Menu
/
Selamat siang para blogger, mulai lagi jemari ini menari. Kali ini tema yang saya ingin tulis adalah wanita. Biasanya saya lebih suka dengan dunia anak, kehamilan dan juga masak-memasak. Masih ada kaitan juga ya dengan wanita. Jadi, intinya adalah setelah saya amati banyak wanita-wanita di dunia nyata dan dunia maya alias dumai yang suka sekali serang menyerang. Walau tidak semua tentunya. Namun seringnya pembahasan yang saya dengar tentang keluhan beberapa sahabat karib saya, bukan satu, dua, atau tiga orang lho, lebih. Bukan hanya keluhan sebenarnya berisi curhatan juga,


"Kok, Si Anu begitu siy, sama aku,"  
"Kenapa siy selalu memojokkan ke arah itu?"

"Sekali-kali tukar posisi bisa ga siy, biar tahu gimana rasanya,"
"Katanya agama nya baik, kok mulutnya...."


"Lulusan S2 kok, klo nyindir kayak gak sekolah.."
"Aku tahu kamu mah sudah sempurna, lengkap-kap-kap, terus harus pamer gitu..."

dan segudang kalimat yang bernada seperti diatas.


Ada yang memberi kesimpulan bahwa dunia wanita adalah paling menakutkan. Dibully seumur hidup oleh semua lapisan masyarakat, dan selalu diposisi yang disalahkan-lemah. Misal saja :

- lulus SMA mau kemana? kerja, kuliah apa nikah?
- Jangan kerja terus nanti jadi perawan tua.

- Kuliah tinggi-tinggi nanti juga kerjanya jadi ibu rumah tangga aja
- Nikah muda, nikah tua jadi sorotan
- Langsung punya momongan dibilang hamil duluan
- Lama ga punya anak dibilang mandul
- Punya anak banyak dibilang doyan
- Ngurus anak aja dibilang kuliahnya gak kepakai
- Kerja ninggalin anak dibilang ibu yang kejam
- dst.

Entah pertanyaan diatas itu bentuk perhatian atau ke kepo-an masyarakat. Mungkin kalau hidupnya lancar-lancar saja, tinggal menjawab saja soal-soal pertanyaan diatas. Namun, bagi wanita yang dimana posisinya merasa disudutkan dengan pertanyaan yang begitu privasi sekali baginya, jawabannya ada dua bersabar bahwa memang kenyataannya belum ada, atau tetap bersabar walaupun hati tetap melawan karena tidak menerima. 

"Keluargamu, keluarga mu, masing-masing saja"
"Hidupmu, hidupmu, jalani aja terserah"

Begitulah ketika mood mendekati si bad. Menjadikan para wanita merasa harus memperkuat pertahanan batin lagi. Karena dari batin yang tenanglah, betapa pun tingginya ombak kehidupan menerkam, hati tetap bagai samudera yang tenang. 


Menjadi wanita adalah anugerah. Dikarunia rahim, yang membuat kita menjadi manusia sempurna bernama Ibu. Diberi kecantikan, kecerdasan, dan kelembutan hati. Semua adalah anugerah. 

Menjadi wanita yang cantik hati, indah lisannya dan akhlaknya. Memiliki kepekaan terhadap sesama wanita. Saling mendukung dan memotivasi para sahabat wanita lain yang sedang berjuang melewati tangga-tangga misteri Ilahi. Jangan menguliti apalagi menyakiti sesama wanita. Jadilah wanita sederhana, yang memberi keteduhan dalam kehidupan. 


Salam Sayang selalu kepada para wanita 



3 comments

terkadang orang yang bersekolah tinggi, cara bicara dan sikapnya seperti orang yang tdk berpendidikan ya mama fatih , saya juga pernah 2 kali menemui orang yang seperti itu, teriak2 dan selalu berfikiran negatif sama orang lain,dan ngerasa diri dialah yang benar orang lain salah, semoga kita dijauhkan dari sifat yang seperti itu yang mama

Reply

Terima kasih mba Putri untuk kunjungan dan komentarnya. Saya menulis ini juga bukan untuk menghakimi, hanya ingin berbagi dan saling menguatkan. Buat saya untuk belajar dan lebih menghargai sesama. : ) terima kasih ya

Reply

Haha serba salah ya Mbak. Segala apapun pilihannya pasti ada omongannya. tinggal di rumah bilang kuliah ga kepake. giliran kerja dibilang lain lagi. Hmmm, kalau kata orang sunda mah, hade goreng diomong. xixi.

Reply