Menu
/
Kemarin adalah senja ke-4821. Hari ini, begitu sampai dirumahnya, dia akan menggoreskan lagi satu garis, sehingga senja di Klayar yang dia nikmati bertambah satu, menjadi 4822. Dia begitu istimewa dengan koleksi senja yang dia miliki. Adalah Rinanti wanita yang setia menghimpun senja sambil berjualan kelapa muda di Pantai Klayar. Pertemuannya dengan seorang pemuda yang bernama Anton Yosef Maringka di warung sederhananya menjadi kenangan sepotong senja yang indah. 
***


Anton dibuat kesal, dengan gadis bernama Fahira Azalea yang biasa disapa Fa. Hidupnya terusik ketika Jaka, Azhar dan Nania yang selama ini tim solid dan teman terbaik Anton berpihak pada Fa. Proyek penelitian biospeleologi ke Luweng Jaran yang didapatkan Fa dari pengajuan proposal dari UK. Walaupun harus berusaha keras untuk membujuk Anto. Usaha itu pun terbayar dengan berangkatnya tim ekspedisi Fa menuju Pacitan.

"Take nothing but picture, leave nothing but footprint, kill nothing but time."

Di mulainya penelusuran gua perawan Luweng Jaran yang dikenal sebagai gua labirin, saking banyak lorong yang dimiliki. Lika-liku gua yang begitu menawarkan mempesona dan menyimpan misteri, membuat Fa dan Anton melewati banyak hal yang membuat setiap kejadian tak terlupakan. Perdebatan, ketakutan, kegelapan, pengorbanan, dan sebuah pengakuan.
Acintyacunyata.

Novel dengan tebal 322 halaman, yang membuat saya kembali takjub kepada penulis adalah nama tokoh yang menghiasi agar cerita terbangun begitu sempurna. Berikut saya tuliskan nama-nama yang ada di novel ini : Fahira Azalea (Fa), Anton Yosef Maringka (AYM), Rinanti, Jaka, Azhar (Bunga Ilalang), Nania, Gunadi Hantayhuda, Doktor Adi Prabowo, Pak Aryadi,Rinto, Sudarto, Fariz, Fathur, Fahri, Anita, Riana, Adrian Maringka, Sofia Tobing, Oma Sandria, Robin, Cindy, Syakilla, Sumini, Dr. Suryabudi SP JP, Kang Adang, Anya Helga, Bongky, Gunawan, Ardi, Pak Prawira Kusuma, Darma, Budi, Hilman, Anwar, Aisyah, Pak Hadi, Willy, Dadan, Deddy Brajamusti, Tom, Hartiningsih, Daris, Kanjeng Rama, Ki Pranajaya, Wagimen, Pak Sarjono, Inspektur Hanafi. Ditunggu sampai jadi film yang luar biasa mengeksplor keindahan alam. 

Penulis mampu menyihir pembaca dengan keindahan alam Nusantara yang terpapar begitu mempesona. Latar sejarah yang menarik dan pilihan diksi yang cantik. Serta ketegangan yang membuat penasaran disetiap adegan. Tokoh Fa yang memakai jilbab serta karakternya kuat dan cerdas, nilai agama pada setiap sholat, berdoa bersama, serta ketika dalam keadaan yang tersudut nuansa religi tercium kental. Sukses untuk mba Afifah Afra dalam membingkai novel ini menjadi luarbiasa. 



Novel : Akik dan Penghimpun Senja karya Afifah Afra


Detail Buku :

Judul buku          : Akik dan Penghimpun Senja
Penulis                : Afifah Afra
Penerbit              : Indiva
Cetakan              : April, 2015
Jumlah halaman : 322 halaman
ISBN                  : 978-602-1614-63-1


Ulasan ini diikutsertakan INDONESIAN MOESLIM READING CHALLENGE (IMRC) 2015


2 comments

belum punya bukunya.. kemarin mupeng waktu ke tokbuk.

Reply

sedikit informasi,even yang diadakan twitter bacabukuislam adalah islamic reading challenge, bukan indonesia moeslim reading challenge :)

Reply