Menu
/
Kehamilan bagi wanita untuk pertama kalinya seperti kesempurnaan yang tak ternilai. Terkadang terpikirkan untuk menghentikan semua aktivitas hanya untuk menyambut sang buah hati. Itu langkah yang sangat baik, jika kehamilan itu memang sudah direncanakan dan dipersiapkan segalanya. Namun tak semua pasangan baru demikian, terkadang ada yang masih bekerja, kuliah, atau sedang dalam berobat jalan. Karena kehamilan adalah anugerah yang tiada dapat diduga ataupun ditunda. Semua telah Allah amanah sehingga kita bisa menjadi orang tua. Tergantung bagaimana kita menerimanya. Patut kita syukuri, karena ada banyak pasangan suami istri sekalipun belum mendapatkan buah hati.
Pertanyaan pertama adalah :
1. Bolehkah wanita hamil bekerja?
Jawabnya : Boleh. Sebelumnya saya sudah bertanya terlebih dahulu ke dokter kandungan saya. Karena pekerjaan saya hanya staff di perusahaan Jepang, yang menyusun dokumen serta membantu menerjemahkan file dari Jepang. Kerjaan saya duduk di depan komputer mulai dari jam 07.30-16.30 WIB. Namun karena wanita hamil harus banyak gerak, sesekali saya pun berjalan-jalan santai di tempat kerja.

2. Bolehkah wanita hamil menyelesaikan kuliahnya?
Jawabnya : Menurut saya boleh, lebih baik diselesaikan. Jika ambil cuti setahun bisa saja. Namun meninggalkan buah hati yang sedang aktif dan lucu-lucunya akan menyedihkan. Saya kembali bertanya kepada dokter kandungan saya, lalu sang dokter berkata asal jika kelelahan cepat istirahat, banyak makan buah, minum air putih yang cukup, serta vitamin. Dan saya membuktikannya pagi saya bekerja lalu pulang kerja saya kuliah sampai malam. Tentu saja saya menjaga stamina untuk buah hati, jika merasa lelah saya cepat-cepat rehat di klinik, dimeja tempat saya bekerja saya stock air mineral 4-5 botol, buah-buahan serta roti yang selalu dibawa kemanapun pergi. 


3. Makanan apa saja yang membahayakan ibu hamil dan janin?
Ketika saya hamil, pertama kali yang dilarang adalah makanan yang pedas karena bisa terkena penyakit lambung (karena saya tidak suka pedas), lalu sate alasannya karena arang yang digunakan untuk membakar sate bisa membahayakan janin, selanjutnya seafood dikarenakan jika tidak bisa memasaknya akan menjadi racun bagi janin. Mie instan atau snack yang banyak mengandung pengawet dan MSG. Tape atau yang mengandung ragi atau alkohol.

4. Buah apa yang sebaiknya dijauhi ibu hamil?
Buah-buahan memang semua memiliki vitamin. Namun bagi ibu hamil tidak semua buah harus dimakan. Duren, Nanas, anggur, itu beberapa buah yang dapat membuat keguguran. Walau ada beberapa ibu hamil yang tidak berefek dengan buah-buahan itu. 

5. Ibu hamil sering pipis?
Semakin besar kandungan semakin ibu hamil sering pipis. Agar menjaga kebersihan miss. V, gantilah celana sesering mungkin atau pakai ventiliner atau setelah dibersihkan keringkan dengan tissue agar tidak berkembang kuman dan jamur.

6. Posisi tidur sebaiknya yang bagaimana?
Jika perut Ibu masih tidak terlalu besar bisa sesekali miring ke kiri atau ke kanan. Namun jika sudah terlalu besar jangan terlentanng, miringkan ke kiri.

7. Kaki sering keram dan pegal.
Biasanya jika kita sering makan-makanan gurih kaki akan membengkak. Jika kaki terasa pegal bisa direlaksasikan dengan berendam di air hangat. Apabila pegal bisa dioleskan minyak urut atau minyak kayu putih sambil dipijit-pijit sedikit. sebaiknya tidur kaki jangan di tekuk.

8. Kenapa ibu hamil suka mual, dan tidak nafsu makan?
Pengalamanku ketika mengetahui aku hamil pikiran dan emosi ku seimbang alias senang terus pembawaannya. sebulan dua bulan aku lewati dengan aman dan nyaman. Semakin hari aku selalu mencari info kehamilan baik cari buku tentang ibu hamil, berbicara dengan rekan kerja atau sahabat-sahabatku yang sudah menjadi Ibu. Semakin aku mengetahui dunia Ibu hamil mulai dari energi positif hingga negatif, membuat dampak dalam aku mengelola emosi dan pikiranku. Padahal sebelumnya aku menjalaninya biasa saja, kerja lalu kuliah dan liburan bersantai dengan suami tercinta. Tiba-tiba kok aku tidak mengidam ya? pikirku saat itu, mungkin memang karna aku tak ada masalah dengan nafsu makan dan juga tak menginginkan makanan. Karena keseharianku yang begitu padat hingga membuatku tak pernah memikirkan itu. Hingga aku mengalami mual lalu muntah-muntah. Setelah kutanyakan pada dokter kandungan itu karena perubahan hormon yang terjadi dan ada interaksi yang membuat ikatan aku dengan janin. Lalu akupun bertanya tentang nafsu makan yang menurun dan bagaimana cara mengatasinya. Dokter kandunganku hanya menyarankan agar aku bisa membuat diri ini rilex dan tidak memikirkan tentang mual. Menikmati makanan yang sehat serta buah yang segar untuk sang janin. 


2 comments

hi mba lichan

thanks sharingnya, jadi mba sampai lahiran masih bekerja dan kuliah malam ya? apakah itu aman untuk kehamilannya? karena istri saya juga sedang kulaih n kerja, kandungannya baru 11 minggu dia pgnnya ttp kerja sedangkan saya menyarankan untuk stop dulu kerjanya

Reply

Terima kasih mas Fajar Hidayat atas kunjungannya.

Iya saya kalau pagi kerja di perusahaan jepang dari jam 08 pagi sampai jam 17.00 wib. Lalu sampai rumah jam 18.00-19.00 (masak, sholat, makan) Lalu berangkat ke kampus pulang malam sekitar jam 22.00 wib (semester akhir SKS padat dan skripsi deadline). Alhamdulillah dengan asupan makanan yang bergizi, rajin konsultasi ke dokter semua aman-aman saja.
Bahkan saya lahiran pas ujian dan masih mengikuti ujian, setelah lahiran pun ada lagi ujian sidang skripsi, akhirnya semua berjalan lancar. Lahiran normal dan kuliah kelar.

Reply