Menu
/
Ramadhan bulan mulia, bulan dihitungnya pahala ibadah berlipat ganda. Ramadhan bulan dimana umat muslim berpuasa menahan rasa haus, lapar dan nafsu. Dengan puasa kita dapat merasakan apa yang dialami kaum duafa yang kesusahan. Sehingga timbul rasa ingin berbagi kasih. Pada bulan yang baik ini banyak dermawan yang memberi sedekah langsung dengan mendatangi kaum papa satu persatu atau melalui yayasan sosial, rumah zakat, dan lain-lain. Sosok-sosok yang bergerak membantu sesama yang kesulitan dalam masalah ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, mereka adalah para inspirator di jalan juangnya.

-Kalau kita terkena penyakit? Apakah kita akan mengeluh kepada Tuhan atau bangkit berusaha sembuh dan mau berbagi menjadi seorang motivator?- 

"Ketekunan akan mengantarkan kita pada keberhasilan. Sikap ramah, akhlak, dan iman yang baik memudahkan kita mencapai impian".
Quote manis dari Miss Purple, Kaka Evi Andriani. 


Siapa Kaka Evi dan kenapa harus Kaka Evi?
Mungkin pertanyaan itu akan muncul. Sosok inspirator yang memang banyak membantu orang-orang yang menderita ITP. Perjuangan Kaka Evi sendiri bangkit dari serangan penyakit ITP sudah dituangkan dalam sebuah kisah di media online eramuslim.com. Juga diliput oleh salah satu televisi DAAI TV sebagai wanita Inspiratif. Saya ulas sendiri tentang sosok kaka Evi dimata saya, wanita cantik pecinta warna ungu, ramah, selalu tersenyum dan baik hati kepada siapapun baik teman-temannya di dunia nyata maupun dunia maya. Wanita sederhana nan pintar kelahiran Medan, 05 Oktober 1984, yang sedang menyelesaikan tesis di Magister Teknik Elektro Usu konsentrasi Teknik komputer. Kaka Vi (sebutan sayang saya padanya) adalah anggota FLP Sumut, beberapa penghargaan menulis telah diraihnya, dari hobi menulisnya inilah bertebaran karya berupa 24 buku antologi, 13 buku Pariwisata dan Kebudayaan, buku Pentingkah berpikir kreatif itu? dan buku Siapa Aku, seri Akhlak Mulia (Grafika Utama, 2013) serta beberapa buku anak islami lainnya. Beberapa artikel di kompasiana.com, atau media online lainnya, di majalah Aulia, dan juga di blog pribadinya Evi blog yang banyak memberi ilmu. 

Kaka Vi juga seorang motivator yang sering menjadi pembicara di berbagai acara seperti dakwah sekolah dan kampus serta konsultasi berbagai penyakit kronis autoimun. Penyakit ITP yang pernah dideritanya, tidak membuat langkah kaka Vi terhenti, malah justru semakin berkembang dan kegiatan sosial juga bertambah, seperti menjadi pengurus PMI, Komunitas ITP, Cinta KUPU, memberikan sumbangan korban bencana alam, serta menggalang dana untuk pasien ITP dan menyerahkannya hingga sampai ketangan pasien. Salah satu liputan kaka Vi menjadi motivator untuk anak SMA : Bongkar rahasia sang pemenang UN. 

Sebagai seorang istri kaka Vi juga sangat memperhatikan kenyamanan suaminya,  menyiapkan segala kebutuhannya, merawatnya ketika sakit, memasakkan makanan walau kaka  Vi sendiri sedang diserang tekanan darah tinggi dan vertigo berat, istri yang tanggungjawab dan penuh perhatian, kan. :)

