Menu
/
Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik anak. Karena kedekatan ibu dengan anak sejak bayi merupakan sumber ketenangan dalam diri anak. Sebagaimana peran ibu yang menjaga anak dua puluh empat jam penuh, memperkenalkan dunia, mengajarkan ilmu kebaikan dan juga kasih sayang terhadap sesama. Disisi ibulah anak akan merasa sangat nyaman. Kelak moment-moment kebersamaan serta kasih sayang yang tercurahkan untuk  anak ini akan menjadikan anak menjadi generasi unggul dan cerdas, tidak kekurangan kasih sayang apalagi perhatian. Maka saya sudah putuskan untuk  fokus terhadap buah hati. Pilihan saya ini atas dasar kesepakatan dengan suami, walau masih banyak wanita hebat yang bisa menyeimbangkan kariernya dan urusan rumah tangga. Urusan rumah tangga memang tidak bisa dipukul rata, semua punya cara tersendiri untuk menata keluarganya. 



Ibu pun Belajar
Ketika saya melihat dua garis indah yang membuat saya menjadi seorang ibu, saya pun langsung menambah wawasan saya dengan browsing-browsing ilmu tentang kehamilan, membaca buku dan tentu saja banyak bertanya kepada ibu, saudara wanita atau teman-teman saya yang sudah berpengalaman, ikut talkshow,dll. Ini sangat membantu rasa percaya diri saya dalam menjaga kesehatan saya dan janin. Teratur memeriksakan kandungan ke dokter itupun salah satu bagian terpenting.
Menambah pengetahuan sebagai ibu, membaca buku, browsing, talkshow, atau bertanya pada ahlinya/sudah berpengalaman.


 Metode Cinta untuk sang Pemimpin

Sebagai ibu  ingin memberikan yang terbaik untuk anak tercinta. Tentu setiap ibu memiliki pengalaman atau cara berbeda dalam mendidik buah hati. begitupun dengan saya, mencari metode sederhana yang dapat menyentuh hati dan penuh cinta. Harapan saya tentu ingin menyiapkan anak menjadi sosok pemimpin bagi diri sendiri khususnya dan umumnya untuk menjadi pemimpin bangsa berakhlak mulya. 

Metode Cinta yang saya terapkan kepada anak saya adalah Kebersamaan yang menyenangkan, mengajarkan kasih sayang sejak dini antar sesama makhluk hidup, memberi makanan bergizi, mengenalkan kegiatan yang positif. berikut uraiannya :


- Kebersamaan yang menyenangkan
Bagi anak bersama dengan orangtua adalah kenyamanan yang tidak tergantikan. Disitulah orangtua bisa merasakan perkembangan pada buah hatinya. Karena perkembangan buah hati tak selalu sama dengan anak pertama, kedua, ketiga. Butuh perhatian dan ilmu yang berkembang bagi para orangtua. Saya selalu mengikutsertakan anak saya, ketika saya harus terpaksa pergi ada keperluan yang penting. Jarang sekali saya menitipkan kepada mertua, atau saudara dalam waktu lama, dan hampir belum pernah terjadi. Kalaupun ada jarak jauh yang harus ditempuh saya akan memilih tidak pergi, dengan alasan kondisi anak yang belum siap. Memang pengorbanan inilah yang membuat saya memberi waktu yang sangat berharga kepada buah hati agar kebersamaan bersama ibunya menjadi ilmu yang bermanfaat, menjadikan anak merasakan kasih sayang dan perhatian.

-Mengajarkan kasih sayang sejak dini sesama makhluk hidup
Usia anak balita keingintahuannya sangat banyak, mulai dari melihat-lihat alam sekitar, bertanya hal-hal baru, ingin memiliki teman, waktu bermain yang banyak serta meniru orang sekeliling yang dilihatnya. Terkadang ibu sangat bekerja ekstra keras dalam mengawasi tingkah polahnya, menjawab semua pertanyaan yang diajukan, menuruti keinginannya,dll. Tentu sebagai ibu tugasnya adalah tetap mengarahkan dan memberi pengertian dengan sebaik-baiknya. Agar anak tidak merasa dilarang atau dikekang. Mengajarkan kasih sayang dengan ketulusan hati membuat anak mudah memahami bahasa ibu. 
Menyayangi binatang
Ikut kelas belajar bersama PAUD, menyimak dengan tenang ^_^




-Memberi makanan bergizi
Sejak dalam kandungan saya sudah memilih makanan yang terbaik untuk perkembangan otak janin, seperti buah, sayur, daging, susu, madu, kurma, dll. Ketika bayi sudah lahir memberi ASI ekslusif lalu memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) tentu saya buah sendiri. Alasannya home made lebih aman dikonsumsi untuk anak. Jika makanan bergizi tercukupi pasti perkembangan pun cepat dan sehat. Anakpun tidak sering sakit. Rajin berolahraga merupakan salah satu cara menjaga kesehatan.
Aneka masakan home made

Anak sehat tidak bermasalah dengan nafsu makan. Lahap makannya dan banyak minum air putih.

