Menu
/
Namanya jalan umum, berarti bukan untuk kepentingan pribadi. Bukan untuk kepentingan seseorang apalagi kepentingan semau hatinya. Sebenarnya sudah ada bagian-bagian yang harus dipatuhi, seperti  jalan kendaraan diperuntukkan aneka jenis kendaraan, jalan  trotoar untuk para pejalan kaki bukan untuk jualan apalagi sampai kendaraan bermotor ikut-ikutan pakai trotoar, lalu ada juga jembatan penyebrangan untuk keselamatan dalam menyebrang. Juga ada lampu tiga warna yang selalu memberi aba-aba bagi pengguna jalan. Semua jika ditaati akan membuat ritme indah di jalan raya. Namun, sebaliknya jika mementingkan ego masing-masing pengendara bahwa jalanan miliknya, seberapa banyak fasilitas lalu lintas yang disediakan dan juga polisi lalu lintas disiagakan hasilnya tetap saja macet, dan semrawutan.



Kenapa terjadi macet?
Kurang tertib dalam mengendarai kendaraan. Semua menginginkan kelenggangan jalan dalam berkendara, kebut-kebutan mengejar waktu, rambu-rambu diabaikan, dan seenaknya memutar haluan.  Ada lagi parkir dipinggir jalan pun membuat jalanan semakin sempit.  Selain itu jalan juga bukan tempat berjualan, sekalipun mengejar rejeki. Carilah tempat lain bukan di trotoar ataupun berjualan di tengah jalanan langsung. 


Harapan masyarakat kepada polisi lalu lintas.
Selaku pelaku penertiban  di jalan, yang setiap harinya melihat macet berulang-ulang. Salah satu cara adalah membangun kebersamaan dengan  pengguna jalan akan peraturan yang berlaku. Tegas, menindak yang melanggar aturan. Jadikan jalan raya, jalan yang nyaman untuk sampai ke tempat tujuan. Bukan pengendara saja, pejalan kaki pun harus ikut tertib. Keselamatan dan kenyamanan di jalan raya adalah milik semua, dan milik orang-orang yang juga menanti Anda pulang dengan selamat.

2 comments

Polisi di jalanan harus menarik juga kali ya, biar pengguna jalan tertarik dan tertip :-P

Reply

iya mas koko bisa juga idenya. Semoga tertib selalu. Thanks kunjungannya

Reply