Awal mengenal kaka Vi...
Saya awalnya dimasukkan group whatsapp oleh sahabat saya Amanda, di group penulis itu saya tidak begitu kenal sosok kak Vi. Hanya dalam percakapan kaka Vi selalu terlihat bijak dan smart. Hingga akhirnya kita masuk lagi dalam group khusus wanita, lebih spesifik dan santai ala emak-emak. Banyak percakapan dilakukan dari yang sepele hingga masalah penting. Berbagi ilmu dan info walau di group itu lebih banyak belum pernah bertatap muka, jadi hanya teman di dunia maya. Namun kebersamaan yang terjalin membuat tali persaudaraan begitu erat, dihuni dari berbagai pulau di Indonesia dan ada juga yang berada di luar negeri tak membuat kami ada jarak. Sosok kaka Vi juga sangat inspiratif, dari group obrolan saja  yang via online dan tidak bertatap muka langsung, kaka vi dan aku ikut dalam penulisan buku anak dan buku non fiksi, sebuah karya yang positif.

Ramadhan bukan berarti mengurangi kegiatan. Dari terbit fajar hingga terbenam matahari dan juga kapan pun kaka Vi selalu berbagi. Jarak pulau dan keterbatasan waktu, kaka Vi tetap melayani konsultasi dari para ITP yang bertanya via telepon, sms, wa, BBM, blog, FB, atau berkunjung langsung menemui pasien. 

Kak Evi mengunjungi salah satu pasien Odapus 


Ketika bertemu dengan kaka Vi...
Pelataran Masjid Unisma Bekasi, 8 Juni 2014 saya sudah standby dari jam 1 siang, menanti sahabat tercinta kaka Vi yang datang dari Medan. Sambil ikut pelatihan menulis dengan kawan-kawan  FLP Bekasi. Tentu pertemuan perdana ini sangat terkenang bagiku, tak sia-sia menunggu sampai jam 5 sore. Kaka vi yang datang digandeng tangannya oleh suami tercintanya, dari kejauhan sudah terlihat senyum manis yang mengembang. Semakin dekat dan kami duduk bersama begitu tak ada jarak. Kaka Vi langsung membawa cinderamata dari Medan. Suaranya yang lembut dan khas, wajah yang begitu beraura membawa energi positif. Saya senang sekali bertemu kaka Vi. Kekurangan bukan dijadikan kelemahan. Ilmu adalah ladang berbagi manfaat kepada sesama. Inilah kaka Vi, inspirasi saya. Saya pun semakin semangat mengikuti jejaknya peduli terhadap sesama, khususnya dunia anak-anak yang saya cintai, menjadikan halaman rumah selalu terbuka untuk anak-anak yang ingin belajar bersama saya, menulis, mengerjakan tugas, dan yang lainnya, menjadi guru untuk anak-anak saya dan anak Indonesia. Walau kontribusi saya jauh sekali. Hati saya sangat tergerak, begitu malu bagi saya yang sehat raga namun tidak bisa berbuat apa-apa, bagaimana dengan Anda? Semoga kita bisa berbagi manfaat disekeliling kita. Amiin...






8 comments

berkunjung kemari sambil menyimak, selamat menunaikan ibadah puasa, salam. ditunggu kunjungan

baliknya ya ^_^

Reply

datang berkunjung sambil menyimak, sukses terus ya bu. selamat menunaikan ibadah puasa. salam

Reply

halo mba, keren sekali ya kak evi itu, jadi pengen kenalan..

salam kenal ya mba, saya calon kontestan juga tapi baru mau nulis h-1 deadline :(

Reply

Assalamu'alaikum...
Terima kasih sudah berbagi cerita inspiratif ini, ya!
Good luck! ^_^
Emak Gaoel

Reply

datang berkunjung sambil menyimak, o iya minal aidin walfaidin ya, ditunggu kunbalnya

Reply

berkunjung, minal aidin walfaidin mohon maaf lahir batin, jangan lupa kunbalnya ya ^_^

Reply

Saya mengucapkan minal aidin walfaidin mohon maaf lahir dan batin, salam

Reply

Baru baca ini.. Ternyata post lama ya :D saya kenal Evi di twitter.

Reply