Anak sehat selalu bergerak aktif. Ketika sakit anak akan rewel dan tidak mau beraktivitas. Selain asupan gizi yang baik, olahraga membuat si kecil sehat. Olahraga yang disukai anak-anak seperti berenang, jalan santai pagi hari sambil melihat pepohonan yang sejuk, bermain bola, dll.
Olahraga tangkap bola di Gelanggang Olahraga.


-Mengenalkan kegiatan positif
Saya mengenalkan kepada anak saya yang berusia satu setengah tahun tentang kegiatan-kegiatan yang saya ikuti. Kegiatan yang saya ikuti misalnya organisasi kepenulisan yang kebetulan jaraknya dekat dari rumah saya sekitar 10 menit naik kendaraan bermotor. Ikut dalam kegiatan bakti sosial menolong korban banjir itupun saya menyumbangkan pakaian bayi dan makanan bayi dengan niat semoga kelak anak saya menjadi anak yang dermawan. 
Ikut serta pada saat saya memberi materi kepenulisan.

Bakti sosial untuk korban banjir


Jiwa Kepemimpinan

Saya perhatikan ketika bermain dengan teman-temannya anak saya memiliki jiwa kepemimpinan. Misal ketika temannya yang lebih besar merebut mainannya yang sedang dia pegang, dia memberikannya tanpa membalas perbuatan kasar temannya, dan memilih mengalihkan hal lain untuk menghindari pertengkaran. Adapun ketika teman-temannya panik ketika tiba-tiba ada pengamen berpakaian badut, anakku bersikap tenang, walaupun masih terlihat wajah takutnya setidaknya tidak histeris teriak atau menangis seperti teman-temannya. Ketika bermain selalu berbagi, tidak main rebut, atau memukul. 

*Rajin Ibadah
Apa yang dilihat anak itulah yang ditiru. Kebiasaan ayahnya mengajak sholat di masjid ternyata membuatnya sudah bisa ikut gerakan sholat. Ketika adzan berkumandang anakku akan memakai pecinya dan bergaya sholat. Ketika ayahnya bekerja di kantor, tentu ia akan sholat bersama ibunya di rumah. Kebiasaan ini yang membuat anakku ikut beribadah lainnya selain sholat seperti mengaji walau hanya duduk mendengarkan, cium tangan dan pipi orangtuanya, bisa mengusap muka dengan kedua telapak tangan ketika selesai doa dan bilang amin. Aku sangat bangga diusianya yang baru satu tahun anakku sudah bisa ikutan beribadah, doa ku sebagai ibu ingin anakku bisa hafidz qur'an. Sungguh doa anak sholeh sangat dirindukan para orangtua.
Sholat berjamaah di masjid.


*Rajin Belajar
Walau usianya satu tahun jangan salah buku adalah sahabat terdekatnya. Kebiasaan membaca buku (walau belum bisa baca ^_^) ini pun karena sering melihat orangtuanya membaca buku. Ketertarikan pada buku yaitu adanya gambar-gambar seperti binatang, mobil, tumbuhan dan lain-lain. Selain itu anakku sudah bisa mewarnai walau masih corat-coret dibuku gambar. Setiap kali membuka buku keingintahuannya sangat besar. Selalu bertanya ketika melihat gambar yang ditunjuk.
"Mama, ini apa, mama ini apa?"
Pertanyaan itu bisa lebih dari dua puluh kali ketika sedang membuka buku. Sebagai ibu saya dengan sabar menjawab semua pertanyaan itu. Menjelaskan dengan benar walau interaksi lebih lanjut belum bisa. Setidaknya otaknya menangkap pengetahuan baru. 

Belajar mewarnai, mendengarkan murotal, dan ingin pergi sekolah sambil pakai tas gendongnya.

Belajar dengan melihat gambar-gambar di buku.


Dibalik Anak yang Hebat, Ada Ibu yang Cerdas

Anak hebat, pintar, sholeh dan sholehah, serta memiliki akhlak yang baik tak lepas dari peran ibu yang mendidiknya. Ibu adalah madrasah pertama yang memberikan ilmu kepada anak. Bimbingan ibu yang membuat anak-anak mengerti hal-hal baru yang ingin diketahuinya. Tingkah laku anak yang membuat ibu tersenyum bangga, menahan tangis bahagia pada saat anak berkembang dengan penuh percaya diri menjadi pemimpin dirinya sendiri, dapat berinteraksi dengan teman-teman dengan sikap yang ramah, mencintai orangtua dengan sikap santunnya, mengikuti perkembangannya seperti merekam jejak sang pemimpin kecil yang sangat berarti.





Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba penulisan artikel "Peran Ibu Untuk Si Pemimpin Kecil" yang diadakan oleh http://nutrisiuntukbangsa.org/ .