nih. 
Tapi pasti bisa donk. Yup, semua memang bisa disajikan menjadi resensi buku yang enak dibaca. 

Baca juga :



Nah, setelah baca ketiga cara meresensi buku diatas. Kita belajar meresensi buku yang kisah-kisahnya lebih dari satu kisah. 

Ketika sepasang suami istri yang baru menikah, bersama menata rumah tangga baru. Hal yang paling diinginkan adalah kehadiran seorang anak. Bagaimanapun kondisi saat itu tentu kehadiran seorang anak adalah kado terindah dalam sebuah pernikahan. Anak adalah amanah sekaligus ikatan kuat antara suami dan istri.

Sepasang suami istri akan terus berdoa dan berusaha dengan usaha maksimal agar ada garis keturunan di sebuah mahligai rumah tangga. Seberapa besar ikhtiar yang dilakukan manusia, hanya Allah SWT yang mampu mengabulkan setiap doa.

Berikut buku “Kisah-kisah Kehamilan dan Kelahiran yang Paling Mengharukan”. Berisi dua puluh kisah yang sungguh menyentuh hati. Dari kisah dua belas tahun menanti, sedekah dan istigfar menjadi solusi, Ketika Kuasa Allah berkehendak, perjuangan melahirkan normal, Keistimewaan mencintai seorang Ibu, Sebuah ucapan yang menjadi kenyataan, kisah perjuangan ibu yang melahirkan di taksi, keikhlasan menerima keadaan buah hati, bayi kecil seukuran botol kecap, kehamilan kembar dan sensasi yang berbeda, amazing : gentle birth, dan kisah lainnya.

Kisah pertama dari seorang ibu di Semarang. Menceritakan kisah perjuangannya ingin memiliki buah hati. Maklum pasangan ini menikah dalam usia teramat sangat matang, yaitu 30 tahun. Dalam keadaan ekonomi yang telah mapan, kehadiran anak menjadi dambaan pasangan keluarga ini. Ikhtiar pun dilakukan dengan rajin memeriksakan diri ke dokter kandungan, dan minum pil penyubur. Tak ada perkembangan selama setahun, pasangan ini melakukan cek laboratorium. Ternyata suami mengalami gangguan kualitas sperma dan istri mengalami perlengketan di saluran tuba. Suami mulai mengonsumsi obat dan sang istri melakukan serangkaian terapi, seperti menjalani hidrotubasi atau istilah awamnya ditiup. Mengalami sendiri bagaimana sakitnya proses saat cairan antibiotic disuntikkan ke saluran rahim, rasanya seperti mau pingsan. Kejadian yang bikin trauma ini akhirnya berakhir dengan pernyataan dari doktr bahwa tidak ada lagi perlengketan sehingga dengan minum suplemen, bisa hamil. Sebulan, dua bulan, tiga bulan dan seterusnya haid selalu datang dan membuat pesimis.

Alternatif lain pun dicari yaitu pengobatan secara nonmedis. Tukang urut hebat yang berada di dalam kota maupun diluar kota telah di datangi, hasilnya tetap tidak hamil. Tak terasa 8 tahun berlalu, pasangan ini telah menggeser prioritas memiliki anak menjadi membuat tabungan untuk berangkat haji. Ketika tiba hari pemberangkatan jemaah haji, ada tes kesehatan. Sang istri tidak bisa berangkat haji karena hamil. Sungguh kebahagiaan yang luar biasa, penantian 12 tahun akhirnya terkabulkan. Di usia ke 42  tahun, sang istri melahirkan bayi wanita yang sehat fisik dan mentalnya. Tak berselang lama disusul adiknya yang ke-2 dan ke-3. Genap usia 45 tahun, sang istri telah menjadi ibu dengan tiga balita. (halaman 11-16)

Kisah lainnya datang dari seorang wanita yang luar biasa yaitu Martha Tilaar. Sempat dikatakan mandul oleh beberapa dokter yang berasal dari Switzerland, Amerika dan Belanda. Meskipun diprediksi tidak dapat memiliki keturunan, tak membuat hatinya menciut dan pasrah begitu saja. Martha beserta suami tetap berusaha mewujudkan impiannya memiliki buah hati. Melakukan perawatan selama 3,5 tahun karena memiliki peranakan yang sudah menciut. Martha berdoa dan berikhtiar dengan minum jamu.

Tiba-tiba Martha tidak lagi menstruasi. Setelah periksa ke dokter ternyata Martha mengalami premenopause. Martha sedih, dan menceritakan kepada suaminya keadaan yang dialaminya. Martha juga meminta suamiya untuk menikah lagi. Tetapi H.A.R Tilaar malah menuntun Martha ke perpustakaan dan menunjukkan buku-bukunya yang banyak sebagai istrinya. Perasaan Marta yang awalnya perih teriris-iris menjadi wanita yang beruntung memiliki suami yang mengerti keadaannya.

Allah Maha berkehendak. Tangan Allah bekerja, ternyata Martha hamil diusia yang ke-45 tahun. Walau sebelum bayinya lahir para professor meminta Martha menerima kondisi bayinya yang akan lahir dari rahimnya, meskipun tidak terlahir normal, karena ada kemungkinan mengalami cacat. Martha hanya bisa pasrah kepada Allah dan percaya Dia akan memberikan yang terbaik untuknya.

Martha telah memiliki empat orang anak yang semua terlahir dan besar dalam keadaan sehat dan jauh dari kecacatan. Setiap kali melihat anak-anaknya yang sukses, Martha seakan flashback ucapan yang dikatakan para professor kepadanya. “Sudah 45 tahun, pantasnya sudah punya cucu, tapi ini malah melahirkan anak. Melahirkan anak-anak yang sehat pula.”

Masih banyak kisah-kisah kehamilan dan kelahiran yang luar biasa. Membaca setiap kisah ini akan membuat airmata berurai. Mengerti perjuangan seorang ibu yang sangat hebat dan juga peran suami sekaligus ayah yang juga hebat. Buku yang direferensikan untuk  para keluarga agar semakin mengoptimalkan cinta pada pasangannya. Berusaha memberikan yang terbaik dan mengerti perjuangan ketika hamil dan melahirkan.  Karena pada proses inilah setiap orang belajar memahami pengorbanan orangtua, hingga sebelum menjadi orangtua wajib berbakti kepada orangtua. Memahami bahwa manusia tidak ada apa-apanya, Allah SWT lah yang mengabulkan setiap doa, melengkapi kehidupan dalam rumah tangga kita dengan diberikannya amanah anak. Amanah yang harus dijaga dan dididik agar kembali menjadi insan yang madani. Yang menjadikan ladang pahala kepada para orangtua ketika buah hatinya menjadi anak yang  sholeh dan sholehah.

Detail buku:

Kisah-kisah kehamilan dan kelahiran yang paling mengharukan
Judul            : Kisah-Kisah Kehamilan dan Kelahiran Yang Paling Mengharukan
Penulis                         : Nurul Chomaria, S.Psi
Penerbit                       : Ahad Books
Tahun terbit                 : 2013
Jumlah Halaman          : 159  Halaman
ISBN                            : 978-602-7929-53-1

cover buku
Resensi buku ini sudah terbit juga di BersamaDakwah.Net


Salam Meresensi Buku
1 comments:

makasih ilmunya,,,saya mau nyoba belajar buat resensi

Reply